Sukses Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Plus-Minus Timnas Indonesia di Mata Mantan Kapten Skuad Garuda

Mantan kapten Timnas Indonesia, Agung Setyabudi ikut bangga atas pencapaian Kevin Diks yang berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 08 Oktober 2026, 06:15 WIB
Timnas Indonesia pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). (Bola.com/Budiy Santoso)

Bola.com, Jakarta - Mantan kapten Timnas Indonesia, Agung Setyabudi ikut bangga atas pencapaian Kevin Diks yang berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Tim Merah-Putih belum lama ini meraih gelar juara setelah mengalahkan Thailand di final.

Timnas Indonesia menang lewat adu penalti 4-2 (2-2) atas Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). Pasukan John Herdman pun berpesta dan menyudahi puasa gelar selama 35 tahun di kejuaraan level senior.

Advertisement

Agung Setyabudi mengapresiasi perjuangan para pemain yang terus berjuang keras hingga adu penalti. Diakuinya, Thailand benar-benar memberikan perlawanan sengit, padahal kalah jumlah pemain.

"Alhamdulilah dan bersyukur Timnas kita akhirnya bisa juara. Sebenarnya secara permainan berimbang, bahkan Thailand yang main 10 orang saja juga bisa memaksa laga sampai adu penalti," terang pemain Timnas Indonesia periode 1993 hingga 2004 ini kepada Bola.com, Rabu (7/10/2026).

"Seperti yang pernah saya katakan sebelum pertandingan kemarin, bahwa kita butuh Dewi Fortuna, dan kali ini berpihak kepada Indonesia," lanjut Agung Setyabudi.


Pengaruh Pemain Abroad

Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, membawa jersey Marselino Ferdinan pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Kapten Timnas Indonesia di Piala Asia 2004 itu menilai nilai plus permainan skuad Garuda saat ini adalah agresivitas ala Eropa. Hal itu tak lepas dari peran sebagian besar pemain pilar yang bermain di klub-klub Eropa.

Hampir 100 persen pemain starter Timnas Indonesia merupakan jebolan klub Eropa. Mulai dari kiper hingga striker, menyisakan sosok Rizky Ridho, Ivar Jenner, atau Thom Haye haye yang pernah menjadi starter di FIFA ASEAN Cup, dan bermain di kompetisi domestik Indonesia.

"Sisi positifnya tim ini adalah cara bermainnya sudah berbeda, ada perkembangan karena ada banyak pemain abroad Eropa. Saya rasa banyak perbedaannya dari dulu. Sekarang banyak berani pegang bola, umpan terobosan untuk menciptakan peluang, striker-strikernya tajam, ini sangat bagus untuk Timnas kita," tutur pria asal Solo tersebut.

 


Lubang di Pertahanan

Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Kendati demikian, pemilik 53 penampilan untuk Timnas Indonesia itu juga melihat adanya kelemahan dari skuad John Herdman dari turnamen kemarin. Terutama kerap kesulitan di saat lawan melakukan serangan balik, bahkan dengan 10 orang seperti yang ditunjukkan Thailand kemarin.

Mantan pemain PSIS Semarang dan Persebaya Surabaya itu menyoroti lubang di lini belakang, ketika menghadapi transisi dari menyerang ke bertahan. Terlihat dari dua gol Thailand di final kemarin, terjadi karena memanfaatkan ruang kosong di pertahanan.

"Saya akui, Thailand memang tangguh. Berkaca dari laga kemarin, saya melihatnya buru-buru, merasa sudah menang jumlah pemain, jadi fokusnya mungkin terus menyerang. Ada celah di pertahanan saat transisi. Saat lawan Bangladesh saja juga ada celah itu," tandasnya.

Berita Terkait