Bola.com, Jakarta - Persaingan menuju penghargaan Ballon d'Or 2026 semakin menarik setelah Piala Dunia 2026 memberikan gambaran lebih jelas mengenai para kandidat terkuat. Penghargaan individu paling prestisius di dunia sepak bola itu dijadwalkan berlangsung di London pada 26 Oktober 2026.
Timnas Spanyol tampil sebagai juara setelah mengalahkan Argentina pada partai final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, 19 Juli lalu.
Sementara itu, Lionel Messi gagal memberikan dampak besar pada partai puncak meski menjalani turnamen yang impresif secara keseluruhan. Bintang Argentina berusia 39 tahun tersebut kini juga telah mengumumkan keputusan pensiun dari sepak bola internasional.
Hasil Piala Dunia menjadi salah satu faktor yang membuat peta persaingan Ballon d'Or semakin menarik. Sejumlah pemain yang tampil menonjol bersama negara masing-masing kini berpeluang memperkuat posisi mereka dalam perebutan penghargaan tersebut.
Dalam sejarahnya, Ballon d'Or pernah menggunakan performa pemain sepanjang tahun kalender sebagai dasar penilaian. Namun, untuk edisi 2026, sistem pemungutan suara kembali mengacu pada pencapaian pemain selama satu musim kompetisi.
Edisi kali ini menjadi yang keempat dalam sejarah penghargaan tersebut yang menggunakan sistem penilaian berdasarkan musim.
Setelah daftar resmi 30 nominasi diumumkan, persaingan kini mengerucut kepada para pemain yang dinilai memiliki peluang besar untuk membawa pulang trofi.
Dengan seremoni penghargaan yang semakin dekat, perhatian kini tertuju kepada siapa yang akan keluar sebagai pemenang Ballon d'Or 2026 di London pada 26 Oktober mendatang.
7. Michael Olise (Bayern Munchen dan Prancis)
Michael Olise terus meroket dalam persaingan Ballon d'Or 2026 berkat performa gemilang bersama Bayern Munchen dalam beberapa bulan terakhir. Meski gagal membawa timnya menjuarai Liga Champions, winger yang pernah berkiprah di Premier League itu tetap menjalani musim yang luar biasa.
Olise mencatatkan 31 assist, menjadikannya salah satu kreator peluang paling produktif di Eropa saat ini. Ketajamannya dalam memberikan umpan matang juga terlihat menjelang Piala Dunia 2026. Ia mencetak hattrick spektakuler untuk Timnas Prancis dalam laga uji coba internasional melawan Irlandia Utara, sebelum menyumbangkan tujuh assist sepanjang turnamen.
Namun, peluang Olise meraih Ballon d'Or mendapat pukulan setelah Prancis tersingkir dari Piala Dunia akibat kekalahan dari Spanyol pada babak semifinal. Meski demikian, kualitasnya tetap menonjol sepanjang turnamen. Ia bahkan menjadi pemain dengan koleksi assist terbanyak di Piala Dunia 2026.
Olise juga mengawali musim 2026/2027 dengan impresif. Ia terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan ketika Bayern Munchen mengalahkan Borussia Dortmund dengan skor 2-1 pada ajang Piala Super Jerman.
Beberapa pekan kemudian, Olise kembali menyabet penghargaan pemain terbaik pertandingan setelah mencetak dua gol indah dalam kemenangan Bayern pada laga pembuka Liga Champions melawan Bodo/Glimt.
Penampilan apiknya berlanjut di kompetisi domestik. Olise membukukan hattrick dan dua assist ketika Bayern Munchen menghancurkan Union Berlin dengan skor 7-0.
6. Ousmane Dembele (PSG dan Prancis)
Apakah Ousmane Dembele akan menjadi pemain pertama yang mampu mempertahankan gelar Ballon d'Or sejak Lionel Messi pada 2021? Bintang asal Prancis itu memang harus melewatkan sebagian besar paruh pertama musim 2025/2026 akibat cedera. Namun, ia tetap mampu menunjukkan performa impresif setelah kembali merumput.
