Jurus Fans Liverpool Ejek Man City, Memelesetkan Lagu-Lagu Hits Oasis di Depan Noel Gallagher

Suporter Liverpool sindir Man City dengan memparodikan atau memelesetkan lagu-lagu Oasis dikaitkan dengan 114 dakwaan finansial yang diterima The Citizens.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Oktober 2026, 20:45 WIB
Noel Gallagher tersenyum di hadapan penonton saat pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Anfield di Liverpool, barat laut Inggris pada 11 Oktober 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Suporter Liverpool melancarkan sindiran kepada Manchester City dengan memarodikan alias memelesetkan sejumlah lagu hits Oasis pada pertandingan pekan keenam Premier League 2026/2027 di Anfield, Minggu (11-10-2026).

Aksi tersebut menjadi bentuk ejekan terhadap Man City setelah klub asuhan Enzo Maresca itu dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran aturan finansial Premier League.

Advertisement

Rivalitas kedua tim makin menarik karena Oasis identik dengan Man City.

Liam dan Noel Gallagher merupakan pendukung fanatik The Citizens, bahkan Noel hadir langsung di tribune Anfield ketika tim kesayangannya bertandang ke markas Liverpool, Minggu malam WIB kemarin.

Para pendukung Liverpool memanfaatkan keterkaitan Oasis dengan Man City untuk melontarkan sindiran melalui spanduk dan bendera.

Mereka mengubah judul, penggalan lirik lagu-lagu populer Oasis bahkan logo album menjadi pesan yang menyudutkan rival mereka.


Tak Berpengaruh

Para penggemar Liverpool membentangkan spanduk yang menyindir skandal keuangan Manchester City saat kru televisi bekerja di tepi lapangan menjelang pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 11 Oktober 2026. Manchester City akan menghadapi atmosfer bermusuhan di Anfield pada hari Minggu saat pemimpin klasemen Liga Premier tersebut bertanding melawan rival sengitnya, Liverpool, dalam laga pertama mereka sejak dinyatakan bersalah melanggar lebih dari 100 aturan keuangan. (Paul ELLIS/AFP)

Namun, ejekan itu tak banyak memengaruhi Ruben Dias dkk. Man City justru meninggalkan Anfield dengan kemenangan telak 3-0.

Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Rayan Cherki masing-masing mencetak satu gol untuk membawa tim tamu meraih hasil maksimal.

Hasil itu tak lepas dari kartu merah yang diterima Ryan Gravenberch pada babak kedua, alhasil tim tuan rumah hanya bermain dengan 10 orang hampir 30 menit pertandingan.


Spanduk Parodi Lagu Oasis

Penggemar Liverpool memegang poster yang mengejek skandal keuangan Manchester City saat kru televisi bekerja di tepi lapangan menjelang pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Anfield di Liverpool, barat laut Inggris pada 11 Oktober 2026. Manchester City menghadapi Anfield yang bermusuhan pada hari Minggu ketika pemimpin Premier League itu menghadapi rival sengitnya Liverpool dalam pertandingan pertama mereka sejak dinyatakan bersalah karena melanggar lebih dari 100 aturan keuangan. (Paul ELLIS/AFP)

Sejumlah spanduk yang dibentangkan suporter Liverpool di tribune Anfield, beberapa di antaranya:

"Sham Pain Supernova": Pelesetan dari Champagne Supernova, lagu hits Oasis yang dirilis pada 1995.

"And After All, You Really Robbed Us All": Modifikasi penggalan lirik ikonis Wonderwall.

"All of Your Stars Are Fading Away": Mengacu pada lirik lagu Stop Crying Your Heart Out.

"Look Back in Anger, Shamchester City": Permainan kata yang merujuk pada lagu Don't Look Back in Anger, yang dirilis pada 1996.


Bisakah Man City Kehilangan Gelar Juara?

Pendukung Liverpool berdiri sebelum pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Liverpool, Inggris, Minggu, 11 Oktober 2026. (AP Photo/Jon Super)

Regulasi Premier League memberikan kewenangan kepada komisi independen untuk menjatuhkan berbagai hukuman kepada klub yang terbukti melanggar aturan finansial.

Sanksi yang tersedia meliputi denda, pengurangan poin pada musim berjalan, hingga pencabutan gelar juara.

Jika dakwaan terhadap Man City akhirnya dipertahankan, Premier League secara teknis memiliki kewenangan untuk mencabut gelar yang diraih The Citizens selama musim-musim ketika pelanggaran berlangsung.

Meski begitu, pencabutan gelar akan menjadi hukuman yang belum pernah terjadi dalam sejarah sepak bola Inggris.

Keputusan semacam itu juga berpotensi memicu proses banding hukum yang panjang dari pihak klub.

Sejumlah pakar memperkirakan Premier League kemungkinan lebih memilih pengurangan poin dalam jumlah besar pada musim berjalan atau denda bernilai signifikan, bahkan jika pelanggaran berat terbukti.

Pertimbangan tersebut berkaitan dengan kompleksitas hukum yang muncul jika gelar dari musim-musim sebelumnya dicabut dan harus dialihkan kepada klub lain.

 

Sumber: World Soccer Talk

Berita Terkait