Melihat Sisi Positif dan Negatif dari Kritik Lisandro Martinez ke Manajemen MU

Manchester United kalah 0-2 dari Atletico; Lisandro Martinez kritik kebiasaan ganti manajer dan kualitas perekrutan, Paul Robinson menyebut kritik jujur tapi sa

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 14 Oktober 2026, 14:50 WIB
Pablo Barrios menjebol gawang Manchester United pada laga Liga Champions (AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United menghadapi sorotan setelah kalah 0-2 dari Atletico Madrid pada matchday kedua Liga Champions 2026/2027 di Metropolitano Stadium, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Selain hasil buruk, komentar Lisandro Martinez mengenai manajemen klub turut menjadi perbincangan.

Atletico membuka keunggulan melalui gol Pablo Barrios saat laga baru berjalan satu menit. Ademola Lookman kemudian memastikan kemenangan tuan rumah pada babak kedua.

Advertisement

Seusai pertandingan, Martinez mempertanyakan kebiasaan Manchester United mengganti manajer dan menyoroti kualitas pemain yang direkrut klub. Pernyataan bek asal Argentina itu mendapat tanggapan beragam, termasuk dari pandit BBC Sport, Paul Robinson.

Robinson memahami alasan Martinez menyampaikan kritik tersebut, tetapi menilai waktunya kurang tepat. Menurutnya, Manchester United justru membutuhkan suasana positif di tengah situasi tim yang sedang menjadi sorotan.


Paul Robinson Pahami Kritik Lisandro Martinez

Penyerang Atletico Madrid asal Kanada bernomor punggung 15, Jonathan David, berebut bola dengan bek Manchester United asal Argentina bernomor punggung 06, Lisandro Martinez, dalam pertandingan Liga Champions UEFA (fase liga, pekan ke-2) antara Club Atletico de Madrid dan Manchester United di Stadion Metropolitano, Madrid, pada 14 Oktober 2026. (Oscar DEL POZO/AFP)

Martinez menyampaikan pandangannya dalam wawancara dengan Amazon Prime setelah kekalahan Manchester United dari Atletico Madrid. Ia menilai klub perlu mengevaluasi lebih banyak aspek daripada sekadar mengganti manajer.

"Kami menjalani musim yang luar biasa musim lalu, dan kini kami mengharapkan lebih banyak lagi, lebih banyak pemain yang bersaing, karena banyak tim lain juga mendatangkan banyak pemain," ujar Martinez kepada Amazon Prime.

"Anda tidak bisa terus-menerus mengganti manajer. Bagaimana dengan aspek-aspek lainnya? Saya tidak bisa berkomentar lebih jauh," ujar Martinez.

Berbicara di BBC Radio 5 Live, Robinson mengaku memahami pesan yang ingin disampaikan Martinez. Namun, ia mempertanyakan waktu penyampaian kritik tersebut karena Manchester United sedang membutuhkan energi positif dari ruang ganti.

"Saya mempertanyakan pemilihan waktunya, karena di tengah segala hiruk-pikuk seputar Manchester United saat ini, hal-hal positiflah yang seharusnya muncul dari ruang ganti," ujar Paul Robinson.


Kritik Dinilai Perlu, tetapi Waktunya Kurang Tepat

Gelandang Atletico Madrid Pablo Barrios menjebol gawang Manchester United pada laga Liga Champions (AFP)

Meski mengkritik waktu penyampaian pernyataan Martinez, Robinson justru mengapresiasi keberanian sang pemain berbicara secara terbuka. Ia menilai suporter Manchester United tidak membutuhkan pernyataan yang sekadar menutupi persoalan nyata dalam skuad.

"Namun di sisi lain, saya justru cukup menyukainya. Seorang pemain yang bersikap jujur. Suporter Manchester United tidak butuh pemain mereka tampil dan berkata, 'performa kami baik-baik saja, skuad ini sudah cukup kuat'," kata Paul Robinson.

Robinson juga menyoroti persoalan perekrutan pemain yang dinilainya belum memadai. Menurutnya, Manchester United masih membutuhkan tambahan pemain karena kekuatan skuad saat ini belum cukup untuk memenuhi tuntutan persaingan.

"Semua orang bisa melihat bahwa perekrutan pemain mereka kurang memadai, mereka butuh tambahan pemain, dan skuad mereka memang belum cukup kuat," tegas Paul Robinson.

Sumber: BBC Sport

Berita Terkait