Gol chip spektakuler Dembele ke gawang Lille bahkan langsung masuk dalam perbincangan sebagai salah satu kandidat peraih Puskas Award 2026. Ia kemudian mencetak dua gol, termasuk lewat aksi individu yang memukau, saat PSG melumat Marseille dengan skor telak 5-0 pada Februari. Penampilan tersebut membuat namanya merangsek ke posisi 10 besar dalam daftar kandidat Ballon d'Or 2026.
Peluang Dembele kembali meraih penghargaan bergengsi itu semakin terbuka setelah PSG sukses mempertahankan gelar Liga Champions. Pemain asal Prancis tersebut juga menorehkan sejarah dengan menjadi pemain pertama yang mencetak gol pada setiap babak kompetisi dalam perjalanan timnya menuju gelar juara.
Namun, kegagalan Dembele bersama Timnas Prancis melewati Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi ganjalan besar.
5. Lionel Messi (Inter Miami dan Argentina)
Lionel Messi akhirnya menembus 10 besar dalam daftar kandidat Ballon d'Or 2026 untuk pertama kalinya tahun ini. Pencapaian tersebut tidak lepas dari penampilan gemilangnya yang mencetak hattrick pada laga pembuka Timnas Argentina melawan Aljazair di Piala Dunia 2026.
Meski tampil luar biasa bersama Inter Miami, sejumlah penggemar sepak bola sempat meragukan kemampuan megabintang asal Argentina itu untuk kembali menunjukkan performa kelas dunia di panggung terbesar musim panas ini. Faktor usia membuat banyak pihak bertanya-tanya apakah Messi masih mampu bersaing dengan para pemain terbaik dunia.
Namun, Messi menjawab keraguan tersebut lewat serangkaian penampilan individu yang spektakuler. Ia menjalani turnamen yang luar biasa dengan torehan delapan gol dan empat assist. Sayangnya, perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 berakhir dengan kisah pilu.
Jika berhasil memenanginya, Messi akan memperpanjang rekornya sebagai pemain dengan koleksi Ballon d'Or terbanyak, yakni sembilan trofi.
4. Kylian Mbappe (Real Madrid dan Prancis)
Rasanya hanya tinggal menunggu waktu bagi Kylian Mbappe untuk berdiri di podium tertinggi sambil mengangkat trofi Ballon d'Or. Penyerang Timnas Prancis itu sejak lama digadang-gadang menjadi penerus Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Kini, di usia pertengahan 20-an, Mbappe semakin dekat untuk mengukuhkan statusnya sebagai pesepak bola terbaik dunia, berkat produktivitas gol yang luar biasa dari musim ke musim.
Mbappe sebelumnya mencetak 256 gol dalam 305 penampilan bersama Paris Saint-Germain (PSG) sebelum bergabung dengan Real Madrid pada musim panas lalu. Meski sempat membutuhkan waktu untuk menemukan performa terbaiknya di klub raksasa Spanyol tersebut, ia kemudian menjelma menjadi mesin gol yang menakutkan.
Pada musim lalu, Mbappe merebut penghargaan Sepatu Emas Eropa setelah mencetak 31 gol dalam 34 pertandingan La Liga. Ketajamannya berlanjut pada musim ini dengan koleksi 42 gol dari 44 penampilan di semua kompetisi. Catatan tersebut semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain terbaik di dunia.
Real Madrid memang harus melewati musim yang terbilang mengecewakan tanpa meraih trofi. Namun, Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan emas bagi Mbappe untuk mempertegas statusnya sebagai kandidat terkuat peraih Ballon d'Or.
Peluangnya sempat terbuka lebar setelah ia mengemas delapan gol hingga babak semifinal. Sayangnya, kekalahan 0-2 dari Spanyol membuat harapannya meraih Ballon d'Or pertama tahun ini semakin sulit terwujud.
Meski demikian, Mbappe tetap menutup Piala Dunia 2026 dengan catatan impresif. Ia mencetak dua gol saat Prancis menghadapi Inggris dalam perebutan tempat ketiga, sekaligus menambah koleksi golnya di turnamen tersebut menjadi 10.
3. Rodri (Barcelona dan Spanyol)
Rodri berhasil menemukan kembali performa terbaiknya di Piala Dunia 2026 setelah melewati musim yang tidak konsisten bersama Manchester City akibat sejumlah gangguan kebugaran. Gelandang kelas dunia itu tampil impresif sepanjang turnamen dan membantu Timnas Spanyol mendominasi pertandingan-pertandingan fase gugur.
