Komentarnya Terkait Kasus Man City Tuai Kecaman, PM Inggris Andy Burnham Janji Ungkap Detail Pertemuan dengan Petinggi The Citizens

Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, janji buka detail pertemuan dengan petinggi Manchester City.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Oktober 2026, 09:30 WIB
Andy Burnham dari Inggris tampak sedang mengamati situasi saat berkunjung ke Humphrey Booth Resource Centre di Manchester, Inggris tengah, pada 9 Oktober 2026. (Christopher Furlong/POOL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, berjanji memublikasikan perincian pertemuannya dengan petinggi Manchester City.

Janji itu muncul setelah komentarnya mengenai kepemilikan klub yang didukung Abu Dhabi itu menuai kritik menyusul putusan komisi independen terkait pelanggaran aturan keuangan Premier League.

Advertisement

Komisi independen menyatakan Man City bersalah karena menggelembungkan nilai kesepakatan komersial dan menyembunyikan biaya staf pada periode 2009 hingga 2018.

The Citizens dinyatakan tidak bekerja sama dalam penyelidikan liga pada 2018 hingga 2023.

Panel beranggotakan tiga orang tersebut menilai Man City memperoleh keuntungan tidak adil senilai lebih dari 900 juta paun melalui sejumlah kontrak palsu.


Campur Tangan Politik

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham. (Dok. AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Sehari setelah putusan diumumkan, Burnham mengatakan kepada BBC dirinya sangat khawatir jika pemilik Man City meninggalkan sepak bola Inggris.

Ia juga memuji kontribusi City Football Group dan para pemiliknya terhadap pembangunan Manchester, termasuk investasi untuk Stadion Etihad dan kawasan sekitarnya.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan campur tangan politik dalam kasus yang disebut sebagai skandal terbesar dalam sejarah Premier League.

The Athletic melaporkan, juru bicara Burnham kemudian menegaskan, sang perdana menteri memahami keseriusan putusan awal dan mendukung proses independen berjalan hingga tuntas.

Namun, kritik terhadap komentar sang perdana menteri tetap berlanjut, termasuk sorotan terhadap hubungannya dengan Abu Dhabi dan Uni Emirat Arab ketika menjabat sebagai wali kota.


Persoalan Serius

Striker Manchester City Erling Haaland merayakan gol ke gawang Liverpool pada laga Liga Inggris 2026/2027 di Anfield, Minggu (11/10/2026). (AFP/Paul Ellis)

Dalam wawancara untuk siniar "The Rest is Politics" yang dirilis pada Senin waktu setempat, Burnham menyatakan bersedia membuka catatan pertemuannya setelah diminta oleh pemimpin oposisi.

Ia mengungkapkan satu-satunya pertemuan penting yang diingatnya berlangsung pada 2021, saat masih menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester.

Burnham juga menegaskan tidak menyesali pernyataan awalnya. Ia menjelaskan wawancara tersebut berlangsung ketika perhatiannya tertuju pada konferensi Partai Buruh.

Menurutnya, persoalan investasi Uni Emirat Arab dan pelanggaran keuangan Man City merupakan dua hal berbeda yang tidak seharusnya dicampuradukkan.

"Meski begitu, Burnham mengakui temuan komisi independen mengenai Man City merupakan persoalan serius," tulis The Athletic.


Kasus Everton

Pemain Everton, Iliman Ndiaye merayakan golnya ke gawang Southampton dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Goodison Park, Liverpool, Inggris, Minggu (18/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/PA/Martin Rickett)

Perdana menteri berusia 56 tahun itu juga menyinggung pengalamannya sebagai penggemar Everton, yang pernah menerima pengurangan total delapan poin dalam dua musim akibat pelanggaran aturan pengeluaran Premier League.

Berbicara kepada BBC di Stadion Hill Dickinson, markas Everton, Burnham mengingat kembali kritik yang diterima Everton ketika kasusnya diproses.

Ia menilai penanganan kasus Everton saat itu dianggap tidak adil oleh sebagian orang jika dilihat kembali.

Pengalaman tersebut, menurut Burnham, menjadi alasan baginya untuk tidak terburu-buru memihak satu di antara pihak dalam kasus Man City.

 

Sumber: The Athletic

Berita Terkait