Mikel Arteta Bocorkan Metode Unik Bangkitkan Arsenal, Hancurkan Ruang Kerja pada Hari Pertama

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan metode unik yang diterapkannya saat pertama kali menangani The Gunners pada Desember 2019.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 09 Oktober 2026, 11:15 WIB
Wajah bahagia terpancar dari Mikel Arteta setelah Arsenal berhasil meraih kemenangan penting saat menjamu Burnley dalam lanjutan Premier League 2025/2026. Bermain di Emirates Stadium, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB, The Gunners menang tipis 1-0 lewat gol Kai Havertz. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Bola.com, Jakarta - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan metode unik yang diterapkannya saat pertama kali menangani The Gunners pada Desember 2019.

Pelatih asal Spanyol itu bahkan mengacak-acak ruang kerjanya sendiri demi menggambarkan kondisi klub yang dinilainya sedang kacau.

Advertisement

Arteta mengaku sengaja menjatuhkan berbagai barang di ruang kerjanya, mulai dari komputer, laptop, hingga kabel. Setelah itu, ia mengumpulkan seluruh staf untuk menyampaikan pesan penting tentang kondisi internal Arsenal saat itu.

Langkah ekstrem tersebut menjadi bagian dari upayanya membenahi The Gunner yang tengah mengalami kemerosotan performa.

"Saya menghancurkan ruang kerja itu dan meletakkan semuanya di lantai, mulai dari komputer, laptop, hingga kabel. Setelah itu, saya memanggil semua orang," ujar Arteta seperti dikutip dari The Athletic, yang dilansir The Sun, Jumat (9/10/2026). 

"Saya berkata, 'Dengar, inilah yang saya dengar. Saya tidak tahu apakah ini benar, tetapi dari banyak orang berbeda, inilah gambaran tentang bagaimana mereka merasakan bekerja di organisasi ini'," lanjutnya.

 


Ajakan Bekerja Sama

Hasil ini membuat selisih poin skuad asuhan Mikel Arteta sebagai pemuncak klasemen Liga Inggris 2025/2026 semakin menipis. Mereka kini hanya terpaut lima poin dari Manchester City yang belum memainkan laga ke-27 mereka. (AP Photo/Dave Shopland)

Arteta kemudian memberikan tantangan kepada para stafnya. Ia ingin semua orang menikmati pekerjaan, menjalani kehidupan dengan baik, dan mempertahankan semangat yang sama untuk membangun klub.

"Saya di sini untuk membantu kalian menikmati profesi dan kehidupan, serta semangat yang kita miliki bersama. Jika kalian ingin saya membantu mewujudkannya, kalian punya waktu dua menit untuk merapikan semuanya dan setidaknya bersiap bekerja bersama," tutur Arteta.

Setelah menyampaikan pesan tersebut, Arteta meninggalkan ruangan. Ketika kembali dua menit kemudian, ia mendapati ruang kerja itu sudah rapi dan seluruh staf terdiam, siap mendengarkan arahannya.

"Saya kembali dua menit kemudian dan semuanya sudah sangat rapi. Semua orang diam dan siap mendengarkan," ungkap Arteta.

"Saya berkata, 'Ini baru permulaan. Apa pun yang ingin kita capai, kita harus melakukannya bersama-sama. Saya tidak bisa melakukannya sendirian. Masalah yang kita hadapi jauh lebih dalam dari itu, tetapi peluang yang kita miliki tidak terbatas'," imbuhnya.

 


Metode Unik Arteta

Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kiri ke kanan), memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada gelandang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 41, Declan Rice, gelandang Arsenal asal Brasil bernomor punggung 11, Gabriel Martinelli, dan bek Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 36, Martin Zubimendi, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Bayer 04 Leverkusen vs Arsenal di Leverkusen, Jerman barat, pada 12 Maret 2026. (INA FASSBENDER/AFP)

Sejak meninggalkan posisinya sebagai asisten Pep Guardiola di Manchester City, Arteta memang dikenal memiliki pendekatan yang tidak biasa dalam menangani tim.

Salah satu contohnya adalah ketika ia menyewa seorang pencopet untuk mengambil barang-barang pribadi para pemain saat acara makan malam tim. Aksi tersebut dilakukan untuk mengajarkan pentingnya kewaspadaan, termasuk ketika berada di lapangan.

Arteta juga pernah membuat situasi pramusim menjadi tidak nyaman dengan menunda waktu makan, mengalihkan transportasi, hingga menaikkan suhu pendingin ruangan di ruang ganti.

Metode-metode tersebut sempat menuai kritik ketika Arsenal berjuang mengakhiri puasa gelar Liga Inggris.

Namun, pendekatan Arteta turut menjadi bagian dari transformasi klub London Utara tersebut. Arsenal yang sebelumnya terpuruk di papan tengah perlahan kembali menjadi penantang serius dalam perebutan gelar.

Kerja kerasnya pun berbuah hasil. Arteta membawa Arsenal meraih gelar Premier League pertama mereka dalam 22 tahun, sekaligus memperkuat posisinya sebagai sosok penting dalam proyek jangka panjang klub.

Terbaru, Arteta mendapatkan kontrak baru berdurasi tiga tahun dengan nilai yang dilaporkan mencapai 80 juta poundsterling. Kesepakatan tersebut membuatnya tetap berada di Emirates Stadium hingga 2030.

Sumber: The Sun

 


Yuk Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait