Legenda Real Madrid Pasang Badan untuk Vinicius Junior usai Kartu Merah Kontra Villarreal

Valdano menilai tindakan Vinicius menarik rambut pemain lawan tidak menunjukkan unsur kesengajaan untuk melakukan pelanggaran serius.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 13 Oktober 2026, 07:45 WIB
Wasit Isidro Escuderos mengacungkan kartu merah kepada penyerang Real Madrid, Vinicius Junior (kedua dari kiri), dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Villarreal di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Minggu (11/10/2026) dini hari WIB. (Oscar Del Pozo / AFP)

Bola.com, Jakarta - Mantan pemain dan pelatih Real Madrid, Jorge Valdano, membela Vinicius Junior setelah penyerang asal Brasil itu menerima kartu merah dalam pertandingan melawan Villarreal.

Valdano menilai tindakan Vinicius menarik rambut pemain lawan tidak menunjukkan unsur kesengajaan untuk melakukan pelanggaran serius.

Advertisement

Real Madrid memang berhasil mengamankan kemenangan tipis atas Villarreal, tetapi pertandingan tersebut diwarnai kontroversi keputusan wasit.

Vinicius sempat mengira dirinya berhasil menggandakan keunggulan Los Blancos, sebelum golnya dianulir dan ia langsung diusir dari lapangan.

Berdasarkan tinjauan Video Assistant Referee (VAR), Vinicius kedapatan menarik rambut Nathan Saliba dalam proses terjadinya gol.

Wasit Isidro Diaz de Mera kemudian membatalkan gol tersebut sekaligus memberikan kartu merah langsung kepada sang penyerang.

Keputusan itu memicu perdebatan. Di tengah situasi itu, Valdano menyampaikan pandangannya bahwa tindakan Vinicius lebih merupakan reaksi spontan ketimbang perbuatan yang dilakukan dengan niat buruk.

 

Jorge Valdano Nilai Vinicius Tidak Berniat Melakukan Pelanggaran

Pemain Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol dalam laga La Liga Spanyol antara Real Madrid vs Real Sociedad di Madrid, Spanyol, Rabu, 26 Agustus 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Berbicara kepada Movistar, Valdano menilai tindakan Vinicius terjadi secara naluriah ketika dirinya merasa dikepung pemain lawan.

Menurut mantan pemain Real Madrid tersebut, Vinicius berusaha melepaskan diri dari situasi yang membuatnya tertekan.

Namun, cara yang dipilih penyerang berusia 26 tahun itu justru melanggar aturan permainan.

"Itu merupakan gerakan yang sepenuhnya naluriah. Dia merasa dikepung, ingin melepaskan diri, lalu melakukannya dengan cara paling ilegal yang bisa dia temukan," ujar Valdano, seperti dikutip Mundo Deportivo.

Valdano juga membandingkan insiden tersebut dengan pelanggaran lain yang dinilainya memiliki tingkat keseriusan berbeda.

"Hal itu akan membedakan tindakan ini dengan, misalnya, meludah kepada seseorang," lanjutnya.

Ia kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak melihat adanya unsur kesengajaan atau niat buruk dalam tindakan Vinicius.

"Saya tidak melihat adanya kesengajaan atau unsur kekotoran dalam tindakan tersebut," kata Valdano.

Meski demikian, penilaian Valdano merupakan pandangan pribadi terhadap insiden tersebut. Keputusan wasit tetap didasarkan pada kejadian di lapangan dan hasil peninjauan VAR.


Vinicius Terancam Hukuman Tambahan

Vinicius Jr menjadi pahlawan kemenangan Real Madrid atas Benfica dalam laga leg 2 play off Liga Champions 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Rabu (25/02/2026) waktu setempat. (AP Photo/Manu Fernandez)

Pembelaan Valdano belum tentu mengurangi konsekuensi yang harus dihadapi Vinicius.

Penyerang Real Madrid itu berpotensi menerima hukuman larangan bermain lebih dari satu pertandingan, bergantung pada keputusan komite disiplin.

Laporan wasit mencatat dua persoalan berbeda dalam insiden itu. Pertama, tindakan Vinicius menarik rambut Nathan Saliba. Kedua, reaksi sang pemain setelah menerima keputusan wasit.

Dalam laporan itu, Vinicius disebut terus melayangkan protes dengan suara keras dan mendekati perangkat pertandingan secara agresif.

Situasi itu bahkan membuat Federico Valverde, Antonio Rudiger, serta beberapa pemain lain harus menahannya.

Perilaku setelah menerima kartu merah itu berpotensi menjadi faktor tambahan dalam penentuan sanksi.

Berdasarkan klasifikasi pelanggaran dan hasil pemeriksaan disiplin, Vinicius berisiko mendapat larangan bermain selama dua, tiga, atau empat pertandingan.

Namun, besaran hukuman itu belum dapat dipastikan sebelum keputusan resmi dijatuhkan oleh otoritas terkait.


El Clasico 25 Oktober Terancam Tanpa Vinicius

Situasi ini menjadi perhatian serius bagi Real Madrid karena Vinicius berpotensi absen dalam pertandingan penting melawan Barcelona pada 25 Oktober mendatang.

Pertandingan bertajuk El Clasico itu merupakan salah satu agenda yang paling dinantikan dalam kalender sepak bola Spanyol.

Kehilangan Vinicius tentu dapat memengaruhi pilihan pemain yang tersedia bagi Real Madrid, apabila hukuman larangan bermain mencakup laga tersebut.

Semuanya akan bergantung pada keputusan akhir komite disiplin mengenai jumlah pertandingan yang harus dilewatkan sang penyerang.

Selain tindakan menarik rambut lawan, perilaku Vinicius setelah menerima kartu merah juga menjadi sorotan.

Jika otoritas disiplin menjatuhkan hukuman tambahan berdasarkan laporan wasit, peluangnya tampil dalam duel melawan Barcelona bisa semakin terancam.

Bagi Real Madrid, keputusan itu akan menentukan apakah mereka dapat mengandalkan salah satu pemain pentingnya dalam pertandingan besar itu.


Vinicius Masih Bisa Tampil di Liga Champions

Di tengah ancaman hukuman domestik, Vinicius masih memiliki peluang untuk memperkuat Real Madrid dalam pertandingan Liga Champions melawan AS Roma pada Selasa.

Pasalnya, kartu merah yang diterimanya dalam pertandingan melawan Villarreal merupakan sanksi di kompetisi domestik.

Dengan demikian, kartu tersebut tidak secara otomatis membuatnya absen dalam pertandingan Liga Champions.

Situasi ini menjadi sedikit kelegaan bagi Real Madrid yang membutuhkan kontribusi Vinicius di tengah jadwal pertandingan yang padat.

Meski demikian, perhatian utama tetap tertuju pada keputusan disiplin terkait insiden melawan Villarreal.

Hukuman yang dijatuhkan nantinya akan menentukan kapan Vinicius dapat kembali memperkuat Los Blancos di kompetisi domestik.

Pembelaan Valdano menambah dimensi lain dalam perdebatan mengenai kartu merah tersebut.

Namun, terlepas dari perbedaan pandangan tentang niat Vinicius, keputusan akhir mengenai sanksi tetap berada di tangan otoritas disiplin sepak bola Spanyol.

Sumber: Madrid Universal

Berita Terkait