Bola.com, Jakarta - Suporter Manchester City punya cara unik untuk menunjukkan dukungan kepada tim kesayangan.
Saat bertandang ke markas Liverpool di Anfield, Minggu (11-10-2026) malam WIB, puluhan suporter The Citizens mengangkat pisang tiup berukuran besar yang telah menjadi bagian dari tradisi mereka selama hampir 40 tahun.
Aksi itu bisa jadi mencuri perhatian jutaan penonton televisi di seluruh dunia.
Suporter Man City yang menempati sudut kiri tribune Anfield Road End membawa 'boneka plastik berbentuk pisang' alias pisang tiup sebagai bentuk dukungan di tengah atmosfer pertandingan yang berlangsung panas.
Pertemuan kedua tim kali ini juga menjadi sorotan karena merupakan laga pertama Man City setelah Premier League menyatakan mereka bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran serius aturan keuangan kompetisi pada periode 2009/2010 hingga 2017/2018.
Sebelum putusan komisi independen diumumkan, Man City dan Liverpool terlibat persaingan sengit dalam perebutan gelar Liga Inggris pada musim 2018/2019 dan 2021/2022.
Liverpool asuhan Jurgen Klopp dua kali mengumpulkan lebih dari 90 poin, tetapi selalu kalah dengan selisih satu poin dari tim Pep Guardiola.
Kini, sebagian besar tokoh utama dari persaingan tersebut sudah tidak lagi terlibat. Namun, rivalitas kedua kubu tetap terasa.
Manajer Man City, Enzo Maresca, bahkan menilai skuadnya memiliki pengalaman untuk menghadapi tekanan dari publik Anfield.
Asal Tradisi Pisang Tiup
Lantas, dari mana asal tradisi pisang tiup yang identik dengan suporter Manchester City?
Mengacu pada artikel Sporting News, tradisi ini bermula pada musim 1987/1988, ketika Man City kembali bermain di Divisi Dua setelah terdegradasi dari Divisi Satu pada musim sebelumnya.
Dante Friend dari kelompok suporter City, 1894, menjelaskan kebiasaan itu berawal dari candaan terhadap mantan penyerang The Citizens, Imre Varadi.
"Seorang suporter menyebut Varadi dengan julukan 'Imre Banana'. Candaan itu kemudian menginspirasi seorang suporter bernama Frank Newton untuk membawa pisang tiup ke pertandingan berikutnya," tulis Sporting News.
Tak lama kemudian, suporter lain ikut melakukan hal serupa hingga pisang tiup menjadi simbol khas pendukung Man City.
Pada masa itu, berbagai benda tiup turut dibawa ke stadion, dari kolam renang anak, telur goreng, hingga karakter Frankenstein. Namun, pisang tiup menjadi satu-satunya benda yang bertahan dan terus dikenang hingga sekarang.
Varadi mencatatkan 31 gol dalam 81 penampilan bersama Man City di semua kompetisi.
Budaya Hiburan Manchester
Mantan penyerang yang juga pernah membela Everton, Sheffield Wednesday, dan Leeds United itu masih mengapresiasi tradisi yang lahir dari julukannya tersebut.
Melalui akun X miliknya pada Minggu pagi, Varadi menulis pisang tiup akan memenuhi Anfield dan suporter Man City siap berpesta di markas Liverpool.
Friend juga mengaitkan tradisi tersebut dengan budaya hiburan Manchester pada pertengahan hingga akhir 1980-an.
Saat itu, musik acid house berkembang pesat dan melahirkan fenomena Madchester, dengan klub malam Hacienda sebagai satu di antara pusatnya.
Menurut Friend, sebagian suporter membawa pisang tiup setelah menghabiskan malam di tempat hiburan seperti Hacienda dan Brickhouse.
Mereka datang ke stadion keesokan harinya untuk bersenang-senang, bukan mencari keributan.
Ia menilai tradisi yang muncul dari inisiatif suporter, bukan dari pihak klub, masih bisa menjadi bagian menarik dari identitas pendukung Man City. Apalagi, pada periode tersebut Man City sedang terpuruk dan bermain di Divisi Dua.
Hadir Sejak 1980-an
Sejak era sulit pada 1980-an hingga keterpurukan yang lebih berat pada 1990-an, pisang tiup terus hadir ketika Man City merayakan keberhasilan promosi ke kasta tertinggi.
Benda yang sama juga muncul dalam perayaan gelar Liga Inggris di Stadion Etihad.
Pengambilalihan klub oleh Sheikh Mansour pada 2008 mengubah perjalanan Man City secara drastis.
Namun, tradisi pisang tiup tetap mengingatkan suporter pada masa ketika humor dan sindiran menjadi bagian penting dari cara mereka mendukung klub.
Menjelang lawatan ke Anfield, Friend menegaskan aksi membawa pisang tiup merupakan bentuk perlawanan suporter di tengah sorotan terhadap pemilik klub.
"Pesan yang ingin kami sampaikan jelas, ini adalah bentuk perlawanan. Kami tidak peduli siapa pemiliknya, kami adalah klub ini. Suporter adalah klub ini," kata Friend, dikutip dari Sporting News.
Hasilnya, keberadaan pisang tiup di Anfield pada laga semalam, menjadi suntikan luar biasa bagi Ering Haaland dkk. yang berhasil menghajar 10 pemain Liverpool dengan skor 3-0.
Sumber: Sporting News