Persija Sempurna di Awal Musim, Shin Tae-yong Punya Pendekatan Berbeda saat Melatih Klub dan Tim Nasional

Shin Tae-yong ungkap perbedaan gaya melatih di level klub dan timnas.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 12 Oktober 2026, 17:15 WIB
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, tersenyum usai timnya mengalahkan PSMS Medan 4-1 pada laga terakhir Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (1/8/2026). Kemenangan tersebut menjaga peluang Macan Kemayoran melaju ke semifinal, yang akhirnya dipastikan setelah Persebaya Surabaya menaklukkan Port FC 2-1 pada laga penutup Grup B. Persija selanjutnya akan menghadapi rival klasiknya, Persib Bandung, pada babak semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. (Bola.com/Wahyu Pratama)

Bola.com, Yogyakarta - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengungkapkan perbedaan pendekatan saat menangani klub dan tim nasional.

Menurutnya, keduanya memiliki kebutuhan berbeda, terutama dalam program latihan dan evaluasi pertandingan.

Advertisement

Shin Tae-yong punya pengalaman panjang bersama Timnas Indonesia sebelum menukangi Persija pada BRI Super League 2026/2027. Kini, ia mampu membawa Macan Kemayoran tampil impresif di awal musim.

Persija berhasil menyapu bersih empat laga pertama. Terbaru, Macan Kemayoran melibas PSIM Yogyakarta 4-0 pada pekan keempat BRI Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10-10-2026).

Hasil itu membuat Persija untuk sementara memuncaki klasemen dengan koleksi 12 poin. Mereka juga menunjukkan produktivitas oke dengan torehan delapan gol dan hanya sekali kebobolan.


Perbedaan Pendekatan

Reaksi STY menjadi perhatian, karena pria asal Korea Selatan (Korsel) tersebut memberikan gerak tubuh tak sepakat. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Shin menjelaskan, menangani tim nasional punya tantangan tersendiri karena waktu persiapan relatif terbatas. Saat agenda bersama Timnas Indonesia, misalnya, tim pernah melakoni dua laga dalam rentang sepekan.

Situasi tersebut membuat fokus latihan lebih banyak diarahkan pada pemulihan dan pengaturan kondisi fisik pemain agar tetap siap bertanding.

"Karakter tim nasional dan klub tentu sedikit berbeda. Karena itu, program latihan yang diterapkan juga berbeda," ujar Shin.

"Ketika menangani tim nasional, kami harus menjalani dua pertandingan dalam waktu sembilan hari. Oleh sebab itu, fokus utama latihan lebih banyak diarahkan pada pengaturan kondisi fisik pemain agar mereka siap menghadapi pertandingan," lanjutnya.


Evaluasi Jadi Kunci

Persija Jakarta meraih kemenangan telak 4-0 atas PSIM Yogyakarta pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026) sore WIB. (Dok. Persija)

Sementara itu, liga domestik memberikan kesempatan lebih luas bagi Shin untuk mengevaluasi kekurangan.

Berbagai aspek permainan yang belum berjalan maksimal bisa diperbaiki via sesi latihan sebelum menghadapi lawan berikutnya.

"Sementara itu dalam kompetisi liga bersama klub, kami memiliki kesempatan untuk mengevaluasi berbagai kekurangan yang muncul dalam pertandingan," kata pelatih berusia 56 tahun itu.

"Kekurangan tersebut kemudian diperbaiki melalui latihan sebagai persiapan menghadapi laga berikutnya. Jadi, pendekatan yang digunakan bersama tim nasional dan klub memang memiliki perbedaan," lanjut pelatih asal Korea Selatan itu.

Pendekatan tersebut sejauh ini berjalan positif bersama Persija. Borneo FC, Persib Bandung, Java United, dan PSIM jadi korban keganasan Macan Kemayoran pada awal musim ini.

Catatan empat kemenangan beruntun merupakan awalan yang bagus bagi klub kebanggaan The Jakmania itu untuk menjaga konsistensi dalam persaingan BRI Super League 2026/2027.


Persaingan Terkini

Berita Terkait