Max Verstappen Tegas soal Ferrari: Buat Apa Pindah jika Hanya Finis P5 atau P6?

Max Verstappen mengaku sangat menghormati Ferrari, tetapi tidak tertarik pindah jika hanya bisa bersaing untuk posisi kelima atau keenam.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 08 Oktober 2026, 19:45 WIB
Max Verstappen menjadi yang tercepat di F1 2025 GP Italia yang digelar di Sirkuit Monza, Minggu (7/9/2025) malam. (AFP/Marco Bertorello)

Bola.com, Jakarta - Max Verstappen memberikan jawaban tegas ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya membela Ferrari pada masa depan.

Pembalap Red Bull tersebut mengaku sangat menghormati tim asal Italia itu, tetapi tidak tertarik bergabung jika hanya akan membuatnya bersaing untuk posisi kelima atau keenam.

Advertisement

Verstappen menegaskan bahwa target utamanya di Formula 1 adalah memenangkan balapan. Karena itu, nama besar dan sejarah Ferrari saja tidak cukup untuk membuatnya tertarik meninggalkan Red Bull.

"Saya hanya ingin menang. Saya bukan tipe orang yang nostalgik," ujar Verstappen.

Pembalap asal Belanda itu kemudian mengakui bahwa dirinya memiliki rasa hormat yang besar terhadap Ferrari. Namun, ia tetap mempertimbangkan aspek kompetitif sebelum mengambil keputusan mengenai masa depannya.


Tidak Tertarik Sekadar Membela Ferrari

Pembalap Red Bull, Max Verstappen, asal Belanda memberi isyarat selama sesi kualifikasi menjelang Grand Prix Formula Satu Brasil di sirkuit Interlagos, Sao Paulo, Sabtu, 8 November 2025. (Foto AP/Ettore Chiereguini)

Ferrari merupakan salah satu tim paling ikonik dalam sejarah Formula 1. Namun, bagi Verstappen, reputasi tersebut bukan alasan yang cukup untuk membuatnya pindah.

"Saya sangat menghormati merek Ferrari. Tetapi jika itu berarti berkomitmen penuh dan mengemudi untuk posisi kelima atau keenam, apa gunanya?" kata Verstappen.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Verstappen lebih mengutamakan peluang untuk memenangkan balapan daripada sekadar membela tim dengan sejarah besar.

Ia juga tidak mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak akan pernah membalap untuk Ferrari. Verstappen hanya menegaskan bahwa kondisi kompetitif akan menjadi faktor penting jika peluang tersebut benar-benar datang.

Dengan kata lain, Ferrari harus memiliki mobil yang mampu membawanya bersaing di barisan depan apabila ingin membuat Verstappen tertarik.


Red Bull Sudah Seperti Keluarga

Pembalap Red Bull Racing asal Belanda, Max Verstappen, membawa mobilnya kembali ke garasi saat ia mundur dari balapan selama Grand Prix Formula 1 Monako di sirkuit jalanan Monako, pada 7 Juni 2026. (Yves Herman/POOL/AFP)

Verstappen juga berbicara mengenai hubungannya dengan Red Bull. Ia mengaku sudah meraih banyak hal bersama tim tersebut dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan mereka.

"Red Bull seperti keluarga kedua bagi saya, dan tantangan untuk membangun kembali semuanya membuat saya terus maju," ujar Verstappen.

Bagi Verstappen, kondisi Red Bull saat ini justru memberikan tantangan tersendiri. Ia ingin membantu tim tersebut kembali membangun kekuatan mereka.

Pembalap berusia 29 tahun itu juga mengatakan dirinya sangat berorientasi pada hasil. Karena itu, keputusan mengenai masa depannya akan tetap berkaitan erat dengan seberapa kompetitif dirinya dan tim yang dibelanya.


Verstappen Masih Fokus pada Kemenangan

Pebalap F1 dari tim Red Bull, Max Verstappen, saat menjalani latihan bebas kedua jelang F1 GP Bahrain 2026 yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, Jumat (2/10/2026). (AP Photo/Aijaz Rahi)

Verstappen sebelumnya telah memperpanjang komitmennya bersama Red Bull untuk beberapa tahun ke depan. Namun, ia juga mengakui bahwa dirinya akan kembali mengevaluasi masa depan setelah periode tersebut.

Ia mengatakan akan bertanya kepada dirinya sendiri apakah masih bisa memberikan komitmen penuh untuk terus membalap atau justru memiliki hal lain yang ingin mendapatkan lebih banyak waktunya.

Untuk saat ini, fokus Verstappen tetap jelas. Ia ingin menang dan membantu Red Bull membangun kembali performanya.

Karena itu, rumor mengenai Ferrari belum menjadi sesuatu yang membuatnya tergoda. Bagi Verstappen, membela tim legendaris tidak akan memiliki arti jika dirinya hanya berjuang untuk finis di posisi kelima atau keenam.

Berita Terkait