Sir Alex Ferguson Cerita Masa Kritis saat Sakit, Takut Tak Bisa Lihat Stadion Baru MU

Ferguson yang kini berusia 84 tahun menuangkan refleksi tersebut dalam buku terbarunya, Games of My Life.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 08 Oktober 2026, 18:45 WIB
Sir Alex Ferguson terus mengikuti perkembangan MU di semua kompetisi termasuk Liga Europa (AFP)

Bola.com, Jakarta - Sir Alex Ferguson kembali mengungkap sisi personal kehidupannya. Ia berbicara mengenai usia, kesehatan, hingga kematian yang sesekali terlintas dalam pikirannya.

Ferguson yang kini berusia 84 tahun menuangkan refleksi tersebut dalam buku terbarunya, Games of My Life. Buku itu mengulas 21 pertandingan yang memiliki arti penting dalam perjalanan kariernya sebagai salah satu manajer tersukses dalam sejarah sepak bola.

Advertisement

Di balik kisah tentang kesuksesan di lapangan, Ferguson turut menceritakan berbagai persoalan pribadi yang dihadapinya dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah kepergian sang istri, Lady Cathy, serta perjuangannya setelah mengalami pendarahan otak pada 2018.

Pengalaman tersebut membuat Ferguson semakin menyadari betapa berharganya waktu. Bahkan, rencana pembangunan stadion baru Manchester United membuatnya berpikir apakah dirinya masih akan berada di sana ketika markas anyar Setan Merah resmi dibuka.


Berharap Bisa Melihat Stadion Baru MU

Sir Alex Ferguson © AFP

Manchester United sebelumnya mengumumkan ambisi membangun stadion baru berkapasitas sekitar 100 ribu penonton untuk menggantikan Old Trafford. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya rampung.

Situasi itu membuat Ferguson memikirkan usianya. Ia berharap pembangunan stadion baru Manchester United bisa segera dimulai agar dirinya masih memiliki kesempatan untuk menyaksikan langsung peresmiannya.

“Saya tidak terlalu memikirkan apa yang telah ditentukan oleh Tuhan untuk saya, dan saya juga tidak takut mati. Kematian selalu ada bersama kita, bahkan pada saat-saat yang tidak terduga,” tulis Ferguson dalam bukunya.

Meski demikian, Ferguson mengakui bahwa kematian sesekali muncul dalam pikirannya. Salah satunya ketika Manchester United mengumumkan rencana pembangunan stadion baru.

“Saya bertanya-tanya apakah saya masih akan ada untuk merayakan pembukaannya. Saya berharap mereka segera memulai pembangunannya, karena jika membutuhkan waktu lima tahun untuk menyelesaikannya, usia saya akan mendekati 90 tahun,” lanjutnya.

Ferguson tetap memiliki keyakinan bahwa dirinya akan menjadi bagian dari momen bersejarah tersebut.

“Namun, saya tahu saya akan berada di upacara itu dengan satu atau lain cara, secara langsung atau dalam semangat,” ujarnya.


Lewati Masa Kritis

Mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson (tengah), menyaksikan dari tribune menjelang pertandingan leg kedua semifinal Liga Europa antara Manchester United dan Athletic Bilbao di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 8 Mei 2025. (Oli SCARFF/AFP)

Pemikiran Ferguson mengenai kematian tidak terlepas dari pengalaman pahit yang pernah dialaminya. Pada 2018, mantan pelatih Manchester United tersebut mengalami pendarahan otak yang membuat nyawanya berada dalam bahaya.

Ferguson menjalani operasi di Salford Royal. Ia bahkan mengungkapkan bahwa dari lima pasien yang menjalani operasi karena kondisi serupa pada hari tersebut, hanya dua yang berhasil bertahan hidup.

“Saya selamat bukan karena mendapatkan perlakuan khusus, tetapi karena serangkaian keberuntungan,” tulis Ferguson.

Ia menyebut dukungan keluarga, penanganan paramedis, pemeriksaan medis yang cepat, hingga tindakan dokter yang tepat waktu sebagai sejumlah faktor penting yang membantunya melewati masa kritis tersebut.

“Saya beruntung masih berada di sini,” tulisnya.

Sumber: Express

Berita Terkait