Bola.com, Jakarta - Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, meluapkan rasa syukur dan kebahagiaan mereka usai berhasil merebut medali emas pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Pencapaian manis ini terasa kian spesial mengingat tim bulutangkis Indonesia sempat mengalami kegagalan pada gelaran empat tahun sebelumnya.
Keduanya sepakat bahwa hasil luar biasa ini merupakan buah dari kerja keras seluruh anggota tim yang berjuang tanpa kenal lelah.
"Pertama-tama pastinya mengucap syukur alhamdulillah atas pencapaian kita berdua dan seluruh tim yang ada di Asian Games. Ya, pastinya sangat senang dan bahagia untuk euforia ini, mengingat empat tahun lalu kami sempat gagal," ujar Leo dalam acara Syukuran Prestasi Bulutangkis Indonesia dalam Ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang digelar pada Rabu (7/10/2026).
Pembenahan Performa
Meski merayakan keberhasilan tersebut, Leo dan Daniel menegaskan mereka tidak ingin cepat berpuas diri maupun larut dalam euforia yang berlebihan.
Bagi mereka, pesta kemenangan cukuplah dirayakan sesaat agar fokus dapat kembali tertuju pada pembenahan performa untuk turnamen turnamen internasional berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Leo dan Daniel juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh masyarakat Indonesia dan penggemar bulutangkis di seluruh dunia.
Mereka menyadari kekecewaan pendukung pada edisi sebelumnya, sehingga medali emas ini dipersembahkan sebagai bentuk penebusan atas kepercayaan publik yang tak pernah surut.
Perjuangan pasangan ini di partai puncak Asian Games 2026 diwarnai momen menegangkan.
Saat memimpin 18-13 di game penentu, keunggulan mereka sempat terkikis hingga kedudukan menipis menjadi 18-17 dan 19-18 akibat tekanan lawan serta keinginan untuk segera menyelesaikan pertandingan.
Penampilan Konsisten dan Mental Baja
Membahas momen krusial tersebut, Daniel Marthin mengungkapkan bahwa kunci utama untuk keluar dari situasi tertekan adalah komunikasi yang cepat dan ketenangan di lapangan.
Di tengah atmosfer laga final yang sangat intens, mereka memilih fokus menjaga kedisiplinan pukulan ketimbang terburu buru melakukan serangan.
"Waktu itu kami terus berkomunikasi dan berdiskusi karena harus cepat mengambil keputusan di babak final set ketiga yang sangat krusial. Yang penting kita sama-sama berusaha, komunikasi dijaga, dan asal bola masuk dulu," jelas Daniel.
Penampilan konsisten serta mentalitas baja yang ditunjukkan Leo dan Daniel menjadi sinyal positif bagi masa depan ganda putra Indonesia.
Kemenangan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi regenerasi bulutangkis tanah air untuk terus mengukir prestasi di panggung dunia.