Yang Tersisa dari Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Pengakuan Dean James Minta Jadi Eksekutor Penalti

Pengakuan Dean James meminta jadi eksekutor penalti final FIFA ASEAN Cup 2026.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 09 Oktober 2026, 17:00 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Dean James, merayakan gol penyama kedudukan setelah tendangan bebasnya berujung gol pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). Gol tersebut tercipta pada menit ke-84.(KLY/Budy Santoso)

Bola.com, Jakarta - Masih ada beragam cerita setelah Timnas Indonesia sukses menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, setelah menang adu penalti 4-2 (2-2) atas Thailand dalam laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB.

Emil Audero boleh dibilang menjadi pahlawan bagi Timnas Indonesia, ketika tampil gemilang di babak adu penalti. Ia menggagalkan tendangan eksekutor keempat Thailand, Nattapong Sayriya, dan membuat seisi stadion bergetar menyambut pesta juara.

Advertisement

Namun jangan lupakan Dean James. Ia juga menjadi salah satu kunci keberhasilan Timnas Indonesia mengalahkan Thailand. Baru masuk saat memasuki babak kedua menggantikan Thom Haye, Dean James menambah daya dobrak skuad Garuda lewat permainan di sisi sayap kiri.

Kebuntuan Timnas Indonesia bahkan datang dari aksi Dean James. Ia mengoyak jala gawang Saranon Anuin lewat tendangan bebas di menit ke-84. Bola sepakan kaki kiri khasnya, sempat mengenai pemain Thailand.


Sempat Mengira Bakal Menang di Waktu Normal

Timnas Indonesia merayakan gol Dean James ke gawang Thailand pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Jakarta, Senin (5-10-2026). (Dok. Official FAT Facebook)

Thailand yang punya mental baja, memaksa pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti setelah kedua tim bermain sama kuat 2-2 sampai dengan berakhirnya 120 menit waktu pertandingan.

Dean James sempat berpikir bakal menjadi pahlawan untuk Timnas Indonesia setelah menjebol gawang Thailand. Andai gol dari tendangan bebasnya itu bertahan hingga waktu normal berakhir, maka Indonesia dipastikan juara lebih cepat.

Namun ceritanya menjadi lebih dramatis setelah Thailand menyamakan skor klas Sanron, tiga menit setelah James mencetak gol. Bahkan saat berlanjut ke babak perpanjangan waktu, Thailand mencetak gol lagi via Peeradol Chamrasamee meski hanya bermain dengan 10 orang.

Untungnya Elkan Baggott membuat skor sama kuat 2-2 di menit ke-116, dan pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

"Saya sempat berpikir bahwa saya telah mencetak gol kemenangan. Lalu keadaan berbalik, dan tentu saja saya merasa kecewa. Pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan kami sempat tertinggal. Untungnya, kami berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan akhirnya menang lewat adu penalti," ucap Dean James kepada media Belanda, Oost Sport.


Sukses Jadi Algojo

Duel Timnas Indonesia versus Thailand, Dean James pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Jakarta, Senin (5-10-2026). (Dok. Official FAT Facebook)

Dalam adu tos-tosan, peran Dean James masih berlanjut. Ia menjadi satu di antara empat eksekutor Timnas Indonesia dan berhasil menjalankan tugas dengan baik. Dean James menjadi eksekutor kedua setelah Kevin Diks.

Dean James melepaskan sepakan kaki kirinya ke arah kanan, menaklukkan Saranon Anuin yang bergerak ke arah sebaliknya. Rupanya ada cerita menarik di balik tugas Dean James menjadi algojo penalti.

Pemain berusia 26 tahun itu ternyata meminta ke pelatih, John Herdman untuk menjadi eksekutor penalti. Ia punya modal percaya diri mengambil tugas yang berat itu.

"Saya tahu saya bisa mengeksekusi penalti. Jadi, saya langsung bilang ingin mengambilnya. Saya sedang dalam kondisi fokus dan merasa siap. Tentu saja, ada tekanan besar di situ. Tapi kalau masuk, ya masuk. Kalau gagal, setidaknya saya sudah mencobanya. Saya selalu berpikir positif," lanjut pemain Go Ahead Eagles.

 


Pengalaman Berharga

Pada akhirnya seisi stadion bergemuruh menyambut kemenangan setelah Emil Audero menghentikan penalti keempat Thailand, yang berarti Indonesia menang 4-2 dan memastikan gelar juara.

Dean James bersama rekan setimnya larut dalam perayaan kemenangan, dengan mata berbinar-binar bercampur haru atas kesuksesan menjadi juara.

Momen ini sangat jarang dialami oleh Dean James, bahkan mengalahkan keberhasilannya menjuarai Piala KNVB bersama Go Ahead Eagles dua musim lalu.

"Saya belum pernah merasakan sensasi seperti itu sebelumnya. Emosi pun meluap-luap. Apalagi dengan dukungan orang-orang di belakang kami. Kami juga memiliki tim yang solid. Semuanya sungguh indah. Saya sangat bahagia bisa mengalaminya," tandas Dean James.

Sumber: Oost Sport

Berita Terkait