Hasil MotoGP Mandalika Seperti Mimpi bagi Marc Marquez: Akui Ducati Kesulitan di Indonesia

Marc Marquez puas bisa membawa pulang hasil penting dari MotoGP Indonesia 2026.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 11 Oktober 2026, 19:45 WIB
Marc Marquez dengan trofi Sprint Race Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (10/10/2026). (Dok. Ducati)

Bola.com, Jakarta - Marc Marquez menyebut hasil yang diraihnya pada MotoGP Indonesia 2026 sebagai sesuatu yang seperti mimpi.

Meski hanya finis keenam dalam balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Minggu (11/10/2026), pembalap Ducati Lenovo itu tetap puas karena mampu menjaga peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia.

Advertisement

Marquez menjalani akhir pekan yang cukup positif setelah memenangi sprint race pada Sabtu (10/10/2026).

Namun, ia tidak mampu mengulangi performa tersebut dalam balapan utama yang berlangsung selama 27 putaran.

Pembalap asal Spanyol itu mengakhiri balapan dengan selisih 10,778 detik dari pemenang, Marco Bezzecchi.

Meski demikian, hasil tersebut tetap penting karena Marquez mampu menyelesaikan balapan penuh di Mandalika untuk pertama kalinya.

Sebelumnya, Mandalika menjadi salah satu sirkuit yang paling sulit bagi Marquez. Sejak 2022, ia selalu gagal menyelesaikan balapan utama di trek tersebut.


Marc Marquez Puas Bisa Membatasi Kehilangan Poin

Pembalap Ducati Lenovo Team asal Spanyol, Marc Marquez, mengikuti sesi latihan bebas menjelang MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Mandalika, Jumat (9/10/2026). (Sonny Tumbaleka/AFP)

Marquez mengaku hasil yang diraihnya di Indonesia sudah melampaui ekspektasi sebelum akhir pekan balapan dimulai.

Ia bahkan menyebut hasil tersebut sebagai sesuatu yang diimpikannya jika melihat kondisi dan tantangan yang dihadapi Ducati di Mandalika.

“Pada Kamis, jika ada yang mengatakan kepada saya bahwa sepanjang akhir pekan ini saya hanya kehilangan tiga poin dari Bezzecchi dan memperoleh poin yang sama dengan Martin, itu seperti mimpi,” ujar Marquez kepada media.

“Dan kami berhasil mencapainya di sirkuit yang paling buruk bagi kami. Kami menjalani akhir pekan yang hebat dan mampu tampil konsisten sepanjang akhir pekan,” lanjutnya.

Marquez juga menegaskan bahwa dirinya senang dengan cara tim melewati akhir pekan yang tidak mudah.

Ia menilai konsistensi menjadi faktor penting untuk menjaga peluangnya dalam persaingan gelar juara dunia.


Ducati Kesulitan Menjaga Kecepatan di Balapan Utama

Pembalap SuperFile Trackhouse MotoGP Team asal Jepang, Ai Ogura (kiri), Marc Marquez dari Ducati Lenovo Team (tengah), dan Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team (kanan) merayakan hasil balapan di podium saat upacara penghargaan Sprint Race MotoGP Indonesia di Sirkuit Internasional Mandalika, Mandalika, Sabtu (10/10/2026). (SONNY TUMBELAKA/AFP)

Berbeda dengan sprint race, Marquez kesulitan mempertahankan kecepatan dalam balapan utama.

Ia mengungkapkan daya cengkeram ban belakang mengalami penurunan signifikan, terutama pada paruh kedua lomba.

Kondisi itu membuatnya kesulitan melawan para pembalap Aprilia yang tampil kompetitif sepanjang balapan. Marquez juga harus menghadapi persaingan dari Pedro Acosta dan Ai Ogura.

Alih-alih mengambil risiko berlebihan, Marquez memilih mengatur ritme balapan. Ia menyadari memaksakan diri mempertahankan posisi bisa berujung kesalahan yang justru merugikannya dalam perebutan gelar.

“Ban belakang mengalami penurunan daya cengkeram yang sangat besar. Ban depan terasa sempurna,” kata Marquez.

Marquez juga menjelaskan dirinya sengaja tidak terlalu memaksakan pengereman di Tikungan 10.

Menurutnya, risiko kehilangan lebih besar daripada keuntungan yang bisa diperoleh dengan melakukan manuver agresif.


Marc Marquez Akui Pembalap Lain Lebih Cepat

Marc Marquez beraksi di MotoGP Indonesia 2026 (AFP)

Marquez mengakui sejumlah rivalnya memang memiliki kecepatan lebih baik di Mandalika.

Ia merasa mampu menjaga kecepatan beberapa putaran, tapi kesulitan mempertahankannya sepanjang balapan.

“Saya harus menerima bahwa pembalap lain lebih cepat jika ingin bersaing memperebutkan gelar juara dunia,” ujarnya.

Hasil di Indonesia membuat Marquez mengakhiri akhir pekan dengan tambahan poin penting, meski kehilangan posisi teratas klasemen.

Jorge Martin finis ketiga dan kembali memimpin klasemen dengan 355 poin, unggul dua poin atas Marquez yang mengoleksi 353 poin.

Bagi Marquez, hasil tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan persaingan pada seri-seri berikutnya.

Ia kini harus mencari cara untuk meningkatkan performa Ducati, terutama dalam menjaga daya cengkeram ban dan kecepatan sepanjang balapan.

Sumber: Crash

Berita Terkait