4 Pemain yang Paling Mencuri Perhatian di Eropa Musim Ini, Muncul Rival Baru Xavi Simons

Ada empat pemain yang tampil menonjol dan berpotensi menjadi sensasi baru di sepak bola Eropa musim ini.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 14 Oktober 2026, 12:00 WIB
Penyerang AS Monaco, Paris Brunner, merayakan gol yang dicetaknya dalam pertandingan Liga Prancis antara AS Monaco dan RC Lens di Stadion Louis II, Monako, 18 September 2026. (Valery Hache/ AFP)

Bola.com, Jakarta - Musim 2026/2027 telah memasuki bulan ketiga. Persaingan di berbagai liga top Eropa mulai menunjukkan gambaran yang semakin jelas.

Sejumlah klub mulai mengukuhkan posisi mereka di klasemen, sementara kompetisi Liga Champions juga telah memasuki matchday kedua.

Advertisement

Di tengah persaingan tersebut, sejumlah pemain bintang masih mampu mempertahankan performa apik seperti yang diharapkan. Namun, ada pula talenta-talenta menjanjikan yang mulai mencuri perhatian di berbagai penjuru Eropa.

Jurnalis sepak bola Eropa, Andy Brassell, kini menyoroti empat pemain yang tampil menonjol dan berpotensi menjadi sensasi baru pada musim ini.

Dalam wawancara eksklusif bersama talkSPORT, Brassell mengungkap nama-nama pemain yang dinilainya berpeluang menarik minat klub-klub besar dan berpotensi mendapatkan transfer bergengsi pada bursa musim panas tahun depan.

Lantas, siapa saja empat pemain yang masuk daftar bintang terobosan pilihan Brassell sejauh musim ini?


1. Flavio Goncalves (Sporting Lisbon)

Gelandang Sporting Lisbon asal Portugal, Flavio Goncalves, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Portugal melawan CD Nacional da Madeira di Stadion Jose Alvalade, Lisbon, 5 September 2026. (Patricia de Melo Moreira / AFP)

Flavio Goncalves langsung mendapat kesempatan bermain di tim utama Sporting Lisbon tanpa harus menjalani masa peminjaman ke klub lain.

Winger berusia 19 tahun itu dipromosikan dari tim B pada musim panas lalu. Sebelumnya, ia bergabung dengan akademi Sporting Lisbon dari Rio Ave ketika berusia 13 tahun.

Goncalves kemudian membuktikan kualitasnya dengan mencetak tiga gol dan menyumbang satu assist dalam tujuh penampilan di Liga Portugal musim ini.

Ia juga menjalani debut bersama Timnas Portugal U-21 pada bulan lalu. Meski lahir di Prancis, penyerang tersebut juga memiliki kesempatan untuk memperkuat Les Bleus.

Sporting Lisbon mengawali musim baru Liga Portugal tanpa kekalahan dan kini menempati peringkat ketiga di bawah Porto dan Benfica.

Goncalves juga tampil saat Sporting meraih kemenangan atas Galatasaray di Liga Champions pada September, mengawali kiprah mereka di kompetisi tersebut dengan hasil impresif.

Mengomentari perkembangan pemain muda tersebut, jurnalis sepak bola Eropa Andy Brassell mengatakan ini. 

“Sporting memiliki identitas yang sangat erat dengan pengembangan talenta muda. Flavio Goncalves merupakan salah satu pemain terbaru yang muncul dari tradisi tersebut," ujarnya. 

“Saya menyebutnya salah satu yang terbaru karena jika melihat Sporting musim ini, mereka telah menjual sejumlah pemain penting, termasuk Pedro Goncalves. Jadi, mereka seperti mengganti satu Goncalves dengan Goncalves lainnya." 

“Flavio Goncalves adalah penyerang sayap sejati. Dia memiliki kemampuan untuk mencetak banyak gol.”

 


2. Paris Brunner

Penyerang AS Monaco, Paris Brunner, harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan kesempatan di tim utama klub yang kini memimpin klasemen Ligue 1. Kesempatan tersebut baru datang pada musim ini.

Direkrut dari Borussia Dortmund pada 2024, Brunner kemudian dipinjamkan ke klub Belgia, Cercle Brugge. Setelah kembali ke Monaco, pemain depan tersebut gagal mencetak gol dalam tujuh penampilan di Ligue 1 musim lalu.

Namun, situasinya berubah pada musim ini. Di bawah asuhan Filipe Luis, pemain berusia 20 tahun itu telah mencetak empat gol dalam lima pertandingan. Ia juga membukukan dua gol dari dua penampilan di UEFA Conference League.

Brunner turut mencetak dua gol dalam debutnya bersama Timnas Jerman U-21 saat menghadapi Latvia pada bulan lalu.

Performa apiknya membantu Monaco mengawali musim tanpa kekalahan. Mereka kini memimpin klasemen Ligue 1 dengan keunggulan satu poin.

Jurnalis sepak bola Eropa, Andy Brassell, menilai kebangkitan Brunner menjadi salah satu kejutan menarik pada musim ini.

“Menurut saya, sangat menyenangkan melihat Paris Brunner langsung tampil mengesankan di Ligue 1 musim ini," ujarnya. 

