Bola.com, Jakarta - Sir Alex Ferguson pernah melihat Dele Alli sebagai satu di antara talenta paling menjanjikan di Inggris.
Pada 2016, mantan manajer Manchester United itu bahkan menyamakan potensi Alli dengan legenda Timnas Inggris, Paul Gascoigne.
Penilaian Ferguson terasa kontras dengan situasi Alli sekarang. Pemain yang pernah menjadi bintang Tottenham Hotspur itu kini masih mencari klub baru setelah meninggalkan Como dan berstatus tanpa klub selama 12 bulan terakhir.
Alli mulai mencuri perhatian setelah bergabung dengan Tottenham dari MK Dons pada Februari 2015.
Hanya dalam waktu setahun, namanya sudah menjadi perbincangan di sepak bola Inggris, termasuk ketika tampil di Old Trafford.
Pernah Disebut Paling Berbakat Sejak Gascoigne
Perkembangan Alli berlangsung sangat cepat. Ia langsung menjadi pemain favorit suporter Tottenham dan tampil menonjol di bawah asuhan Mauricio Pochettino.
Bersama Harry Kane, Alli menjadi satu di antara pemain penting di lini depan Spurs.
Musim 2016/2017 menjadi salah satu periode terbaiknya. Alli mencetak 22 gol dan memberikan 13 assist dalam 50 pertandingan di berbagai kompetisi.
Kemampuan itu membuat banyak pihak memberikan pujian. Ferguson menjadi satu di antara sosok yang sangat terkesan dengan kualitas Alli.
Pada Maret 2016, Ferguson menyebut Alli sebagai gelandang muda paling berbakat yang pernah dilihatnya di Inggris dalam beberapa tahun terakhir.
"Dia adalah gelandang muda terbaik yang pernah saya lihat di Inggris selama bertahun-tahun, mungkin sejak Paul Gascoigne. Anak ini punya segalanya. Memang masih sangat awal untuknya, tetapi tanda-tandanya sangat bagus,” kata Ferguson kepada The Daily Record, dilansir Give Me Sport.
Pemain kelahiran 11 April 1996 itu kemudian makin memenuhi ekspektasi itu ketika masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia 2018. Penampilannya di Rusia membuat namanya kembali disebut sebagai salah satu pemain terbaik Inggris.
Namun, perjalanan karier Alli kemudian berubah.
Cedera hingga Masalah di Luar Lapangan
Cedera hamstring yang berulang mulai mengganggu perkembangan Alli. Ia tidak lagi tampil seperti sebelumnya pada periode akhir kepemimpinan Pochettino di Tottenham.
Ketika Jose Mourinho menangani Spurs, Alli juga mendapat peringatan. Dalam dokumenter Amazon "All or Nothing", Mourinho mengatakan Alli akan menyesal jika tidak mampu mencapai potensi terbaiknya.
Setelah itu, karier Alli terus merosot. Ia kesulitan mendapatkan kembali performa terbaik ketika Tottenham dilatih Nuno Espirito Santo dan Antonio Conte.
Pada Januari 2022, Alli meninggalkan Tottenham dan bergabung dengan Everton dengan status pinjaman.
Namun, ia hanya tampil satu kali untuk The Toffees sebelum melanjutkan perjalanan ke Besiktas di Turki. Di klub itu, Alli kembali mengalami cedera.
Masalah yang dihadapi Alli juga tidak sebatas cedera. Dalam wawancara emosional bersama Gary Neville di "The Overlap" pada Juli 2023, ia menceritakan trauma masa kecil yang dialaminya.
Alli juga mengungkap ketergantungannya terhadap obat tidur yang kemudian membuatnya menjalani rehabilitasi. Wawancara itu turut menjelaskan persoalan yang memengaruhi fokus dan kebugarannya.
Bayang Bayang Potensi yang Tak Terwujud
Pujian Ferguson pada 2016 kini terasa makin kontras ketika melihat perjalanan Alli.
Perbandingannya dengan Gascoigne juga menjadi bagian yang mencolok karena mantan gelandang Inggris itu turut mengalami persoalan pribadi sepanjang hidupnya, meski akhirnya dikenal sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola Inggris.
Bagi penggemar yang menyaksikan Alli pada masa terbaiknya, kondisinya sekarang tentu menjadi gambaran berbeda dari ekspektasi yang pernah muncul.
Setelah mengakhiri kebersamaannya dengan klub Italia, Como, Alli kini masih mencari klub baru.
Dalam beberapa waktu terakhir, ia berlatih bersama klub semi-profesional Windsor & Eton. Alli sudah 12 bulan berstatus tanpa klub.
Jika mampu mempertahankan performa terbaik seperti pada masa kejayaannya, gelandang serang kelahiran Milton Keynes itu berpeluang masuk Timnas Inggris yang kini ditangani Thomas Tuchel.
Namun, kenyataannya Alli kini hanya menyaksikan perjalanan negaranya dari rumah.
Alli kini aktif melakukan siaran langsung di Twitch. Dalam salah satu kesempatan, ia menelepon mantan rekan setimnya di Tottenham, Harry Kane, saat siaran berlangsung.
Potongan percakapan keduanya kemudian membuat banyak penggemar merasa sedih.
Alli tetap tersenyum sepanjang percakapan, tetapi ketika Kane mengatakan dirinya berharap Alli "bekerja keras", momen itu kembali mengingatkan pada perjalanan karier sang gelandang yang kini jauh dari ekspektasi besar pada awal kariernya.
Sumber: Give Me Sport