Fermin Aldeguer Pesimistis Bisa Ulangi Kemenangan di MotoGP Mandalika 2026

Pembalap Gresini Racing, Fermin Aldeguer, mengakui peluang mengulangi kemenangan di MotoGP Mandalika 2026 tidak sebesar musim lalu.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 09 Oktober 2026, 11:45 WIB
Pembalap tim MotoGP BK8 Gresini Racing, Fermin Aldeguer merayakan kemenangannya usai menjuarai balapan MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada Minggu (5/10/2025). (AFP/Sonny Tumbelaka). (AFP/Sonny Tumbelaka).

Bola.com, Jakarta - Pembalap Gresini Racing, Fermin Aldeguer, mengakui peluang mengulangi kemenangan di MotoGP Mandalika 2026 tidak sebesar musim lalu. Ia merasa kondisinya saat ini belum berada pada level yang sama seperti ketika berjaya di Sirkuit Mandalika pada 2025.

Aldeguer tampil dominan pada balapan MotoGP Mandalika tahun lalu. Pembalap asal Spanyol itu finis di posisi pertama dengan keunggulan hampir tujuh detik atas Pedro Acosta, setelah Marco Bezzecchi mengalami kecelakaan pada lap pertama.

Advertisement

Sebelum tiba di Mandalika pada 2025, Aldeguer juga menunjukkan performa impresif dengan meraih sejumlah hasil positif, termasuk finis di posisi kedua pada MotoGP Austria.

Namun, situasinya berbeda pada musim ini. Hasil apik yang mengiringinya menjelang balapan di Indonesia tidak terulang. Pembalap berusia 21 tahun itu juga sempat mengalami cedera pada awal musim dan kembali mengalami masalah fisik saat MotoGP Belanda.

Setelah menjalani 16 seri balapan, Aldeguer baru mengoleksi satu podium. Kondisi tersebut membuatnya tidak ingin memasang ekspektasi terlalu tinggi untuk MotoGP Indonesia 2026.

"Saya tahu bahwa saya tidak berada dalam momen yang sama seperti tahun lalu," ujar Aldeguer menjelang balapan MotoGP Indonesia, dikutip dari Crash, Jumat (9/10/2026). 

"Tahun lalu, saya meraih lebih banyak podium sebelum tiba di sini dan lebih konsisten berada di lima besar. Tahun ini, karena cedera dan perasaan saya terhadap motor, kami menghadapi jauh lebih banyak kesulitan," lanjutnya.

 


Format Baru

Pembalap MotoGP Spanyol tim BK8 Gresini Racing, Fermin Aldeguer, merayakan kemenangan di podium usai menjuarai balapan MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada Minggu (5/10/2025). (AFP/Sonny Tumbelaka).

Meski demikian, Aldeguer tetap optimistis bisa tampil kompetitif di Sirkuit Mandalika. Ia menilai karakter lintasan tersebut cukup cocok dengan gaya balapnya.

"Mandalika merupakan trek yang bagus bagi saya. Saat masih berkompetisi di Moto2, saya juga mendapatkan hasil bagus di sini. Kami harus melakukan yang terbaik," katanya.

"Kemenangan tentu menjadi salah satu target saya, tetapi kami harus memulai dengan tenang dan tidak terlalu memikirkan hal tersebut," imbuhnya.

Selain membicarakan peluangnya di Mandalika, Aldeguer turut memberikan pandangan mengenai perubahan format akhir pekan balapan MotoGP yang akan mulai diterapkan pada 2027.

Dalam format baru tersebut, durasi latihan akan dikurangi selama 25 menit. Selain itu, akan ada sesi kualifikasi tambahan untuk menentukan posisi start Sprint pada Jumat sore.

Format kualifikasi juga mengalami perubahan. Seluruh 22 pembalap akan mengikuti sesi Q1 selama 15 menit, sementara sesi Warm Up pada Minggu pagi akan dihapus.

 


Sisi Positif dan Negatif

Pembalap tim BK8 Gresini Racing, Fermin Aldeguer berlaga pada balapan MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada Minggu (5/10/2025). (AFP/Sonny Tumbelaka). (AFP/Sonny Tumbelaka).

Menurut Aldeguer, perubahan tersebut memiliki sisi positif sekaligus negatif bagi para pembalap.

Salah satu kekurangannya adalah sesi kualifikasi pada Jumat akan menjadi lebih padat. Seluruh pembalap harus berusaha mencatatkan waktu terbaik dalam durasi yang terbatas, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

"Ada beberapa hal positif dan negatif," ujar Aldeguer.

"Sisi negatifnya, pada Jumat kami harus melakukan time attack dengan 22 pembalap berada di lintasan selama 15 menit. Akan ada lebih banyak bendera kuning dan mungkin risiko yang lebih besar," jelasnya.

Di sisi lain, pengurangan waktu di lintasan dinilai bisa membantu kondisi fisik pembalap. Mereka juga memiliki peluang untuk memperbaiki posisi start menuju balapan utama meskipun mengalami kesulitan pada Jumat.

"Sisi positifnya, kami memiliki waktu 20 hingga 25 menit lebih sedikit di lintasan. Dari segi kondisi fisik, hal itu cukup baik," kata Aldeguer.

"Selain itu, peluang untuk balapan utama juga lebih terbuka. Jika mengalami kesulitan pada Jumat, kalian masih bisa mendapatkan hasil bagus dalam kualifikasi normal dan memulai balapan utama dari posisi depan," lanjutnya.

Warm Up Diganti Sesi Singkat Sebelum BalapanPenghapusan sesi Warm Up pada Minggu pagi menjadi salah satu perubahan yang cukup menarik perhatian Aldeguer.

Sebagai gantinya, pit lane akan dibuka selama 10 menit sebelum balapan dimulai. Dalam waktu tersebut, pembalap diperkirakan hanya bisa menjalani sekitar dua putaran untuk mempersiapkan motor.

Aldeguer mengaku menyukai sesi Warm Up karena memberinya kesempatan untuk memanaskan tubuh sebelum balapan. Sesi tersebut juga berguna bagi pembalap yang mengalami kecelakaan pada Sabtu untuk kembali memeriksa kondisi motor.

"Saya menyukai sesi Warm Up karena pada akhirnya saya bisa memanaskan tubuh sebelum balapan," ujarnya.

"Jika mengalami kecelakaan pada Sabtu, kalian juga memiliki kesempatan untuk mencoba motor dan memastikan semuanya kembali dalam kondisi baik," lanjutnya.

Meski demikian, ia menyadari para pembalap harus beradaptasi dengan aturan baru tersebut.

"Dengan pit lane terbuka selama 10 menit, mungkin kami hanya bisa melakukan dua putaran. Saya tidak tahu apakah itu lebih baik atau tidak, tetapi memang seperti itulah formatnya," kata Aldeguer.

Sumber: Crash

 

Berita Terkait