Marc Marquez Kritik Format Baru MotoGP 2027: Pembalap Cuma Bisa Diam

Marc Marquez Sebut Pembalap Tak Diberi Ruang Berpendapat soal Format MotoGP 2027.

BolaCom | Juventus FiladelfiaDiterbitkan 09 Oktober 2026, 11:30 WIB
Pembalap Tim Lenovo Ducati, Marc Marquez, merayakan kemenangannya di penghujung Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, di Misano Adriatico, Italia utara pada 13 September 2026. (Andreas SOLARO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pembalap Ducati Lonovo, Marc Marquez, melontarkan kritik terhadap format akhir pekan MotoGP 2027 yang akan menghadirkan sesi kualifikasi khusus untuk Sprint Race. 

Pembalap berkebangsaan Spanyol itu mempertanyakan tujuan perubahan tersebut dan menilai jadwal baru berpotensi membuat para pembalap semakin kelelahan.

Advertisement

MotoGP mengumumkan perubahan format menjelang MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika. Mulai musim 2027, sesi kualifikasi tambahan berdurasi 15 menit akan digelar pada Jumat untuk menentukan posisi start Sprint Race.

Laporan Crash menyebutkan, sesi tersebut berlangsung setelah FP1 selama 45 menit dan FP2 selama 30 menit.

Di sisi lain, kualifikasi untuk balapan utama tetap digelar pada Sabtu sebelum Sprint Race. Sesi pemanasan atau warm-up pada Minggu juga akan dihapus.

Perubahan ini memunculkan beragam tanggapan dari para pembalap, termasuk Marquez yang mempertanyakan manfaat utama penambahan sesi kualifikasi tersebut.


Sebut Beban Pembalap Meningkat

Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, menggigit medalinya saat merayakan kemenangan pada Sprint Race MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano World Circuit Marco Simoncelli, Misano Adriatico, Italia, Sabtu (12/9/2026). (Andreas Solaro / AFP)

Marquez menilai dengan adanya sesi kualifikasi tambahan, beban pembalap berpotensi semakin meningkat.

"Ya, menarik untuk memahami apa tujuan utama dari perubahan ini. Sebab, bagi pembalap, perubahan tersebut justru membuat segalanya lebih intens dan menguras tenaga,” kata Marquez, dikutip dari Crash, Kamis (8/10/2026). 

“Jadwal yang ada sekarang saja sudah cukup padat. Namun, keputusan ini bukan berada di tangan kami. Situasinya memang seperti ini, dan kami harus menerimanya,” imbuhnya.  

Di sisi lain, ketika ditanya apakah seharusnya pembalap menjadi pihak yang menentukan keputusan semacam ini, Marquez menjelaskan keputusan tetap berada di tangan tim dan penyelenggara.

"Maksud saya, tim dan pihak penyelenggara yang memutuskan. Jadi, pilihannya hanya menerima atau menolak. Memang haru seperti itu kenyataannya," ujarnya.


Marquez Setuju dengan Acosta

Dua pembalap MotoGP, Marc Marquez dan Pedro Acosta. (Bola.com/Dok. Autosport)

Marquez juga mendukung pandangan Pedro Acosta yang menilai beban tambahan dalam format MotoGP dapat memperpendek karier pembalap.

Acosta yang akan menjadi rekan setim Marc Marquez di Ducati musim depan, sebelumnya menyoroti besarnya tuntutan fisik yang harus dihadapi para pembalap akibat kalender dan format kompetisi MotoGP saat ini.

“Saya sangat setuju. Karier saya sendiri sudah mendekati akhir, tetapi saya benar-benar sependapat dengan Acosta. Apa yang dia katakan itu benar,” ujar Marquez.

Komentar tersebut menegaskan kekhawatiran Marquez bahwa peningkatan intensitas akhir pekan balapan perlu dipertimbangkan dari sisi kondisi dan keberlangsungan karier pembalap.


Jorge Martin Ikut Angkat Suara

Pembalap Spanyol dari tim Trackhouse MotoGP, Raul Fernandez (kiri), menyemprotkan sampanye untuk merayakan kemenangannya di podium bersama pembalap Spanyol dari tim Aprilia Racing yang menduduki posisi kedua, Jorge Martin (kanan), usai balapan MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris tengah, pada 9 Agustus 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Pemimpin klasemen Jorge Martin turut menanggapi perubahan format MotoGP 2027. Meski melihat keputusan tersebut sebagai sesuatu yang menarik untuk dicermati, ia mengaku pihak penyelenggara tidak meminta pendapat para pembalap sebelum perubahan diumumkan.

“Saya sangat sependapat dengan Marc. Kondisinya memang seperti itu. Tidak banyak yang bisa kami lakukan jika kami tidak bersatu. Masalahnya bukan soal apakah saya menyukai jadwal tersebut atau tidak,” ujar Martin.

Martin mengaku penasaran dengan penerapan format baru tersebut. Namun, ia berharap penyelenggara bisa lebih melibatkan para pembalap dalam proses pengambilan keputusan.

“Saya penasaran dan ini mungkin akan menarik. Namun, mereka bahkan tidak bertanya kepada kami. Alangkah baiknya jika pihak penyelenggara lebih menunjukkan kepedulian terhadap para pembalap,” katanya.

 

Sumber : Crash

 

Berita Terkait