Gianni Infantino Berpeluang Terpilih Lagi Sebagai Presiden FIFA, Pesaing Terkuat Pilih Bertahan di Concacaf

Jalan Gianni Infantino mempertahankan kursi Presiden FIFA makin mulus, rival potensial pilih tak mencalonkan diri.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 09 Oktober 2026, 09:45 WIB
Presiden CONCACAF, Victor Montagliani (kiri), dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyaksikan upacara penyerahan trofi setelah Meksiko mengalahkan Amerika Serikat 2-1 untuk memenangkan Gold Cup CONCACAF 2025 antara Amerika Serikat dan Meksiko di Stadion NRG pada 6 Juli 2025 di Houston, Texas. (Omar Vega/Getty Images/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Gianni Infantino makin berpeluang mempertahankan jabatannya sebagai Presiden FIFA setelah Victor Montagliani memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai presiden Concacaf.

Keputusan tersebut membuat Montagliani tidak bisa maju untuk menantang Infantino dalam pemilihan presiden FIFA.

Advertisement

Sejumlah sumber mengonfirmasi kepada ESPN bahwa Montagliani telah menyampaikan rencananya kepada sejumlah kolega.

Pria yang pernah memimpin Federasi Sepak Bola Kanada itu akan memburu masa jabatan baru di konfederasi yang menaungi kawasan Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia.

Sebelumnya, Montagliani dianggap sebagai kandidat paling potensial untuk menghadapi Infantino.

Peluang tersebut muncul setelah rencana Infantino menghimpun dana 20 miliar dolar AS melalui penjualan sebagian hak kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia putra, menuai kontroversi.


Memburu Masa Jabatan Terakhir

Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, berjalan melintasi lapangan sebelum final Piala Emas CONCACAF 2025 antara Amerika Serikat dan Meksiko di Stadion NRG pada 6 Juli 2025 di Houston, Texas. (Omar Vega/Getty Images/Getty Images via AFP)

Infantino mengumumkan rencana itu pada Juli lalu, tetapi menariknya kembali hanya dalam hitungan hari setelah mendapat penolakan luas dari berbagai pihak di dunia sepak bola.

UEFA bahkan sempat mengancam memboikot seluruh kompetisi FIFA sebagai bentuk protes.

UEFA, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara terbuka menyampaikan penolakan terhadap rencana tersebut.

Infantino sebelumnya diperkirakan bakal melaju tanpa pesaing dalam pemilihan presiden FIFA, yang akan menjadi upayanya mempertahankan jabatan setelah satu dekade menggantikan Sepp Blatter.

Namun, Montagliani yang juga menjabat sebagai wakil presiden FIFA kini memilih memburu masa jabatan empat tahun terakhir di Concacaf.


Pulukan bagi Anti-Infantino

AFC, CONCACAF dan UEFA menantang FIFA pimpinan Gianni Infantino.

Menurut sumber ESPN, ia telah menyampaikan keputusan tersebut kepada sejumlah pejabat dalam sebuah lokakarya awal bulan ini. The Guardian lebih dahulu melaporkan rencana pencalonan kembali Montagliani.

Keputusan itu menjadi pukulan bagi pihak-pihak yang ingin mengganti Infantino.

UEFA dan kelompok penentang lainnya kini harus mencari kandidat yang layak untuk menantang presiden petahana sebelum batas akhir pendaftaran pada 18 November.

Sebaliknya, mundurnya Montagliani dari persaingan dipandang sebagai keuntungan besar bagi Infantino.


Infantino Makin Yakin

Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

Sumber ESPN menyebut Montagliani sebenarnya belum pernah secara resmi menyatakan kesediaannya untuk maju sebagai calon presiden FIFA.

ESPN juga melaporkan pekan lalu, Infantino makin yakin bisa mengamankan dukungan yang dibutuhkan untuk kembali terpilih. Ia memerlukan sedikitnya 106 suara dari total 211 anggota FIFA.

Mantan bek Timnas Swiss dan Tottenham Hotspur, Ramon Vega, sebelumnya menyatakan kesiapannya menantang Infantino.

Akan tetapi, pria berusia 55 tahun itu tidak memenuhi persyaratan pencalonan karena tidak memiliki peran aktif di sepak bola selama sedikitnya dua tahun dalam lima tahun terakhir.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait