Jendi Pangabean Siap Tempur di Asian Para Games 2026, Ingin Pertahankan Emas meski Usia Tak Lagi Muda

Atlet para renang andalan Indonesia, Jendi Pangabean, menegaskan kesiapannya menghadapi Asian Para Games 2026 yang akan berlangsung di Nagoya, Jepang.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 13 Oktober 2026, 14:15 WIB
Atlet para renang andalan Indonesia, Jendi Pangabean (kiri), bersalaman dengan Menpora Erick Thohir saat pelepasan kontingen Indonesia menuju Asian Para Games 2026 yang akan berlangsung di Nagoya, Jepang, Senin (12/10/2026). (NPC Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Atlet para renang andalan Indonesia, Jendi Pangabean, menegaskan kesiapannya menghadapi Asian Para Games 2026 yang akan berlangsung di Nagoya, Jepang.

Meski usianya telah menginjak 35 tahun dan persaingan diprediksi semakin ketat, Jendi tetap optimistis bisa kembali menyumbangkan prestasi untuk Merah Putih.

Advertisement

Asian Para Games 2026 menjadi ajang yang istimewa bagi atlet asal Sumatra Selatan tersebut. Jendi sudah tiga kali tampil di Asian Para Games dan Nagoya akan menjadi lokasi keempatnya berjuang di pesta olahraga terbesar Asia bagi atlet disabilitas itu.

Jendi memiliki target mempertahankan prestasinya, terutama pada nomor 100 meter gaya punggung klasifikasi S9. Ia sebelumnya sukses meraih medali emas pada nomor tersebut di Asian Para Games 2018 dan 2022.

Persiapan Jendi kini telah memasuki tahap akhir. Ia mengaku hampir sepenuhnya siap untuk bertanding dan bertekad mengerahkan kemampuan terbaiknya.

"Persiapannya sekarang sudah persiapan prapertandingan. Program sudah siap menuju pertandingan. Kita sudah hampir 100 persen. Kami harus fight," ujar Jendi, Senin (12/10/2026).

Pelatih telah memasang target medali untuk Jendi. Namun, atlet berusia 35 tahun itu berusaha menjadikan target tersebut sebagai motivasi, bukan beban yang mengganggu persiapannya.

"Mudah-mudahan, berharap yang terbaik untuk Indonesia, bisa menyumbangkan medali," katanya.

 


Bermodal Prestasi di ASEAN Para Games

Atlet para renang Indonesia, Jendi Pangabean Akmal, meraih tujuh medali emas ASEAN Paragames 2026 di Thailand. (Doc NPC Indonesia)

Jendi datang ke Nagoya dengan modal kepercayaan diri setelah tampil gemilang pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand. Dalam ajang tersebut, ia menjadi salah satu atlet Indonesia dengan raihan medali emas terbanyak, yakni tujuh keping.

Prestasi itu menjadi tambahan motivasi bagi Jendi untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya di Jepang. Meski demikian, ia menyadari persaingan Asian Para Games memiliki level yang lebih tinggi dibandingkan ajang regional Asia Tenggara.

"Tentu ini event yang lebih besar daripada ASEAN Para Games, jadi saya harus benar-benar fokus di sini untuk bisa menghasilkan yang terbaik untuk Indonesia," tutur Jendi.

Ia juga tidak menampik bahwa faktor usia menjadi tantangan tersendiri dalam persiapannya kali ini. Untuk tetap bersaing dengan para perenang terbaik Asia, Jendi merasa harus bekerja lebih keras dan menjaga fokus sepanjang kompetisi.

"Ini menjadi tantangan yang berat juga buat saya, karena umur saya sudah tidak muda lagi. Jadi saya harus lebih kerja keras lagi di Asian Para Games yang di Nagoya ini," ungkapnya.

 


Dukungan Keluarga Jadi Motivasi Tambahan

Jendi Pangabean memamerkan medali emas yang ia raih di ASEAN Para Games 2022 (Dok. INASPOC)

Di tengah persiapan menuju Asian Para Games 2026, Jendi juga mendapat dukungan penuh dari keluarga. Meski istri dan anaknya tidak bisa hadir langsung di Nagoya untuk menyaksikan perjuangannya dari tribun, hal itu tidak mengurangi semangatnya.

Bagi Jendi, dukungan keluarga dari Indonesia tetap menjadi sumber motivasi besar untuk berjuang membawa pulang prestasi.

"Di Nagoya ini mereka kebetulan tidak bisa ikut, tapi tetap tidak menjadi penghalang buat saya. Mereka selalu memberikan support dan dukungan dari Indonesia, dan itu menjadi motivasi yang besar buat saya," pungkasnya.

Dengan persiapan yang hampir rampung, pengalaman tampil di tiga edisi sebelumnya, serta modal tujuh medali emas dari ASEAN Para Games 2025, Jendi Pangabean siap kembali berjuang demi mengharumkan nama Indonesia di Nagoya.

Berita Terkait