Bola.com, Jakarta - Mantan gelandang Liverpool, Didi Hamann, menilai polemik 115 dakwaan yang dihadapi Manchester City berpotensi memengaruhi masa depan para pemainnya.
Menurutnya, para pemain dan agen mereka akan menjalin komunikasi intensif dengan manajemen klub untuk membahas situasi kontrak apabila Man City gagal membantah tuduhan tersebut.
Man City saat ini sedang mengajukan banding atas 115 dakwaan yang diarahkan kepada mereka.
Langkah itu dilakukan pada Jumat, setelah Premier League menyatakan Man City bersalah atas seluruh tuduhan yang diajukan.
Man City dituding menggunakan kontrak fiktif untuk meningkatkan pendapatan dan memperkuat kondisi keuangan klub selama periode panjang.
Pelanggaran Man City
Praktik yang dituduhkan itu disebut berkaitan dengan keberhasilan klub pada era kepemimpinan saat ini.
Proses banding kini berjalan, sementara perhatian tertuju pada jenis hukuman yang berpotensi dijatuhkan oleh pihak Premier League. Besaran sanksi tersebut masih menjadi tanda tanya.
Dalam kasus pelanggaran aturan keuangan sebelumnya, Everton pernah menerima pengurangan 10 poin sebelum hukumannya dikurangi menjadi enam poin melalui banding.
Nottingham Forest juga pernah dijatuhi pengurangan empat poin. Everton kemudian kembali mendapat pengurangan dua poin akibat pelanggaran PSR lain yang lebih ringan.
Klub dalam Tekanan
Sejumlah pihak menilai hukuman terhadap klub-klub tersebut dapat menjadi acuan dalam penanganan kasus Man City.
Mereka memperkirakan klub yang bermarkas di Etihad Stadium itu berpotensi menghadapi pengurangan poin dalam jumlah besar serta denda finansial.
Meski demikian, bentuk hukuman yang akan diterima The Citizens belum diketahui.
Jika sanksi finansial yang berat dijatuhkan, klub bisa menghadapi tekanan untuk menjual sejumlah pemain bintangnya demi menjaga keseimbangan keuangan.
Hamann menilai ketidakpastian tersebut dapat memengaruhi para pemain Man City.
Ia memperkirakan persoalan ini akan menjadi perhatian serius bagi pemain maupun agen mereka karena menyangkut masa depan setiap individu di dalam skuad.
"Situasi ini tentu bisa memberikan dampak," ujar Hamann kepada Sky Germany ketika membahas potensi gejolak finansial yang mungkin dialami Man City.
Ancaman Sanksi Berat
Ia juga menyoroti kemungkinan Man City menerima hukuman berat, termasuk ancaman degradasi yang telah menjadi bahan pembicaraan.
"Dengan adanya pembicaraan mengenai kemungkinan degradasi paksa, menurut saya, hukuman paling ringan yang akan mereka hadapi adalah pengurangan poin dalam jumlah besar. Pada akhirnya, hal itu bisa berujung pada degradasi," katanya.
Hamann menambahkan bahwa para pemain dan agen mereka kemungkinan sedang berkomunikasi erat dengan manajemen Man City untuk membahas perkembangan kasus tersebut.
"Wajar jika para pemain dan agen mereka saat ini menjalin komunikasi intensif dengan manajemen Manchester City karena persoalan ini berdampak pada setiap pemain," ujar Hamann, yang kini berusia 53 tahun.
Sumber: Sport Witness