Bola.com, Jakarta - Kartu merah bisa diberikan karena berbagai pelanggaran keras di lapangan sepak bola. Satu insiden yang belakangan jadi sorotan adalah tindakan menarik rambut lawan, seperti yang dilakukan Vinicius Junior saat Real Madrid menghadapi Villarreal.
Vinicius sempat mengira dirinya mencetak gol tambahan untuk Real Madrid. Namun, tinjauan Video Assistant Referee (VAR) memperlihatkan ia menarik rambut Nathan Saliba dalam proses serangan. Gol itu dianulir dan Vinicius diganjar kartu merah.
Insiden itu bukan yang pertama. Planet Football mencatat sejumlah pemain lain yang juga diusir dari lapangan setelah melakukan tindakan serupa.
Vinicius Junior Menarik Rambut Nathan Saliba
Vinicius Junior menjadi nama terbaru dalam daftar ini setelah insiden Real Madrid menghadapi Villarreal.
Penyerang asal Brasil itu sempat mengira dirinya berhasil menggandakan keunggulan Madrid setelah menyelesaikan peluang dari jarak dekat.
Namun, selebrasi tersebut tidak berlangsung lama. Setelah meninjau tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit menemukan bahwa Vinicius menarik rambut Nathan Saliba ketika keduanya bergerak dalam situasi permainan.
Keputusan itu membuat gol Vinicius dianulir dan sang pemain menerima kartu merah. Insiden itu menjadi contoh bagaimana pelanggaran yang tidak langsung terlihat dalam proses terciptanya gol tetap dapat mengubah keputusan akhir pertandingan setelah ditinjau melalui VAR.
Joao Neves Menarik Rambut Marc Cucurella
Gelandang Paris Saint-Germain, Joao Neves, juga pernah menerima kartu merah akibat menarik rambut Marc Cucurella. Insiden itu terjadi dalam final Piala Dunia Antarklub 2025 ketika Cucurella masih memperkuat Chelsea.
Cucurella kembali menjadi pusat perhatian karena gaya rambutnya yang khas. Namun, dalam kejadian ini, persoalannya bukan sekadar kontak fisik biasa.
Tarikan rambut yang dilakukan Neves membuat gelandang PSG tersebut harus meninggalkan lapangan lebih awal.
Kasus Neves juga mengingatkan publik pada insiden lain yang melibatkan Cucurella dan Cristian Romero dari Tottenham Hotspur.
Dalam kejadian sebelumnya, Romero melakukan tindakan serupa, tetapi kartu merah yang sempat menjadi perdebatan itu dibatalkan setelah peninjauan VAR.
Jack Stephens Melakukan Pelanggaran terhadap Cucurella
Cucurella kembali menjadi korban dalam insiden yang melibatkan Jack Stephens. Bek Southampton itu diusir dari lapangan saat menghadapi Chelsea dalam pertandingan Premier League.
Kejadian berlangsung sebelum situasi bola mati. Stephens menarik rambut Cucurella, tetapi pelanggaran tersebut perlu ditinjau lebih lanjut sebelum wasit mengambil keputusan akhir.
Setelah melihat tayangan ulang melalui VAR, wasit memutuskan memberikan kartu merah kepada Stephens.
Insiden ini memperlihatkan pelanggaran tanpa perebutan bola pun dapat berujung hukuman berat jika dianggap memenuhi unsur perilaku kekerasan.
Dua insiden yang melibatkan Cucurella dengan Stephens dan Neves menunjukkan tindakan menarik rambut bukan perkara yang bisa dianggap sepele dalam penegakan aturan.
Michael Keane Menarik Rambut Tolu Arokodare
Bek Everton, Michael Keane, masuk dalam daftar setelah menerima kartu merah akibat insiden dengan penyerang Wolverhampton Wanderers, Tolu Arokodare, pada musim Premier League 2025/2026.
Arokodare menjadi sasaran tarikan rambut dalam duel di lapangan. Wasit kemudian mengusir Keane, yang membuat Everton kehilangan salah satu pemain bertahannya.
Everton sempat berusaha mengajukan banding atas hukuman tersebut. Namun, upaya klub tidak membuahkan hasil dan larangan bermain bagi Keane tetap diberlakukan.
Kasus ini memperlihatkan bahwa keputusan kartu merah akibat tarikan rambut tidak selalu dapat dibatalkan melalui banding.
Klub dapat mempertanyakan penilaian wasit, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada proses peninjauan sesuai aturan yang berlaku.
Dan Ballard Terlibat Insiden Serupa dengan Arokodare
Tolu Arokodare kembali terlibat dalam insiden menarik rambut ketika menghadapi Sunderland. Kali ini, bek Sunderland, Dan Ballard, menjadi pemain yang menerima kartu merah.
Insiden tersebut terjadi pada penghujung musim Premier League 2025/2026. Saat itu, Wolverhampton Wanderers sudah dipastikan terdegradasi sebelum pertandingan berlangsung.
Manajer Sunderland, Regis Le Bris, mempertanyakan keputusan wasit. Ia menilai tindakan Ballard tidak termasuk perilaku kekerasan, meskipun memahami bahwa wasit harus menerapkan aturan yang berlaku.
Le Bris mengatakan, “Itu bukan perilaku kekerasan. Saya memahami aturannya dan wasit harus menerapkan aturan tersebut, tetapi sulit memahami keputusan itu dalam situasi seperti itu.”
Perdebatan muncul karena terdapat penilaianBallard berusaha mendapatkan posisi yang lebih menguntungkan dalam duel, bukan sengaja menjadikan rambut Arokodare sebagai sasaran. Meski demikian, wasit tetap menjatuhkan hukuman kartu merah.
Lisandro Martinez Melakukan Kontak dengan Dominic Calvert-Lewin
Bek Manchester United, Lisandro Martinez, melengkapi daftar setelah menerima kartu merah dalam insiden dengan penyerang Leeds United, Dominic Calvert-Lewin.
Keputusan tersebut memicu protes dari manajer Manchester United, Michael Carrick. Ia menilai kontak yang dilakukan Martinez tidak layak dikategorikan sebagai tarikan rambut yang agresif.
Carrick mengatakan, “Itu bukan tarikan, bukan sentakan, bukan tindakan agresif. Dia menyentuhnya dan justru mendapat kartu merah.”
Ia juga mempertanyakan keputusan wasit yang tidak membatalkan hukuman setelah insiden tersebut ditinjau.
Menurut Carrick, keputusan itu sulit diterima karena ia merasa kontak yang terjadi tidak memenuhi kriteria pelanggaran yang seharusnya berujung kartu merah.
Kasus Martinez memperlihatkan bahwa keputusan dalam insiden menarik rambut tidak selalu diterima tanpa perdebatan.
Pihak yang dirugikan dapat menilai tindakan tersebut sebagai perilaku kekerasan, sementara pihak lainnya memandang kontak yang terjadi tidak cukup agresif untuk mendapatkan hukuman berat.
Enam insiden tersebut menunjukkan menarik rambut dapat berujung kartu merah ketika wasit menilainya sebagai perilaku kekerasan.
Namun, perbedaan penilaian dalam sejumlah kasus juga memperlihatkan pentingnya konteks kejadian dan konsistensi penerapan aturan di lapangan.
Sumber: Planet Football