“Perlu diingat, ketika dia direkrut dari Dortmund, akademi klub tersebut memiliki reputasi yang sangat besar."

“Ketika itu, muncul anggapan bahwa Monaco hanyalah batu loncatan bagi Brunner sebelum bergabung dengan salah satu klub elite Eropa. Dia diyakini memiliki potensi untuk mencapai level tertinggi." 

 


3. Gjivai Zechiel (Feyenoord)

Gelandang Timnas Belanda, Gjivai Zechiël, tiba untuk mengikuti sesi latihan di markas Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) di Zeist, 21 September 2026, menjelang pertandingan UEFA Nations League melawan Jerman. (Koen van Weel / ANP / AFP)

Gelandang Feyenoord, Gjivai Zechiel, berhasil mengukuhkan posisinya di tim utama setelah kembali dari masa peminjaman selama satu musim bersama Utrecht pada musim lalu.

Zechiel selalu menjadi starter dalam delapan pertandingan Eredivisie musim ini. Ia turut berkontribusi besar dalam membawa Feyenoord memimpin klasemen tanpa menelan kekalahan, dengan torehan lima gol dan empat assist.

Penampilan impresif tersebut membuat pemain berusia 22 tahun itu mendapatkan kontrak baru berdurasi tiga tahun pada bulan lalu. Tak hanya bersinar di level klub, Zechiel juga menjalani debut bersama Timnas Belanda senior saat menghadapi Yunani pada jeda internasional terbaru.

Jurnalis sepak bola Eropa, Andy Brassell, menilai kualitas Zechiel bisa membuat Feyenoord kesulitan mempertahankannya setelah musim ini berakhir.

“Gjivai Zechiel tampil sangat baik bersama Feyenoord yang kini memuncaki klasemen Eredivisie. Mereka juga mengawali musim dengan sangat bagus di bawah asuhan Giovanni van Bronckhorst," ujar Brassell. 

“Ketika seorang pemain tampil begitu menonjol di salah satu liga yang level persaingannya belum setinggi liga-liga top Eropa, Anda akan merasa klubnya bakal sangat kesulitan mempertahankannya setelah musim ini, betapapun besarnya Feyenoord. Itulah kesan saya terhadap Zechiel."

“Dia juga dipanggil ke Timnas Belanda oleh Xavi, mengingat Xavi lainnya, yakni Simons, sedang tidak tersedia." 

“Dia pemain yang memiliki intuisi sepak bola luar biasa. Sejauh musim ini, dia sudah mencetak gol dan menciptakan peluang dengan sangat baik. Jika terhindar dari cedera, Feyenoord tampaknya bisa menjalani musim yang hebat," imbuhnya. 

 


4. Alessandro Romano (Cagliari Dipinjam dari AS Roma)

Gelandang Timnas Belgia, Kevin De Bruyne (kanan), berebut bola dengan gelandang Timnas Italia, Alessandro Romano (kiri), dalam pertandingan UEFA Nations League Grup 1 Liga A antara Italia dan Belgia di Stadion Olimpiade, Roma, 25 September 2026. (Filippo Monteforte / AFP)

Alessandro Romano mengawali musim 2026/2027 dengan penampilan impresif. Gelandang berusia 20 tahun itu bahkan telah mengoleksi tiga penampilan bersama Timnas Italia.

Pemain muda kelahiran Swiss tersebut menjalani debut internasional saat menghadapi Belgia pada September, sebelum kembali tampil dalam dua pertandingan melawan Turki.

Kesempatan itu datang setelah Romano bergabung dengan Cagliari dari AS Roma pada bursa transfer musim panas. Kesepakatan peminjaman tersebut juga mencakup klausul kewajiban pembelian bersyarat.

Sejak bergabung, Romano langsung menjadi bagian penting dari skuad Cagliari. Ia hanya melewatkan lima menit dari enam pertandingan pertama timnya di Serie A, termasuk mencetak gol pada debut liga saat menghadapi Parma.

Cagliari juga mengawali musim dengan cukup menjanjikan. Mereka baru menelan satu kekalahan dan berhasil menahan imbang Juventus pada Minggu. Hasil tersebut membuat Cagliari menempati peringkat keempat klasemen sementara.

Jurnalis sepak bola Eropa, Andy Brassell, menilai Romano memiliki potensi besar untuk menjadi sosok penting di lini tengah Timnas Italia. Bahkan, ia melihat sang pemain berpeluang mengikuti jejak Marco Verratti, gelandang yang turut membawa Italia menjuarai Euro 2020.

“Alessandro Romano tampil sangat baik sejauh musim ini. Dia dipilih Roberto Mancini untuk memperkuat Timnas Italia dan mendapatkan tiga kesempatan bermain selama jeda internasional terbaru," ujarnya. 

“Kita juga perlu membicarakan latar belakangnya di Swiss. Romano lahir di Winterthur dan bergabung dengan akademi AS Roma ketika usianya hampir 16 tahun. Dia benar-benar tampil mengesankan di sana."

“Saya tidak ingin mengatakan bahwa dalam jangka panjang dia akan menggantikan Marco Verratti di Timnas Italia. Namun, menurut saya, Romano memiliki kemampuan untuk memberikan pengaruh sebesar itu bagi tim nasional,” ujar Brassell.

Sumber: Talksport