Man City Tampil Impresif, Gary Neville Sulit Nikmati dan Beri Pujian karena Kasus 115 Dakwaan

Gary Neville sulit angkat topi untuk Man City, kasus 115 dakwaan jadi penghalang.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Oktober 2026, 11:30 WIB
Gary Neville. Salah satu legenda Manchester United yang pensiun pada Februari 2011 setelah hanya membela MU sepanjang kariernya mulai 1992/1993 ini bergabung dengan jaringan televis Sky Sports sebagai komentator dan pundit sejak musim 2011/2012. Profesi tersebut menjadi tidak asing baginya karena sebelumnya ia juga pernah menjadi pundit bagi jaringan televis ITV Sport di dua ajang sepak bola akbar, Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2008. Sempat meninggalkan Sky Sports untuk menukangi Valencia pada Desember 2015, ia kembali ke Sky Sports usai dipecat Valencia yang hanya dibesutnya selama 4 bulan di musim 2015/2016. (AFP/Glyn Kirk)

Bola.com, Jakarta - Gary Neville menilai kasus pelanggaran finansial Manchester City menjadi persoalan serius bagi Premier League.

Mantan bek Manchester United itu bahkan menyebut ketidakpastian yang menyelimuti The Citizens berdampak buruk bagi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Advertisement

The Sun melaporkan, pernyataan Neville tersebut muncul setelah Man City meraih kemenangan telak 3-0 atas Liverpool di Anfield, Minggu (11-10-2026) malam WIB.

Hasil tersebut menjaga rekor sempurna pasukan Enzo Maresca pada awal musim Premier League.

Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Rayan Cherki mencatatkan nama di papan skor. Man City mampu memaksimalkan keunggulan jumlah pemain setelah gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, menerima kartu merah pada babak kedua.

Kendati mengakui kualitas permainan Man City, Neville mengaku sulit memberikan pujian sepenuhnya karena masih memikirkan ketidakpastian masa depan klub.


Sulit Menikmati Permainan Man City

Penyerang Manchester City asal Norwegia, Erling Haaland (nomor punggung 9), merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya setelah mencetak gol pembuka dalam pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 11 Oktober 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Man City sebelumnya dinyatakan bersalah atas lebih dari 100 pelanggaran regulasi keuangan Premier League selama periode sembilan musim.

Klub yang bermarkas di Etihad Stadium itu telah mengajukan banding dan masih menunggu hasilnya. Potensi sanksi berat pun membayangi Man City jika putusan bersalah tersebut tetap berlaku.

Berbicara di Sky Sports, Neville mengatakan kemenangan di Anfield merupakan pencapaian yang layak mendapat pujian.

Namun, ia mengakui kasus finansial yang sedang berlangsung membuatnya sulit menikmati penampilan impresif Man City tanpa memikirkan persoalan di luar lapangan.

Menurut Neville, Man City tampil dominan dalam 20 menit terakhir setelah Gravenberch diusir wasit. Ia juga mengapresiasi kemampuan tim asuhan Maresca itu dalam bertahan dan memanfaatkan situasi pertandingan.


Kekhawatiran Terbesar Neville

Striker Manchester City Erling Haaland merayakan gol ke gawang Liverpool pada laga Liga Inggris 2026/2027 di Anfield, Minggu (11/10/2026). (AFP/Paul Ellis)

Kekhawatiran terbesar Neville tertuju pada dampak yang mungkin muncul apabila putusan bersalah terhadap Man City kembali ditegaskan dalam beberapa bulan mendatang.

"Jika putusan bersalah ini dikonfirmasi pada Januari atau Februari, Manchester City tidak akan berada dalam posisi seperti sekarang dan bayang-bayang besar akan menyelimuti seluruh liga," ujar Neville, dikutip dari The Sun.

Ia menegaskan, ketidakpastian tersebut menjadi persoalan serius bagi Premier League dan diperkirakan masih akan berlanjut selama beberapa bulan ke depan.

Kontroversi itu juga mewarnai suasana pertandingan di Anfield. Suporter Liverpool menyambut kedatangan Man City dengan sikap bermusuhan, termasuk melalui spanduk dan nyanyian yang menyinggung skandal finansial klub.

Namun, situasi tersebut tidak menghalangi Man City meraih kemenangan keenam secara beruntun di Premier League.

 

Sumber: The Sun


Persaingan Terkini

Berita Terkait