Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan saat menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Faktor paling mencolok adalah spirit dan mental bertanding yang luar biasa.
Ujian terberat dialami pasukan John pada tiga pertandingan melawan Malaysia, Bangladesh, dan final kontra Thailand.
Di tiga laga itu Kevin Diks dkk. tak sekadar menunjukkan kualitas teknik, tetapi jiwa patriotisme mereka mampu mengentaskan diri keluar dari situasi kritis.
Masih lekat dalam ingatan, bagaimana Timnas Indonesia harus menghadapi teror dan gempuran bertubi-tubi Malaysia selama 60 menit dengan sepuluh pemain untuk memaksa hasil imbang tanpa gol.
Skuad Garuda juga harus berkejaran jumlah gol dengan Malaysia saat memberondong Bangladesh dengan skor 9-2 hingga menit kritis perpanjangan waktu untuk merebut tiket final.
Jiwa Korsa
Di laga puncak, Timnas Indonesia lagi-lagi berhasil selamat di menit akhir tambahan waktu untuk mengimbangi Thailand 2-2 dan menyudahi pertandingan final lewat drama adu penalti yang tak kalah menegangkan.
"Saya kagum dengan jiwa korsa pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup. Patriotisme pemain diaspora sungguh luar biasa. Spirit tinggi itu berhasil mengalahkan kelelahan pada diri pemain. Ini modal sangat berharga yang harus dijaga di Piala Asia 2027 nanti," kata Raja Isa Raja Akram Shah, pengamat sepak bola ASEAN asal Malaysia.
Raja Isa menilai spirit pemain membela negara memang lebih kuat dibanding ketika tampil bersama klub.
"Inilah perbedaan membela negara dengan klub. Bermain di timnas punya tanggung jawab kepada bangsa dan seluruh rakyat. Kalau main di klub, sebatas loyalitas kepada pemilik dan suporter. Itulah kenapa pertandingan timnas di ajang internasional sangat menarik karena di pertandingan itu akan terlihat seberapa besar rasa nasionalisme seorang pemain," tutur Raja Isa yang pernah berkarier sebagai pelatih di sejumlah tim di Indonesia.
Atmosfer Lebih Panas
Piala Asia 2027 bakal digelar di Arab Saudi Saudi, 7 Januari-5 Februari 2027. Di ajang ini semua peserta pasti menunjukkan kecintaan kepada negara masing-masing.
Lantaran levelnya jauh lebih tinggi dari Piala AFF dan FIFA ASEAN Cup, Raja Isa menyatakan atmosfer Piala Asia 2027 pasti lebih panas. Selain adu spirit nasionalisme juga pamer kualitas teknik.
"Timnas Indonesia sudah punya modal spirit. Tapi, di Piala Asia nanti itu tak cukup karena kualitas individu dan tim juga menentukan prestasi. John Herdman harus menyiapkan banyak taktik dan variasi permainan yang lebih rapi lagi," tutur mantan pelatih Persipura Jayapura dan PSM Makassar itu.
Grup Neraka
Berada di Grup F, Timnas Indonesia harus menghadapi Jepang dan Qatar, kontestan Piala Dunia 2026 di AS, Meksiko, dan Kanada lalu.
Timnas Indonesia juga harus lebih siap lagi meladeni Thailand, yang pasti berambisi membalas kekalahan pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta.
"Untuk Timnas Indonesia ini adalah grup neraka. Jepang dan Qatar jelas tim kuat dari Piala Dunia lalu. Ditambah aroma dendam dari Thailand nanti Karena nanti tak ada adu penalti untuk menentukan kemenangan. Jadi, selain taktik, John Herdman harus benar-benar jeli memilih pemain mumpuni untuk menjaga kedalaman Timnas Indonesia," ujar Raja Isa.