Bola.com, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) meminta publik menghentikan hinaan dan serangan pribadi terhadap para pemain Timnas Korea Selatan.
KFA menilai tindakan semacam itu tidak memberikan manfaat bagi perkembangan sepak bola nasional.
Dalam pernyataan resmi pada Selasa, KFA menyoroti maraknya informasi yang belum terverifikasi dan spekulasi mengenai anggota Timnas Korea Selatan di media sosial maupun komunitas daring.
Tim berjuluk Taegeuk Warriors itu belakangan menjadi sasaran berbagai rumor mengenai perselisihan internal.
Setelah menjalani pertandingan persahabatan melawan Uzbekistan, Selasa pekan lalu, dalam rangkaian jeda internasional, tiga pemain kelahiran 1996, yakni Hwang Hee-chan, Hwang In-beom, dan Kim Min-jae, dikabarkan menyampaikan kepada rekan setim bahwa mereka ingin pensiun dari tim nasional.
Ketiganya disebut kecewa terhadap kelompok pemimpin tim yang melibatkan kapten Son Heung-min dan Lee Jae-sung, yang sama-sama berusia 34 tahun.
Awal Rumor
Rumor mengenai siapa yang memulai perselisihan terus bermunculan di forum penggemar sepak bola dan kanal YouTube.
Sebagian pihak membela Son sebagai kapten, sedangkan yang lain mendesaknya mundur dan menyerahkan jabatan itu kepada pemain yang lebih muda.
KFA menegaskan pihaknya menghormati perbedaan pendapat serta kritik membangun dari para suporter.
Namun, KFA mengaku sangat prihatin terhadap penyebaran rumor tanpa dasar dan pernyataan menyerang yang berpotensi menjadi pencemaran nama baik.
"Beberapa momen dari sesi latihan atau kehidupan sehari-hari pemain telah diambil di luar konteks untuk menggambarkan perselisihan internal sebagai sebuah fakta. Selain itu, beredar pula video hasil manipulasi deepfake yang membuat pemain menjadi sasaran ejekan dan fitnah," demikian pernyataan KFA, dilansir Yonhap.
Imbauan KFA
Federasi juga menyoroti serangan pribadi yang dilancarkan melalui akun media sosial para pemain, bahkan hingga akun resmi klub yang mereka bela.
Menurut KFA, tindakan semacam itu dapat menimbulkan beban psikologis serius bagi pemain dan sama sekali tidak membantu sepak bola Korea Selatan.
KFA turut menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap penggunaan kekayaan intelektual tanpa izin, termasuk video dan foto milik federasi, untuk membuat maupun menyebarkan informasi palsu.
Federasi menegaskan setiap anggota tim nasional berhak mendapatkan penghormatan.
Perbedaan pandangan di antara pemain dinilai sebagai bagian dari proses untuk saling memahami, bertukar pendapat secara terbuka, dan menentukan arah terbaik bagi tim.
KFA Siapkan Respons Tegas
Sebaliknya, KFA meminta publik tidak menilai kondisi tim hanya berdasarkan potongan informasi dan spekulasi yang justru dapat memperbesar konflik.
"Kami di KFA harus menyediakan seluruh dukungan yang diperlukan agar para pemain dapat berkonsentrasi pada pertandingan yang mereka hadapi. Kami memandang tanggung jawab itu dengan serius," lanjut pernyataan tersebut.
KFA juga mengakui situasi yang berkembang telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan suporter.
Federasi berjanji tetap mendengarkan para pemain sekaligus menerima berbagai pendapat dan kritik dari publik dengan terbuka.
Sumber: Yonhap