Penampilan gemilang tersebut mengantarkan Rodri meraih penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2026. Ia mengungguli Lionel Messi dan Kylian Mbappe setelah La Roja sukses mengalahkan Argentina.
Berkat pencapaian itu, posisi Rodri dalam daftar kandidat Ballon d'Or 2026 melonjak tajam. Gelandang yang kini bergabung dengan Barcelona tersebut bahkan memiliki peluang besar untuk menembus tiga besar dalam persaingan penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola.
Meski demikian, jalan Rodri untuk merebut trofi Ballon d'Or masih terjal. Performa yang kurang menonjol di level klub sepanjang musim menjadi salah satu faktor yang bisa menghambat langkahnya dalam persaingan menuju penghargaan tersebut.
2. Harry Kane (Bayern Munchen dan Inggris)
Harry Kane bisa dibilang sebagai Wayne Rooney di era sepak bola modern. Kapten Timnas Inggris itu bukan hanya dikenal sebagai mesin gol yang mampu mencetak minimal 30 gol setiap musim, tetapi juga piawai menciptakan peluang dengan torehan assist dua digit. Bahkan, Kane kerap turun jauh ke lini tengah untuk menjemput bola dan mencari ruang demi memaksimalkan kemampuannya.
Kane mencatatkan sejarah pada 2023 dengan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Inggris. Di level klub, ia juga menempati posisi kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Premier League setelah membukukan 213 gol bersama Tottenham Hotspur.
Kepindahannya ke Bayern Munchen terbukti menjadi keputusan tepat. Sejak bergabung dengan raksasa Jerman tersebut, Kane sukses mempersembahkan gelar Bundesliga secara beruntun.
Statistik penting: Kane hanya membutuhkan 104 pertandingan untuk mencetak 100 gol bagi sebuah klub yang berkompetisi di salah satu dari lima liga top Eropa. Catatan tersebut menjadikannya pemain tercepat pada abad ini yang mencapai torehan tersebut.
Ketajaman Kane semakin menggila pada musim 2025/2026. Dalam 51 pertandingan bersama Bayern Munchen di semua kompetisi, ia berhasil mencetak 61 gol dan menyumbangkan tujuh assist. Kontribusi besarnya turut mengantarkan Die Roten meraih gelar Bundesliga dan DFB-Pokal.
Di kompetisi Bundesliga, Kane mengemas 36 gol sekaligus merebut penghargaan Sepatu Emas Eropa. Ia juga baru saja menjadi pemain tercepat sepanjang sejarah Bundesliga yang mampu mencetak 100 gol, dengan hanya membutuhkan 98 pertandingan.
1. Lamine Yamal (Barcelona dan Spanyol)
Belum pernah ada pemain remaja yang berhasil memenangkan Ballon d'Or. Namun, sejarah tersebut berpotensi berubah pada 2026 jika Lamine Yamal mampu merebut penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola itu.
Kemampuan luar biasa yang dimiliki Yamal, ditambah popularitasnya yang terus meroket, membuatnya diprediksi bakal menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan penghargaan tersebut pada tahun-tahun mendatang.
Sejak berusia 15 tahun, Yamal sudah menjadi sosok penting bagi salah satu klub terbesar Eropa. Ia juga berperan besar dalam keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Eropa saat usianya baru 16 tahun.
Kegagalan Barcelona melangkah lebih jauh di Liga Champions sempat mengancam peluang Yamal dalam persaingan Ballon d'Or. Meski demikian, ia tetap menutup musim dengan gelar La Liga.
Piala Dunia 2026 kemudian menjadi faktor penentu dalam persaingan penghargaan tersebut. Keberhasilan Spanyol menjuarai turnamen setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 di final semakin memperbesar peluang Yamal untuk meraih Ballon d'Or.
Meski tidak mencetak gol maupun assist pada laga final, pemain berusia 19 tahun itu tetap merepotkan pertahanan lawan sepanjang pertandingan. Kontribusinya menjadi bagian penting dari perjalanan Spanyol menuju tangga juara.
Sumber: Give Me Sport