Bola.com, Mataram - Gempa bumi bermagnitudo 5,2 mengguncang Pulau Lombok pada Rabu (7/10/2026) dini hari, hanya dua hari sebelum rangkaian MotoGP Indonesia 2026 dimulai di Sirkuit Mandalika.
Gempa terjadi pada pukul 04.15 WITA dengan pusat gempa berada di darat, sekitar 9 kilometer tenggara Lombok Barat, dengan kedalaman 92 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah Lombok. Berdasarkan data BMKG, intensitas mencapai IV-V MMI di Mataram dan III-IV MMI di Lombok Tengah, wilayah yang menjadi lokasi Sirkuit Mandalika. Getaran juga terasa hingga Kuta dan Denpasar, Bali.
Meski terjadi menjelang salah satu ajang olahraga terbesar di Indonesia, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan material akibat gempa tersebut. Aktivitas MotoGP di Mandalika pun tetap dijadwalkan berlangsung mulai Jumat (9/10/2026).
Gempa Terjadi Saat Paddock MotoGP Sudah di Lombok
Gempa terjadi ketika sebagian anggota paddock MotoGP sudah tiba di Lombok setelah menyelesaikan seri sebelumnya di Jepang. Sejumlah anggota paddock dilaporkan turut merasakan getaran tersebut.
Kondisi ini membuat gempa menjadi perhatian tersendiri menjelang dimulainya aktivitas di Sirkuit Mandalika. Namun, sejauh ini tidak ada indikasi bahwa kejadian tersebut akan mengubah jadwal MotoGP Indonesia.
Rangkaian aktivitas MotoGP dijadwalkan dimulai pada Jumat (9/10). Sesi latihan bebas pertama berlangsung pada pagi hari, dilanjutkan sesi Practice pada sore harinya.
Sementara itu, kualifikasi dan Sprint Race akan berlangsung pada Sabtu (10/10), sebelum balapan utama digelar pada Minggu (11/10).
Logistik MotoGP juga sudah tiba di Lombok. Sekitar 428,8 ton perlengkapan MotoGP, Moto2, dan Moto3 dikirim dari Jepang menggunakan lima penerbangan charter sebelum dipindahkan menuju Mandalika.
Mandalika Sudah Siapkan Prosedur Evakuasi
Menariknya, gempa tersebut terjadi ketika otoritas setempat memang sedang melakukan persiapan khusus untuk menghadapi kemungkinan bencana selama MotoGP berlangsung.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat menggelar Tactical Floor Game pada Rabu (7/10). Kegiatan tersebut bertujuan menyinkronkan prosedur penanganan keadaan darurat antara berbagai instansi.
Simulasi tersebut mencakup sistem komunikasi, jalur evakuasi, titik kumpul, hingga mobilisasi personel. Skenario gempa bumi dan tsunami juga menjadi bagian dari prosedur yang disiapkan.
Persiapan sebenarnya sudah dilakukan jauh sebelum gempa terjadi. Pada 29 September 2026, sebanyak 541 personel dari berbagai instansi telah dilibatkan dalam koordinasi operasi kontingensi MotoGP, termasuk BPBD, BMKG, kepolisian, TNI, Basarnas, dan relawan.
Dalam skenario yang telah disiapkan, gempa dengan magnitudo di atas 6,0 akan memicu prosedur peringatan dini apabila terdapat potensi tsunami. Penonton kemudian akan diarahkan dari tribun menuju titik evakuasi yang telah ditentukan.
MotoGP Indonesia Tetap Berlangsung Sesuai Jadwal
Gempa yang mengguncang Lombok tidak mengubah agenda MotoGP Indonesia 2026. Aktivitas di Sirkuit Mandalika tetap dimulai pada Jumat (9/10).
Balapan tahun ini menjadi sangat penting karena Jorge Martin datang sebagai pemimpin klasemen sementara MotoGP. Ia hanya unggul dua poin atas Marc Marquez setelah pembalap Ducati tersebut meraih kemenangan Sprint Race dan balapan utama di Jepang.
Mandalika juga memiliki cerita tersendiri bagi kedua pembalap tersebut. Martin pernah memenangkan balapan di Indonesia pada 2024, sedangkan Marquez belum pernah menyelesaikan balapan utama MotoGP di Sirkuit Mandalika.
Dengan persaingan perebutan gelar yang semakin ketat dan Aprilia diprediksi tampil kuat di Mandalika, perhatian kini kembali tertuju ke lintasan.
Untuk sementara, gempa M5,2 yang mengguncang Lombok tidak mengganggu persiapan MotoGP Indonesia 2026. Seluruh rangkaian balapan tetap dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober di Sirkuit Mandalika.
Sumber: Grandepremio