Peter Schmeichel Usulkan 4 Hukuman Berat untuk Man City, Termasuk Minus 25 Poin Selama 5 Tahun

Peter Schmeichel mengusulkan empat hukuman berat untuk Manchester City,

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 13 Oktober 2026, 13:00 WIB
Mantan kiper Denmark, Peter Schmeichel (kanan), berbicara dengan mantan pemain Inggris kelahiran Kanada, Owen Hargreaves, sebelum pertandingan Grup C UEFA Euro 2024 antara Denmark dan Inggris di Frankfurt Arena di Frankfurt am Main pada 20 Juni 2024. (Kirill KUDRYAVTSEV/AFP)

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Peter Schmeichel, mengusulkan empat bentuk hukuman berat untuk Manchester City setelah klub itu dinyatakan bersalah dalam kasus pelanggaran aturan finansial Premier League.

Kendati menginginkan sanksi tegas, Schmeichel menilai The Citizens seharusnya tetap diperbolehkan berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Advertisement

Man City menghadapi sejumlah kemungkinan sanksi setelah dinyatakan bersalah atas hampir seluruh tuduhan pelanggaran aturan finansial Premier League selama periode 2009–2018. 

Meski demikian, tim asuhan Enzo Maresca itu tetap menyatakan tidak bersalah dan telah mengajukan banding.

Namun, sejumlah laporan menyebut upaya banding The Citizens kemungkinan tidak akan berhasil.

Jika putusan bersalah tetap berlaku, Man City berpotensi menerima hukuman berat.

Sanksi yang mungkin dijatuhkan mencakup pengurangan poin dalam jumlah besar, pengusiran dari Premier League, hingga pencabutan gelar juara liga yang pernah mereka raih.


Usulan Schmeichel

Kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel mengikuti sesi wawancara khusus bersama awak media di SCTV Tower, Jakarta, Sabtu (5/8/2023) (Bola.com/Abdul Aziz)

Di tengah desakan agar Man City diturunkan ke Championship atau divisi yang lebih rendah, Schmeichel memiliki pandangan berbeda.

Mantan kiper Manchester United itu ingin Man City tetap berada di Premier League, tetapi harus menerima serangkaian hukuman berat.

Satu di antara usulannya adalah memberikan pengurangan 25 poin kepada Man City pada setiap musim selama lima tahun ke depan.

"Saya pikir, tentu saja mereka harus tetap berada di Premier League," kata Schmeichel, dikutip dari Football365.

"Namun, selama lima tahun berikutnya, mereka harus memulai setiap musim di Premier League dengan minus 25 poin," lanjutnya.


Jadi Pelajaran Klub Lain

Erling Haaland dari Manchester City melakukan selebrasi setelah mencetak gol kelima dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester City dan Sunderland di Manchester, Inggris, Minggu, 20 September 2026. (Foto AP/Dave Thompson)

Menurut Schmeichel, hukuman berat diperlukan agar kasus serupa menjadi pelajaran bagi klub-klub lain. Ia menilai pelanggaran terhadap aturan kompetisi harus mendapatkan konsekuensi serius.

Selain pengurangan poin, Schmeichel mengusulkan larangan transfer selama lima tahun dan denda dalam jumlah besar.

Ia juga meminta pemilik klub dipaksa menjual kepemilikan mereka. Schmeichel menilai pemilik saat ini tidak layak mengelola Man City maupun klub sepak bola di Inggris.

Tak hanya itu, Schmeichel menginginkan larangan beraktivitas di sepak bola bagi semua pihak yang terlibat dalam pelanggaran tersebut.


Schmeichel Tak Persoalkan Gelar Juara Man City

Striker Manchester City Erling Haaland merayakan gol ke gawang Liverpool pada laga Liga Inggris 2026/2027 di Anfield, Minggu (11/10/2026). (AFP/Paul Ellis)

Mengenai gelar-gelar Premier League yang pernah diraih Man City, Schmeichel tidak menganggap pencabutan trofi sebagai hal yang menentukan.

Ia menyatakan Man City bisa saja kehilangan gelar-gelar tersebut atau tetap mempertahankannya. Baginya, kedua pilihan itu tidak terlalu berpengaruh dibandingkan hukuman lain yang diusulkannya.

Pandangan Schmeichel mengenai pencabutan gelar mendapat tanggapan berbeda dari mantan bek Manchester United, Jaap Stam.

Stam sepakat Man City harus menerima hukuman, tetapi ia secara tegas menilai gelar juara yang diraih klub itu melalui pelanggaran perlu dicabut.

"Saya pikir gelar-gelar itu harus dicabut karena mereka mendapatkannya dengan melakukan kecurangan," ujar Stam.

"Saya sepenuhnya setuju dengan Peter bahwa mereka harus dihukum. Sangat penting bagi Premier League untuk memberikan contoh kepada semua pihak agar hal seperti ini tidak pernah terjadi lagi," tambahnya.

 

Sumber: Football365

Berita Terkait