Bola.com, Jakarta - Manuel Akanji mengaku khawatir gelar juara yang diraihnya bersama Manchester City ikut dicabut setelah The Citizens dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan pelanggaran aturan keuangan Premier League.
Komisi independen menyatakan Man City menggunakan kontrak fiktif untuk menyamarkan pendanaan senilai lebih dari 830 juta paun pada periode 2009 hingga 2018.
Man City membantah tuduhan dan telah mengajukan banding dengan keyakinan memiliki bukti kuat untuk membersihkan nama mereka.
Akanji, yang kini memperkuat Inter Milan, mengaku masih berkomunikasi dengan sejumlah mantan rekan setimnya.
Namun, ia tidak mengetahui perkembangan kasus tersebut lebih jauh.
"Kami diberi tahu untuk tetap tenang, bahwa semuanya terkendali dan tidak ada sesuatu yang besar terjadi," kata Akanji kepada Nau.
Pencapaian Tidak Terdampak
Kendati memercayai pihak manajemen Man City, pemain asal Swiss itu tetap berharap pencapaiannya tidak terdampak oleh kasus tersebut.
Ia mengaku hanya mengikuti perkembangan perkara melalui pemberitaan dan tidak mengetahui apakah akan ada temuan baru.
"Saya percaya kepada orang-orang yang bertanggung jawab di Manchester City. Saya berharap gelar-gelar saya tidak hilang. Itu tentu akan sangat disayangkan. Namun, saya juga hanya mengikuti perkembangan ini melalui pemberitaan. Siapa yang tahu apa lagi yang mungkin mereka temukan," ujarnya.
Akanji memperkuat Manchester City pada 2022 hingga 2025 dan membantu The Citizens meraih dua gelar Premier League, Liga Champions, serta Piala FA.
Namun, ia baru bergabung empat tahun setelah periode pelanggaran keuangan yang dituduhkan Premier League berakhir.
Janji Jaga Keluarga Besar Man City
Komisi independen memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi berupa degradasi, denda tanpa batas, pengurangan poin, hingga larangan transfer.
Meski begitu, pencabutan gelar secara retroaktif yang diraih Man City selama periode sembilan tahun tersebut dinilai sangat kecil kemungkinannya.
Sementara itu, CEO Manchester City, Ferran Soriano, menyampaikan pesan kepada para karyawan klub melalui sebuah video setelah putusan diumumkan.
Ia mengklaim keputusan tersebut didasarkan pada "satu tuduhan palsu" yang mendukung "teori konspirasi Premier League" terhadap klub.
Soriano juga berjanji akan menjaga seluruh keluarga besar Man City selama perkara tersebut berlangsung.
Pesan itu sejalan dengan pandangan Kyle Walker, yang membela Man City pada 2017 hingga 2025 dan meraih berbagai gelar bergengsi.
Walker memenangkan enam gelar Premier League, Liga Champions, dua Piala FA, Piala Dunia Antarklub, serta empat Piala Liga Inggris bersama Man City.
Komentar Walker
Berbicara kepada talkSPORT, ia mengakui situasi yang dihadapi mantan klubnya memang tidak terlihat baik, tetapi memilih tidak berkomentar lebih jauh mengenai proses hukum yang masih berjalan.
"Jelas, situasinya tidak terlihat bagus. Saya tahu kasus ini masih dalam tahap banding. Jadi, jika saya mulai mengomentari proses hukum dan segala hal terkait dengannya, mungkin itu tidak akan menguntungkan saya maupun siapa pun yang terlibat," kata Walker.
Meski demikian, Walker menegaskan apa pun hasil akhir kasus tersebut, pengalaman merayakan berbagai gelar bersama Man City tidak akan terhapus.
"Kami menghabiskan begitu banyak tahun yang luar biasa bersama, merayakan banyak trofi. Apa pun yang terjadi, pengalaman itu tidak bisa diambil dari kami karena kami sudah merasakan malam-malam tersebut," ujarnya.
Walker pun menyerahkan kelanjutan perkara tersebut kepada proses banding yang sedang berlangsung.
Baginya, kenangan meraih berbagai gelar bersama Man City akan tetap menjadi bagian dari perjalanan kariernya, terlepas dari hasil akhir kasus tersebut.
Sumber: Mirror