Jamie Carragher Desak Liverpool Tak Usah Mainkan Florian Wirtz

Jamie Carragher meminta Florian Wirtz dicadangkan setelah kembali tampil mengecewakan saat menghadapi Manchester City, Minggu (11/10/2026).

BolaCom | Juventus FiladelfiaDiterbitkan 12 Oktober 2026, 21:30 WIB
Florian Wirtz (#7) dari Liverpool merayakan gol yang dicetaknya pada babak pertama pertandingan persahabatan pramusim melawan Leeds United di Soldier Field pada 2 Agustus 2026 di Chicago, Illinois. (Geoff Stellfox/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Legenda Liverpool, Jamie Carragher, meminta Florian Wirtz dicoret dari susunan pemain utama setelah kembali menunjukkan performa yang mengecewakan. Kritik tersebut muncul setelah Liverpool menelan kekalahan dari Manchester City, Minggu (11/10/2026).

Wirtz kesulitan menciptakan peluang berbahaya sebelum ditarik keluar pada menit ke-65. Padahal, ia diharapkan menjadi motor kreativitas Liverpool saat Cody Gakpo, Dominik Szoboszlai, dan Alexander Isak absen akibat cedera.

Advertisement

Harapan tersebut muncul setelah Liverpool mendatangkannya dari Bayer Leverkusen pada musim panas 2025 dengan nilai transfer mencapai 100 juta poundsterling.

Namun, gelandang asal Jerman itu belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan. Di sisi lain, ia selalu menjadi starter dalam enam pertandingan Liverpool musim ini, tetapi baru menyumbangkan satu assist.

Carragher menilai sudah saatnya pelatih mengambil keputusan tegas dengan menempatkan Wirtz di bangku cadangan.

"Saya rasa dia perlu dikeluarkan dari tim. Saya sudah mengatakan itu pada pertandingan sebelumnya dan saya akan mengatakannya lagi," ujar Carragher kepada Sky Sports.


Jamie Carragher Buka Suara

Jamie Carragher. Semasa aktif bermain, Jamie Carrgaher hanya bermain untuk satu tim sepanjang kariernya, yaitu bersama Liverpool mulai 1996/1997 hingga 2012/2013. Ia total tampil dalam 737 laga bersama Liverpool di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 18 assist. Usai pensiun, ia terjun sebagai komentator dan pundit di jaringan televisi Sky Sports mulai musim 2013/2014 bergabung bersama Grame Souness, Gary Neville dan Jamie Redknapp. Pada Juli 2020 ia melebarkan sayapnya ke jaringan televisi CBS Sports sebagai bagian dari tim yang mengulas khusus Liga Champions. (AFP/Pool/Peter Powell)

Carragher menilai Liverpool tampil cukup baik saat menghadapi Manchester City, terutama sebelum Ryan Gravenberch mendapat kartu merah. Namun, The Reds dinilai masih kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

“Saya rasa Liverpool bermain cukup baik di sebagian besar pertandingan sebelum kartu merah Gravenberch, tetapi mereka tidak menciptakan peluang,” kata Carragher via ESPN.

Carragher menilai alasan Liverpool merekrut Wirtz untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas serangan. Namun, gelandang asal Jerman itu dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi, baik dalam membantu pertahanan maupun saat membangun serangan balik.

“Dia tidak memberikan kontribusi dalam bertahan maupun saat menyerang,” ujar Carragher.

Meski melontarkan kritik tajam, Carragher menegaskan bahwa komentarnya bukan bertujuan menyerang Wirtz secara pribadi. Ia hanya merasa Liverpool tidak bisa terus menunggu sang pemain menunjukkan kontribusi yang diharapkan.

“Saya tidak ingin siapa pun ikut menyerang Wirtz secara pribadi. Namun, menurut saya, wajar jika kami menuntut kontribusi lebih besar darinya karena Liverpool tidak bisa terus menunggu,” tuturnya.

 


Carragher Bandingkan Pemain Dulu dan Sekarang

Steven Gerrard dan Jamie Carragher

Carragher juga membandingkan situasi Wirtz dengan sejumlah pemain yang pernah membela Liverpool, seperti Nicky Barmby, Vladimir Smicer, Yossi Benayoun, Maxi Rodriguez, Jari Litmanen, Philippe Coutinho, Steven Gerrard, dan Steve McManaman.

Menurutnya, para pemain tersebut mampu memberikan kontribusi nyata di posisi masing-masing, meski tidak semuanya selalu menjadi pilihan utama.

Ia juga menilai Liverpool membutuhkan keseimbangan yang lebih baik di lini tengah, terutama dalam hal mencetak gol, menciptakan assist, serta menambah kekuatan fisik.

“Saya pikir lini tengah perlu diseimbangkan kembali agar bisa mencetak gol dan memberikan assist, sekaligus punya stamina, tinggi badan, dan kekuatan yang lebih baik. Gravenberch harus bermain di tim itu,” ujar Carragher.


Liverpool Masih Kesulitan Ciptakan Peluang

Pelatih Liverpool Andoni Iraola berteriak kepada para pemainnya pada babak kedua laga persahabatan pramusim antara Liverpool vs Sunderland di Nashville, Tenn., Sabtu, 25 Juli 2026. (AP Photo/George Walker IV)

Carragher menilai Liverpool memang tampil lebih solid dalam beberapa pertandingan terakhir, tetapi masih kesulitan menciptakan peluang dan mencetak gol sebelum akhirnya kalah dengan Manchester City, Minggu (11/10/2026).

“Masalah Iraola sejauh ini mungkin justru kebalikan dari apa yang diharapkan oleh saya dan para pendukung Liverpool. Saya membayangkan jika melawan City, Liverpool akan bermain seperti saat menghadapi Newcastle, dengan permainan saling menyerang dan gol dari kedua tim,” kata Carragher.

“Liverpool terlihat sedikit lebih solid dalam empat atau lima pertandingan terakhir di bawah manajer baru. Namun, mereka jarang mampu menciptakan banyak peluang atau mencetak banyak gol.” pungkasnya.

Sumber : ESPN

 

Berita Terkait