Bola.com, Jakarta - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan metode unik yang diterapkannya saat pertama kali menangani The Gunners pada Desember 2019.
Pelatih asal Spanyol itu bahkan mengacak-acak ruang kerjanya sendiri demi menggambarkan kondisi klub yang dinilainya sedang kacau.
Arteta mengaku sengaja menjatuhkan berbagai barang di ruang kerjanya, mulai dari komputer, laptop, hingga kabel. Setelah itu, ia mengumpulkan seluruh staf untuk menyampaikan pesan penting tentang kondisi internal Arsenal saat itu.
Langkah ekstrem tersebut menjadi bagian dari upayanya membenahi The Gunner yang tengah mengalami kemerosotan performa.
"Saya menghancurkan ruang kerja itu dan meletakkan semuanya di lantai, mulai dari komputer, laptop, hingga kabel. Setelah itu, saya memanggil semua orang," ujar Arteta seperti dikutip dari The Athletic, yang dilansir The Sun, Jumat (9/10/2026).
"Saya berkata, 'Dengar, inilah yang saya dengar. Saya tidak tahu apakah ini benar, tetapi dari banyak orang berbeda, inilah gambaran tentang bagaimana mereka merasakan bekerja di organisasi ini'," lanjutnya.
Ajakan Bekerja Sama
Arteta kemudian memberikan tantangan kepada para stafnya. Ia ingin semua orang menikmati pekerjaan, menjalani kehidupan dengan baik, dan mempertahankan semangat yang sama untuk membangun klub.
"Saya di sini untuk membantu kalian menikmati profesi dan kehidupan, serta semangat yang kita miliki bersama. Jika kalian ingin saya membantu mewujudkannya, kalian punya waktu dua menit untuk merapikan semuanya dan setidaknya bersiap bekerja bersama," tutur Arteta.
Setelah menyampaikan pesan tersebut, Arteta meninggalkan ruangan. Ketika kembali dua menit kemudian, ia mendapati ruang kerja itu sudah rapi dan seluruh staf terdiam, siap mendengarkan arahannya.
"Saya kembali dua menit kemudian dan semuanya sudah sangat rapi. Semua orang diam dan siap mendengarkan," ungkap Arteta.
"Saya berkata, 'Ini baru permulaan. Apa pun yang ingin kita capai, kita harus melakukannya bersama-sama. Saya tidak bisa melakukannya sendirian. Masalah yang kita hadapi jauh lebih dalam dari itu, tetapi peluang yang kita miliki tidak terbatas'," imbuhnya.
Metode Unik Arteta
Sejak meninggalkan posisinya sebagai asisten Pep Guardiola di Manchester City, Arteta memang dikenal memiliki pendekatan yang tidak biasa dalam menangani tim.
Salah satu contohnya adalah ketika ia menyewa seorang pencopet untuk mengambil barang-barang pribadi para pemain saat acara makan malam tim. Aksi tersebut dilakukan untuk mengajarkan pentingnya kewaspadaan, termasuk ketika berada di lapangan.
Arteta juga pernah membuat situasi pramusim menjadi tidak nyaman dengan menunda waktu makan, mengalihkan transportasi, hingga menaikkan suhu pendingin ruangan di ruang ganti.
Metode-metode tersebut sempat menuai kritik ketika Arsenal berjuang mengakhiri puasa gelar Liga Inggris.
Namun, pendekatan Arteta turut menjadi bagian dari transformasi klub London Utara tersebut. Arsenal yang sebelumnya terpuruk di papan tengah perlahan kembali menjadi penantang serius dalam perebutan gelar.
Kerja kerasnya pun berbuah hasil. Arteta membawa Arsenal meraih gelar Premier League pertama mereka dalam 22 tahun, sekaligus memperkuat posisinya sebagai sosok penting dalam proyek jangka panjang klub.
Terbaru, Arteta mendapatkan kontrak baru berdurasi tiga tahun dengan nilai yang dilaporkan mencapai 80 juta poundsterling. Kesepakatan tersebut membuatnya tetap berada di Emirates Stadium hingga 2030.
Sumber: The Sun