Buntut Pelanggaran Finansial Man City, Steven Gerrard Tuntut Sanksi Berat: Buat Mereka Menderita!

Steven Gerrard memberikan pernyataan keras terhadap kasus dugaan pelanggaran finansial yang menjerat Manchester City.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 13 Oktober 2026, 14:45 WIB
Manchester City. Serupa dengan Real Madrid, Manchester City sepanjang tahun 2022 juga berhasil mencetak 37 kemenangan dari total 54 laga di semua ajang domestik maupun Eropa. Klub asuhan Pep Guardiola tersebut hanya berhasil meraih satu trofi sepanjang tahun 2022, yaitu juara Premier League 2021/2022. (AFP/Oli Scarff)

Bola.com, Jakarta - Legenda Liverpool, Steven Gerrard, melontarkan pernyataan terkait kasus dugaan pelanggaran finansial yang menjerat Manchester City.

Mantan kapten Liverpool tersebut mendesak otoritas terkait untuk mencabut gelar juara yang pernah diraih Man City usai The Citizens dinyatakan bersalah atas 100 lebih tuduhan pelanggaran aturan finansial Premier League.

Advertisement

Pernyataan keras Gerrard ini didasari atas rentang waktu tuduhan yang dialamatkan kepada Man City, yakni dari periode 2009 hingga 2018.

Bagi Gerrard, periode tersebut sangat membekas mengingat ia memimpin Liverpool finis sebagai runner-up di bawah Man City pada musim 2013-2014, tepat sebelum ia keluar dari Anfield pada 2015.

Meski pihak Man City membantah seluruh tuduhan tersebut dan telah mengajukan proses banding, Gerrard menegaskan hukuman setimpal harus tetap dijatuhkan.

Ia menilai sanksi tegas sangat diperlukan demi menegakkan keadilan serta memberikan efek jera di kompetisi sepak bola Inggris.


Wajib Menerima Hukuman

Kapten Manchester City, Vincent Kompany, mengangkat trofi juara Premier League 2018-2019, Minggu malam WIB (12/5/2019). (AFP/Glyn Kirk)

Dalam wawancara di "The Overlap", Gerrard menegaskan dirinya tidak bermaksud menyerang secara individu pemain Man City.

Namun, secara institusi, Man City dinilainya wajib menerima hukuman yang dapat membuat mereka merasakan dampak signifikan dari tindakan yang telah dilakukan.

"Secara pribadi, saya mungkin menjadi salah satu pihak yang terdampak. Saya tentu tidak ingin para pemain menyerahkan medali mereka, itu tidak wajar. Namun, untuk pihak klub, gelar juara mereka harus dicabut demi memberikan pelajaran berharga," tegas Gerrard, dikutip dari ESPN.

Ia juga mengusulkan bentuk sanksi yang berkesinambungan daripada sekadar melempar Man City ke divisi bawah Championship.


Hukuman yang Tepat

Dua wonderkid berusia 19 tahun, Alejandro Garnacho dan Kobbie Mainoo menjadi pahlawan kemenangan 2-1 Manchester United atas Manchester City di final Piala FA 2023/2024 di Wembley Stadium, London, Sabtu (25/5/2024). Berkat gol keduanya, Manchester United memastikan merebut trofi ke-13 nya di Piala FA, hanya berselisih satu trofi dengan pemegang rekor Piala FA terbanyak, Arsenal dengan 14 trofi. Hasil ini juga memastikan MU akan berlaga di Liga Europa musim depan lewat jalur juara Piala FA. (AFP/Justin Tallis)

Menurutnya, melengserkan Man City ke Divisi Championship justru tidak adil bagi tim-tim di liga tersebut karena akan mengurangi jatah promosi klub lain.

"Menurut pandangan saya, hukuman yang lebih tepat adalah sanksi jangka panjang di Premier League, seperti larangan transfer dan pemotongan poin selama beberapa musim berturut-turut. Buat mereka menderita seperti halnya mereka membuat tim lain menderita selama sembilan atau sepuluh tahun," tambah Gerrard.

Gerrard menyinggung bagaimana tegasnya Premier League saat menjatuhkan sanksi pengurangan poin kepada klub lain, seperti Everton dan Nottingham Forest, atas pelanggaran serupa.

Ia berharap Premier League tidak pilih kasih dan tetap menunjukkan taringnya saat menghadapi kasus besar yang melibatkan Man City.


Dampak Kasus Man City

Para pemain Manchester City mengangkat trofi juara Liga Inggris 2023/2024 usai menaklukkan West Ham United pada laga pekan ke-38 yang digelar di Etihad Stadium, Minggu (19/5/2024) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

 

Mengenai peluang menerima medali susulan jika gelar Man City benar-benar dicabut, Gerrard secara terbuka mengaku tidak lagi memikirkannya.

Bagi Gerrard, menerima medali secara retrospektif tidak akan pernah menggantikan emosi dan rasa bangga dari momen kemenangan yang seharusnya dirasakan saat itu.

Ia mengingatkan dampak dari dugaan kecurangan tersebut tidak hanya dirugikan oleh Liverpool, melainkan juga fans Tottenham Hotspur, Manchester United, Everton, hingga tim-tim papan bawah.

Pihak-pihak terkait di Man City dinilai harus menyadari besarnya momen berharga yang telah mereka rampas dari publik sepak bola Inggris.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait