Skandal Baru FIFA: Gianni Infantino Diduga Terima Gaji Ganda Jutaan Dolar AS

Gianni Infantino terlibat dalam skandal baru FIFA yang mengejutkan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 13 Oktober 2026, 11:00 WIB
Ilustrasi Gianni Infantino, Presiden FIFA. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali menghadapi sorotan setelah investigasi yang dilakukan Martyn Ziegler dari The Times mengungkap pembayaran tambahan yang diterimanya dari perusahaan penyelenggara Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Sepanjang 2026, Infantino juga menuai kontroversi setelah memberikan FIFA Peace Prize perdana kepada Donald Trump dan memunculkan rencana penjualan saham terkait Piala Dunia.

Advertisement

Rencana tersebut memicu kritik mengenai arah komersial turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

Kontroversi tersebut turut memengaruhi dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino.

Inggris, Skotlandia, dan Irlandia menarik dukungan tertulis mereka menjelang Maret, sedangkan Jerman dan Prancis juga berpotensi mengikuti langkah serupa.


Diduga Menerima Gaji Ganda

Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Laporan The Times mengungkap Infantino menerima dua pembayaran terpisah.

Ia memperoleh gaji dari FIFA di Swiss yang dicantumkan dalam laporan tahunan organisasi tersebut, serta pembayaran lain dari FWC2026 US Inc, perusahaan yang dibentuk untuk mengorganisasi Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan tahunan FIFA, Infantino menerima penghasilan sebesar 4,274 juta franc Swiss.

Namun, dokumen keuangan FWC2026 US Inc yang disampaikan kepada Internal Revenue Service (IRS) Amerika Serikat menunjukkan adanya pembayaran tambahan sebesar 1,76 juta dolar AS pada tahun yang sama.

Dana tambahan tersebut tidak diungkapkan secara terbuka dalam laporan tahunan FIFA. Sejumlah sumber menyebut Infantino menerima pembayaran serupa, atau bahkan lebih besar, pada 2025 dan 2026.

Pembayaran tambahan itu tidak diberikan kepada Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom.

Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, yang juga menjabat sebagai ketua dewan FWC2026, turut disebut tidak menerima pembayaran tambahan dari perusahaan tersebut.

Dari total pembayaran FWC2026 sebesar 1,76 juta dolar AS pada 2024, sebanyak 626.229 dolar AS tercatat sebagai kompensasi lain yang dilaporkan, di luar gaji pokok dan bonus.


Gaya Hidup Mewah Jadi Sorotan

Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

Sejumlah sumber menyebut sebagian dana yang tidak diungkapkan itu mungkin digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah Infantino di Miami menjelang Piala Dunia 2026.

Satu di antara yang menjadi perhatian adalah penggunaan sebuah rumah mewah di tepi laut dengan biaya sewa puluhan ribu dolar AS per bulan.

Properti tersebut berada di Sunset Islands, kawasan eksklusif di Miami Beach yang terdiri dari empat pulau buatan dengan akses terbatas dan penjagaan keamanan.

Infantino diketahui pernah menggunakan sebuah rumah mewah di kawasan itu.

Properti tersebut dibeli mantan CEO Google, Eric Schmidt, yang merupakan miliarder, dengan harga 27 juta dolar AS pada 2023.

Rumah tersebut dilengkapi kolam renang dan dermaga pribadi. Infantino diyakini telah meninggalkan properti itu pada akhir 2025.

Sejumlah sumber di dunia sepak bola internasional mempertanyakan apakah sebagian pembayaran tambahan dari FWC2026 digunakan untuk membiayai penggunaan rumah tersebut.

Namun, FIFA belum mengonfirmasi apakah dana itu memang diperuntukkan bagi kebutuhan tersebut.


Soroti Transparansi Pembayaran

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara selama resepsi FIFA di Trump Tower di New York pada 17 Juli 2026. (Mandel NGAN/AFP)

Mantan Ketua Komite Tata Kelola FIFA, Miguel Maduro, menilai kegagalan mengungkapkan pembayaran tambahan kepada Infantino merupakan pelanggaran nyata terhadap statuta organisasi.

Ia mendesak agar persoalan itu diselidiki secara independen.

Statuta FIFA Pasal 43 Ayat 13 menyatakan kompensasi individu untuk presiden FIFA, anggota dewan, dan sekretaris jenderal FIFA harus diumumkan kepada publik.

Maduro mengatakan kepada The Times bahwa pembayaran lain melalui perusahaan yang berkaitan dengan FIFA juga harus diungkapkan apabila diterima presiden FIFA.

"Ini jelas bertentangan dengan aturan jika dia menerima pembayaran lain dari perusahaan yang terkait dengan FIFA dan hal itu tidak diumumkan kepada publik. Statuta FIFA mewajibkan transparansi penuh. Tidak tepat jika subkomite kompensasi mengizinkan bentuk remunerasi lainnya," kata Maduro.

Ia menegaskan tidak mempermasalahkan besarnya penghasilan seorang presiden FIFA selama jumlah dan bentuk pembayarannya disampaikan secara transparan.

"Saya setuju presiden FIFA harus dibayar dengan sangat baik, tetapi semuanya harus transparan," ujarnya.

The Times, seperti dilansir Give Me Sport, telah meminta penjelasan FIFA mengenai pembayaran tambahan kepada Infantino yang tidak diungkapkan.

Namun, dalam tanggapannya, FIFA tidak menjelaskan alasan pembayaran tersebut tidak dicantumkan dalam laporan tahunan organisasi.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait