Berbekal Juara FIFA ASEAN Cup, Timnas Indonesia Bakal Jadi Kuda Hitam di Piala Asia 2027

Bermodal juara FIFA ASEAN Cup, Timnas Indonesia punya potensi jadi tim kuda hitam di Piala Asia 2027.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 08 Oktober 2026, 08:30 WIB
Para pemain Timnas Indonesia berlari menuju tribun penonton setelah memenangkan adu penalti atas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). (KLY/Budy Santoso)

Bola.com, Jakarta - Setelah meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia langsung dihadapkan pada tantangan yang jauh lebih berat.

Ya, Skuad Garuda akan tampil di putaran final Piala Asia 2027 yang berlangsung di Arab Saudi, 7 Januari hingga 5 Februari 2027.

Advertisement

Timnas Indonesia tergabung di Grup E bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. 

Persaingan di Grup E dipastikan tidak mudah karena Indonesia harus menghadapi dua tim yang memiliki pengalaman tampil di Piala Dunia, yakni Jepang dan Qatar.

Pun begitu Thailand, yang sudah payah dikalahkan di final FIFA ASEAN Cup 2026.

Meski begitu, mantan pemain Timnas Indonesia, Agung Setyabudi, melihat Skuad Garuda tetap memiliki peluang untuk membuat kejutan.

Menurutnya, Indonesia bisa menjadi satu di antara kekuatan yang patut diperhitungkan, meski belum masuk jajaran tim unggulan.


Berpeluang Jadi Kuda Hitam

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tersenyum bangga usai membawa timnya menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (5/10/2026). (KLY/Budy Santoso)

Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 dinilai bisa menjadi modal bagi Timnas Indonesia untuk menghadapi persaingan di level Asia. Namun, Agung mengingatkan tantangan yang dihadapi akan jauh lebih berat.

Jepang dan Qatar menjadi dua lawan yang levelnya berada di atas Indonesia. Keduanya memiliki pengalaman tampil di Piala Dunia sehingga akan menjadi ujian besar bagi Tim Garuda.

"Setidaknya, bisa menjadi kuda hitam di Piala Asia nanti. Lawan kita masih ada di atas, seperti Jepang dan Qatar. Mungkin Thailand bisa kita coba kalahkan lagi nanti," ujar Agung Setyabudi kepada Bola.com, Rabu (7-10-2026).

Indonesia datang dengan catatan positif setelah berhasil menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, Agung menilai pencapaian itu tidak serta-merta membuat langkah Skuad Garuda menjadi lebih ringan di Piala Asia 2027.


Target Lolos ke 16 Besar

Selebrasi bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam (tengah) setelah menjebol gawang Vietnam melalui eksekusi penalti pada laga kedua Grup D Piala Asia 2023 di Abdullah Bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, Jumat (19/1/2024). (AP Photo/Hussein Sayed)

Piala Asia 2027 diikuti 24 tim. Dua tim teratas dari setiap grup melaju ke babak 16 besar, kemudian empat tiket lainnya diberikan kepada tim dengan peringkat ketiga terbaik.

Indonesia punya pengalaman mencapai babak 16 besar pada Piala Asia 2023. Pencapaian di Qatar itu hingga kini menjadi hasil terbaik Timnas Indonesia sepanjang keikutsertaan di turnamen kontinental tersebut.

Piala Asia 2027 juga akan menjadi penampilan keenam Indonesia di putaran final. Sebelumnya, Skuad Garuda tampil pada edisi 1996, 2000, 2004, 2007, dan 2023.

Agung menilai peluang Indonesia untuk kembali lolos dari fase grup tetap terbuka.

Namun, ia tidak ingin memasang target terlalu tinggi karena seluruh peserta juga akan melakukan persiapan dan pembenahan sebelum turnamen dimulai.


Bukan Pesimistis, tapi Realistis

Duel Timnas Indonesia versus Thailand, Justin Hubner pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Jakarta, Senin (5-10-2026). (Dok. Official FAT Facebook)

Thailand, salah satu rival Indonesia di Grup E, juga diyakini akan tampil berbeda. Menurut Agung, Thailand sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan Timnas Indonesia sehingga persaingan kedua tim tidak akan mudah.

"Saya yakin tim lawan, seperti Thailand, akan terus berbenah. Mereka sudah mengantongi kekuatan dan kelemahan Indonesia. Kalau untuk melaju jauh, saya rasa sangat sulit. Bukan pesimistis, tetapi kita harus realistis. Semua tim terus berbenah sekarang," ujar Agung yang menjadi kapten Timnas Indonesia pada Piala Asia 2004 di China.

Dengan Jepang, Qatar, dan Thailand sebagai lawan di fase grup, Timnas Indonesia memiliki pekerjaan besar untuk mengulang pencapaian pada Piala Asia 2023.

Gelar juara di level ASEAN menjadi modal positif, tetapi persaingan di Arab Saudi akan menghadirkan tantangan dengan level yang berbeda.

Berita Terkait