Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, mulai meningkatkan aktivitas kampanyenya menjelang pemilihan presiden FIFA yang akan digelar pada Maret 2027.
Sebanyak 211 federasi anggota akan menentukan siapa yang memimpin badan sepak bola dunia hingga 2031.
Namun, posisi Infantino kali ini tidak sekuat sebelumnya. Ia menghadapi krisis kepemimpinan terbesar sejak menjabat pada 2016 setelah rencana menjual sebagian hak komersial Piala Dunia dan turnamen FIFA kepada investor swasta mendapat penolakan luas.
Rencana itu akhirnya dibatalkan hanya beberapa hari setelah kabar mengenai pembicaraan Infantino dengan investor asal New York, Josh Kushner, mencuat.
Sejak saat itu, sejumlah federasi Eropa menarik dukungan mereka terhadap Infantino.
Meski begitu, Infantino masih memiliki peluang besar untuk mempertahankan jabatannya. Berdasarkan hitungan Associated Press, 87 dari 211 federasi anggota FIFA telah menyatakan dukungan kepadanya.
Jumlah itu membuat Infantino berada dalam posisi kuat jika hanya ada dua kandidat karena pemenang cukup meraih lebih dari separuh suara sah.
Di sisi lain, 49 federasi, sebagian besar berasal dari Eropa, telah menyatakan penolakan. Lebih dari sepertiga anggota FIFA masih belum menentukan sikap.
Peta dukungan juga masih bisa berubah sebelum pemungutan suara pada 18 Maret di Maroko.
Eropa Menentang
UEFA menjadi kekuatan utama yang menentang Infantino. Federasi sepak bola Eropa itu, bersama pimpinan CONCACAF dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), berjanji menghadirkan setidaknya satu kandidat untuk menantang Infantino.
Namun, sosok yang akan maju belum diketahui.
UEFA bahkan telah meminta Infantino mundur. Sejumlah anggotanya juga secara terbuka menarik dukungan.
Meski begitu, tidak semua negara Eropa mengambil sikap yang sama. Azerbaijan, misalnya, masih menyatakan dukungan kepada Infantino.
Afrika dan Amerika Selatan justru menjadi basis dukungan kuat bagi Infantino. Komite eksekutif CAF pada Agustus lalu secara bulat menyatakan dukungan kepadanya.
Namun, belum diketahui apakah seluruh anggota CAF akan mengikuti keputusan itu karena sebagian besar belum menyampaikan sikap secara terbuka.
Sementara itu, seluruh 10 anggota CONMEBOL telah memberikan dukungan kepada Infantino, termasuk Argentina.
Mereka menginginkan Piala Dunia 2030 diperluas menjadi 64 tim agar Amerika Selatan mendapat tambahan slot dan kesempatan menjadi tuan rumah lebih banyak pertandingan. UEFA menolak gagasan itu.
AFC berada dalam posisi berbeda. Konfederasi Asia ikut mengkritik Infantino, tetapi anggotanya tidak sepenuhnya satu suara. Qatar mendukung Infantino, sedangkan Yordania menyatakan penolakan.
CONCACAF juga terpecah. Amerika Serikat dan Kanada berada di pihak yang menentang Infantino, sementara Meksiko menyatakan dukungan.
Di Oseania, Kepulauan Solomon, Tahiti, dan Kaledonia Baru mendukung Infantino, sedangkan Selandia Baru menarik dukungannya, Agustus lalu.
Rencana Investasi Mengubah Peta Dukungan
Situasi Infantino berubah drastis setelah rencana investasi yang sempat disiapkannya terungkap.
Ketika menyaksikan final Piala Dunia 2026 pada 19 Juli di MetLife Stadium, Infantino masih mendapat dukungan dari hampir seluruh federasi anggota FIFA dan diperkirakan tidak akan kesulitan meraih masa jabatan berikutnya.
Sembilan hari kemudian, muncul laporan mengenai pembicaraan Infantino dengan Josh Kushner untuk membentuk anak perusahaan FIFA yang akan mengelola turnamen seperti Piala Dunia.
Reaksi keras dari sepak bola Eropa dan sejumlah pejabat senior FIFA membuat Infantino membatalkan rencana itu hanya dalam empat hari.
Setelahnya, sejumlah federasi Eropa mulai mempertanyakan kepemimpinannya dan menarik dukungan satu per satu.
UEFA bahkan menyatakan sedang menyiapkan laporan pidana terkait rencana investasi itu. FIFA membalas langkah tersebut dengan menyebutnya sebagai kampanye untuk mencemarkan nama baik.
Aturan Pencalonan dan Pemungutan Suara
Associated Press melaporkan, belum ada presiden FIFA yang sedang menjabat kalah dalam pemilihan selama 50 tahun terakhir.
Satu di antara keuntungan petahana adalah kemampuan mengelola dan menyalurkan keuntungan Piala Dunia kepada federasi anggota.
Untuk menjadi kandidat, seseorang harus memiliki peran aktif dalam sepak bola setidaknya selama dua dari lima tahun sebelum pencalonan. Kandidat juga membutuhkan dukungan dari minimal lima dari 211 federasi anggota FIFA.
Jika hanya ada dua kandidat, pemenang harus memperoleh lebih dari setengah suara sah. Jika terdapat tiga kandidat atau lebih, kandidat harus meraih dua pertiga suara dari anggota yang hadir dan memenuhi syarat untuk memilih.
Jika tidak ada yang mencapai jumlah itu, kandidat dengan suara paling sedikit akan tersingkir pada setiap putaran hingga tersisa pemenang dengan dukungan dua pertiga suara atau hanya dua kandidat.
Sebagian federasi memilih belum mengumumkan pilihan karena ada kekhawatiran mengenai konsekuensi politik jika tidak mendukung kandidat yang akhirnya menang.
Spanyol, misalnya, kemungkinan tidak akan terbuka soal pilihannya karena sedang bersaing dengan Maroko, sekutu dekat Infantino, untuk menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030.
Sumber: AP