Jamie Carragher Klarifikasi Ucapan Lama soal Curang demi Menang di Tengah Kasus Man City

Jamie Carragher mengklarifikasi ucapan lama soal curang demi menang yang dikaitkan dengan kasus Man City.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 14 Oktober 2026, 22:00 WIB
Jamie Carragher. Semasa aktif bermain, Jamie Carrgaher hanya bermain untuk satu tim sepanjang kariernya, yaitu bersama Liverpool mulai 1996/1997 hingga 2012/2013. Ia total tampil dalam 737 laga bersama Liverpool di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 18 assist. Usai pensiun, ia terjun sebagai komentator dan pundit di jaringan televisi Sky Sports mulai musim 2013/2014 bergabung bersama Grame Souness, Gary Neville dan Jamie Redknapp. Pada Juli 2020 ia melebarkan sayapnya ke jaringan televisi CBS Sports sebagai bagian dari tim yang mengulas khusus Liga Champions. (AFP/Pool/Peter Powell)

Bola.com, Jakarta - Jamie Carragher menepis tudingan munafik setelah pernyataannya yang mengaku lebih memilih berbuat curang demi meraih kemenangan kembali menjadi sorotan.

Legenda Liverpool itu menegaskan komentarnya tidak bertentangan dengan kritik yang selama ini ia lontarkan terhadap Manchester City.

Advertisement

Carragher menjadi satu di antara sosok yang vokal menyoroti kasus pelanggaran finansial Man City.

The Citizens dinyatakan bersalah oleh komisi independen atas 114 dakwaan pelanggaran aturan Premier League.

Mantan bek Liverpool itu menilai Man City layak menerima hukuman berat apabila banding mereka tidak berhasil.

Namun, sikapnya tersebut kembali dipertanyakan sejumlah penggemar setelah pernyataan lamanya mengenai kecurangan dalam sepak bola beredar luas di media sosial.

Dalam siniar "Diary of a CEO" pada 2022, Carragher pernah mengungkapkan pandangannya mengenai tindakan curang demi kemenangan.

"Ketika masih bermain, saya lebih memilih berbuat curang dan menang," ujar Carragher saat itu.


Klarifikasi Carragher

Mantan pemain Liverpool sekaligus pundit sepak bola Inggris, Jamie Carragher. (Jaimi Joy/POOL/AFP)

Pernyataan tersebut kemudian dibahas dalam program talkSPORT oleh Jim White dan Simon Jordan.

Mantan pemilik Crystal Palace itu menilai komentar Carragher menunjukkan sikap munafik, mengingat pundit Sky Sports itu kini mendesak Man City menerima konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukan.

Carragher kemudian merespons kritik tersebut melalui media sosial. Ia menjelaskan pernyataannya terdahulu merujuk pada kecurangan yang terjadi selama pertandingan, bukan manipulasi di luar lapangan.

"Tidak, itu bukan kemunafikan. Yang saya maksud adalah ketika penyerang saya berpura-pura dilanggar untuk mendapatkan penalti atau saya menghentikan bola yang akan melewati garis gawang menggunakan tangan. Saya tidak sedang membicarakan 900 juta dolar AS dari sponsor fiktif selama bertahun-tahun," tulis Carragher.


Tak Mengubah Substansi Pandangan

Pendukung Liverpool berdiri sebelum pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Liverpool, Inggris, Minggu, 11 Oktober 2026. (AP Photo/Jon Super)

Perdebatan mengenai pernyataan tersebut turut dibahas Jordan setelah potongan video Carragher menyebar luas di media sosial.

Ia menilai Carragher mungkin menyesali komentarnya pada 2022 karena sebenarnya tidak perlu mengucapkan hal tersebut.

Kendati menilai Carragher telah memberikan pernyataan yang bisa dianggap munafik, Jordan menegaskan hal itu tidak serta-merta menghilangkan bobot kritiknya terhadap Man City.

"Menurut saya, kebanyakan orang dalam hidup ini pernah bersikap munafik, meskipun belum tentu mau mengakuinya. Carragher pun pernah berada dalam situasi seperti itu," kata Jordan.

Ia menambahkan pernyataan kontroversial Carragher tidak mengubah substansi pandangannya mengenai kasus Man City.

Menurut Jordan, persoalan tersebut terus menjadi bagian dari pemberitaan media sehingga banyak pihak berlomba-lomba menyampaikan komentar paling ekstrem.


Sisi Menyedihkan Siklus Pemberitaan

Gary Neville (kiri) dan Jamie Carragher dahulu sering berduel di lapangan. Kini keduanya kerap beradu argumen di stasiun televisi Inggris sebagai pandit sepak bola. (AFP/Peter Powell)

Jordan juga menyoroti kecenderungan sebagian orang untuk berlomba menjadi pihak pertama yang menyampaikan pendapat, alih-alih memastikan pernyataan mereka benar.

"Ini bukan selalu soal menjadi benar, melainkan soal menjadi yang pertama. Itulah sisi menyedihkan dari siklus pemberitaan yang kita hadapi saat ini," ujarnya.

Jordan memperkirakan Carragher masih akan menghadapi ejekan terkait pernyataannya, termasuk dari rekan-rekannya di Sky Sports.

Namun, ia menegaskan tuduhan kemunafikan tersebut tidak otomatis membatalkan tuntutan Carragher agar Man City dijatuhi sanksi.

Menurut Jordan, Man City tetap harus dimintai pertanggungjawaban atas perilaku yang menjadi pokok perkara. Ia juga menilai konsekuensi atas pelanggaran tersebut perlu dijatuhkan pada waktunya.

 

Sumber: Mirror

Berita Terkait