Bola.com, Jakarta - Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, memiliki pendekatan yang tidak biasa dalam menghadapi para pemainnya setelah pertandingan.
Pelatih asal Spanyol itu dikabarkan memilih tidak langsung berbicara kepada skuadnya setelah peluit akhir berbunyi, baik ketika tim meraih kemenangan maupun menelan kekalahan.
Menurut laporan Daily Mail, Iraola biasanya menunggu hingga 24 jam sebelum menyampaikan evaluasinya kepada para pemain di tempat latihan.
Pendekatan tersebut bertujuan memberikan waktu bagi semua pihak untuk menenangkan diri sebelum membahas penampilan tim.
Metode itu akan kembali menjadi perhatian setelah Liverpool menelan kekalahan telak 0-3 dari Manchester City di Anfield, Minggu (11/10/2026).
Hasil tersebut berpotensi memengaruhi kepercayaan diri skuad The Reds, terutama setelah mereka kesulitan menghadapi serangan lawan pada babak kedua.
Iraola kini harus mempersiapkan Liverpool untuk kembali beraksi di Liga Champions pada tengah pekan sebelum menghadapi Brentford di Premier League.
Andoni Iraola Tak Langsung Bicara kepada Pemain Setelah Pertandingan
Berbeda dengan sejumlah pelatih yang langsung memberikan kritik atau pujian di ruang ganti setelah pertandingan, Iraola memilih pendekatan yang lebih tenang.
Menurut laporan Daily Mail, mantan pelatih Bournemouth tersebut kerap menahan komentarnya setelah pertandingan berakhir.
Ia baru menyampaikan evaluasi kepada skuad sekitar 24 jam kemudian, ketika para pemain kembali berlatih.
Cara ini memberikan kesempatan kepada pelatih dan pemain untuk mencerna hasil pertandingan tanpa terbawa emosi sesaat.
Iraola diyakini ingin menjaga penilaiannya tetap objektif. Dengan menunggu hingga suasana lebih tenang, ia dapat menyampaikan analisis secara terukur, baik ketika tim bermain bagus maupun ketika hasil yang diraih mengecewakan.
Meski demikian, pendekatan itu juga membuat para pemain harus menunggu lebih lama untuk mengetahui penilaian sang pelatih terhadap performa mereka.
Kekalahan 0-3 dari Manchester City Jadi Ujian Berat
Pendekatan Iraola akan mendapat ujian setelah Liverpool kalah 0-3 dari Manchester City di Anfield. Liverpool sempat memberikan perlawanan selama sekitar satu jam pertandingan.
Namun, situasi berubah setelah Ryan Gravenberch menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan pada babak kedua.
Bermain dengan 10 orang membuat Liverpool semakin kesulitan mengimbangi permainan Manchester City.
Erling Haaland membuka keunggulan, sebelum Jeremy Doku dan Rayan Cherki menambah dua gol untuk memastikan kemenangan tim tamu.
Liverpool terlihat kesulitan membendung serangan Manchester City setelah kehilangan Gravenberch.
Hasil tersebut pun menjadi pukulan bagi tim yang sebelumnya berusaha menjaga konsistensi permainan pada awal musim.
Kekalahan di kandang sendiri membuat Iraola harus mengevaluasi sejumlah aspek, mulai dari kemampuan tim menghadapi tekanan hingga organisasi pertahanan ketika bermain dengan jumlah pemain yang tidak seimbang.
Iraola Tetap Puji Perjuangan Liverpool
Meski Liverpool kalah telak, Iraola memberikan penilaian positif terhadap penampilan anak asuhnya sebelum Gravenberch menerima kartu merah.
Dalam wawancara dengan BBC Sport setelah pertandingan, ia menilai laga tersebut terbagi menjadi dua bagian, yakni sebelum dan sesudah insiden kartu merah.
"Saya pikir bagian pertama adalah kami memainkan dua pertandingan yang berbeda. Satu pertandingan berlangsung hingga kartu merah, kemudian situasinya berubah setelah itu," ujar Iraola.
"Selama 60 menit, para pemain tampil sangat baik. Setelah kartu merah, Manchester City lebih baik daripada kami."
Iraola juga menilai Liverpool mampu membatasi peluang lawan pada babak pertama dan mulai menciptakan kesempatan pada paruh kedua sebelum pertandingan berubah akibat kartu merah.
"Kami hanya sedikit memberikan peluang kepada lawan pada babak pertama. Kami melakukan pekerjaan yang sangat bagus. Pada babak kedua, kami mulai mengubah permainan menjadi peluang," katanya.
"Anda belajar banyak dari pertandingan seperti ini. Saya sangat bangga kepada para pemain. Mereka menunjukkan kerja keras dan memberikan segalanya hari ini. Kami memang kalah dan tidak mendapatkan apa pun dari penampilan tersebut, tetapi saya sangat menyukainya."
Pernyataan itu menunjukkan Iraola tidak sepenuhnya kecewa terhadap usaha para pemainnya, meskipun hasil akhir jauh dari harapan.
Liverpool Langsung Alihkan Fokus ke Liga Champions
Liverpool tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan dari Manchester City. The Reds dijadwalkan kembali tampil di Liga Champions pada tengah pekan dengan bertandang ke Austria untuk menghadapi LASK.
Setelah pertandingan tersebut, Liverpool akan menghadapi tantangan berikutnya di Premier League melalui lawatan ke markas Brentford.
Rangkaian laga itu menjadi kesempatan bagi Iraola untuk memperbaiki performa tim sekaligus mengembalikan kepercayaan diri para pemain setelah kekalahan di Anfield.
Dengan jadwal yang padat, evaluasi terhadap pertandingan melawan Manchester City akan menjadi bagian penting dari persiapan Liverpool.
Jika mengikuti kebiasaannya, Iraola kemungkinan baru menyampaikan penilaian lengkap kepada skuad setelah memberikan waktu bagi semua pihak untuk menenangkan diri.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana Liverpool merespons hasil mengecewakan tersebut dan apakah pendekatan tenang Iraola mampu membantu tim bangkit pada pertandingan berikutnya.
Sumber: Express