Serie A Dulu Seperti Premier League, Kini Mirip Hollywood: Harus Segera Berinovasi!

Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, membandingkan Serie A dengan Hollywood. Harus segera berinovasi.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 Oktober 2026, 07:45 WIB
Ilustrasi Serie A, Liga Italia. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Pemilik Milan, Gerry Cardinale, menilai Serie A perlu segera melakukan perubahan agar kembali memiliki daya saing dan daya tarik yang lebih besar di level internasional.

Menurutnya, Serie A memiliki banyak kesamaan dengan industri Hollywood yang sama-sama memiliki potensi besar, tetapi harus berani berinovasi.

Advertisement

Cardinale bahkan menggambarkan posisi Serie A pada masa lalu dengan Premier League saat ini.

Ia menilai sepak bola Italia pernah berada di puncak, tetapi kemudian kehilangan momentum karena tidak cukup cepat beradaptasi dengan perubahan.

"Serie A dulu adalah Premier League. Milan berada di puncak. Lalu apa yang terjadi? Dalam industri seperti ini, ketika Anda merasa terlalu nyaman dan gagal melakukan pembaruan, ketika setiap hari tidak dijalani dengan dorongan untuk terus berinovasi, Anda akan dihancurkan oleh persaingan," ujar Cardinale kepada Il Sole 24 Ore.


Pentingnya Inovasi

Pemilik RedBird Capital Partners sekaligus AC Milan, Gerry Cardinale (kiri), berbicara dengan Direktur Olahraga AC Milan, Paolo Maldini saat laga lanjutan Liga Italia 2022/2023 antara AC Milan melawan Inter Milan di Stadion San Siro, Milan, 3 September 2022. (AFP/Isabella Bonotto)

Menurut Cardinale, kondisi Hollywood bisa menjadi gambaran mengenai pentingnya inovasi.

Industri film di Amerika Serikat pernah merasa posisinya aman, tetapi perubahan teknologi kemudian menghadirkan pesaing baru yang mengubah peta industri.

"Hollywood menjadi terlalu nyaman. Mereka merasa terlindungi. Kemudian muncul penjual DVD yang ingin mendapatkan lisensi konten. Netflix lahir dan menghancurkan mereka karena teknologi telah berubah," katanya.

Cardinale melihat persoalan serupa juga perlu diperhatikan dalam sepak bola Italia. Saat ini banyak pembahasan mengenai reformasi untuk memperkecil kesenjangan finansial Serie A dengan Premier League.


Jadi Tontonan Menarik

Bek asal Italia yang bermain untuk Juventus, Federico Gatti (nomor punggung 4), mencetak gol pertama bagi timnya dalam pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan AC Milan di Stadion Allianz, Turin, pada 7 September 2026. (Isabella BONOTTO/AFP)

Menurutnya, satu di antara hal yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas produk yang ditawarkan kompetisi.

Serie A perlu menjadi tontonan yang lebih menarik bagi distributor maupun penonton internasional.

"Saya sudah beberapa kali mengatakan bahwa kita perlu meningkatkan produk ini agar lebih menarik dan lebih memikat bagi para distributor serta penonton internasional," tutur Cardinale.

Ia juga menilai ada sikap enggan terhadap perubahan di Italia. Menurut Cardinale, sebagian pihak masih menunjukkan resistensi terhadap inovasi sehingga sepak bola Italia perlu mengubah pendekatannya.

"Di Italia, orang-orang sedikit waspada terhadap perubahan dan ada resistensi terhadap inovasi. Sepak bola Italia harus berinovasi. Harus berubah dengan rasa urgensi, dan saya ingin menjadi salah satu kekuatan yang mendorong perubahan itu," ujarnya.


Hak Siar Serie A

Duel antara AS Roma vs Inter Milan pada laga pekan ke-7 Serie A 2025/2026 - Dok. AS Roma/@OfficialASRoma

Di sisi lain, perusahaan milik Cardinale, RedBird, menjadi satu di antara pihak penting dalam pengambilalihan Warner Bros. Discovery oleh Skydance.

RedBird menginvestasikan sekitar 6 miliar dolar AS dalam proses tersebut bersama Paramount-Warner dan keluarga Ellison untuk membentuk konglomerasi media besar.

Keterlibatan RedBird di sektor media juga membuka kemungkinan munculnya sinergi dengan Milan pada masa mendatang.

Salah satu kemungkinan yang muncul adalah upaya mendapatkan hak siar Serie A, baik untuk pasar Italia maupun internasional.

Namun, Cardinale belum memastikan apakah RedBird akan mengambil langkah itu. Ia menegaskan masih banyak prioritas yang harus dikerjakan sebelum memikirkan kemungkinan tersebut.

"Kita lihat saja. Saya belum tahu. Saya pikir DAZN melakukan pekerjaan yang sangat baik. Tetapi, apa pun mungkin terjadi. Kami masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan dan banyak prioritas untuk diperhatikan sebelum mulai memikirkan hal ini," kata Cardinale.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait