Sempat Unggul 3-1, AS Roma Kalah 3-4 karena Lumpuh Antisipasi 3 Sepak Sudut Real Madrid

AS Roma kalah 3-4 dari Real Madrid di Stadio Olimpico setelah kebobolan tiga gol dari sepak pojok antara menit 83–90.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 15 Oktober 2026, 08:38 WIB
Selebrasi pemain Real Madrid saat mempermalukan Roma di Liga Champions (AFP)

Bola.com, Jakarta - AS Roma mengalami kekalahan menyakitkan saat menjamu Real Madrid pada matchday 2 Liga Champions 2026/2027 di Stadio Olimpico, Kamis (15/10/2026) dini hari WIB. Sempat unggul 3-1, Giallorossi justru menyerah 3-4 setelah pertahanan mereka runtuh pada menit-menit akhir pertandingan.

Kemenangan Real Madrid ditentukan oleh tiga gol yang lahir dari situasi sepak pojok antara menit ke-83 dan ke-90. Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rudiger menghukum kelengahan Roma dalam mengantisipasi bola mati.

Advertisement

Hasil tersebut terasa semakin pahit karena Roma sebelumnya mampu merepotkan salah satu tim terkuat di Eropa. Mereka bahkan memiliki keunggulan dua gol dan sempat berada dalam posisi ideal untuk mengamankan kemenangan di hadapan pendukung sendiri.

Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap cara timnya mengakhiri pertandingan. Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada keseluruhan penampilan Roma, melainkan kegagalan menjaga konsentrasi ketika menghadapi ancaman sepak pojok Real Madrid.


Pertahanan Sepak Pojok Roma Runtuh dalam Tujuh Menit

Selebrasi pemain Real Madrid saat mempermalukan Roma di Liga Champions (AFP)

Roma memperlihatkan permainan menjanjikan sebelum memasuki fase akhir pertandingan. Namun, keunggulan 3-1 yang mereka bangun tidak mampu dipertahankan setelah Real Madrid meningkatkan tekanan dan memanfaatkan kelemahan tuan rumah dalam situasi bola mati.

Tiga gol Real Madrid lahir melalui pola serangan yang hampir serupa, yakni memaksimalkan sepak pojok untuk menembus pertahanan Roma. Carlos Espi, Endrick, dan Rudiger menjadi pencetak gol yang mengubah jalannya pertandingan secara dramatis.

"Mereka juga mendapatkan sepak pojok di babak pertama, namun di menit-menit akhir, kami seolah lumpuh karena rasa takut saat menghadapi situasi tersebut; mereka mencetak gol dengan terlalu mudah,” ujar pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, kepada Sky Sport.

“Ada penyesalan yang mendalam, karena pertandingan yang berjalan seperti itu seharusnya tidak berakhir dengan hasil akhir yang demikian," imbuh Gasperini.


Gian Piero Gasperini Soroti Kepasifan AS Roma

Hasil ini juga membuat skuad asuhan Gian Piero Gasperini membukukan 26 kemenangan di Serie A sepanjang 2025. (AFP/Filippo Monteforte)

Gasperini menilai Roma seharusnya mampu mengelola keunggulan dengan lebih baik. Meski Real Madrid memiliki kualitas individu dan ancaman besar dalam situasi bola mati, Roma dinilai terlalu pasif ketika menghadapi tekanan pada penghujung pertandingan.

“Kami harus mengambil sisi positifnya; jadi, meskipun kekalahan ini terasa sangat berat, kami harus segera bangkit. Jika tidak, kami berisiko menyia-nyiakan semua hal baik yang telah kami tunjukkan dalam pertandingan ini," ucap Gasperini.

Pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa Roma perlu menjadikan kekalahan ini sebagai bahan evaluasi, terutama dalam mengantisipasi bola mati dan mempertahankan intensitas permainan hingga peluit akhir.

"Hasil ini sangat sulit diterima, namun Roma tentu telah melakukan hal-hal yang sangat baik, yang sayangnya kami rusak di akhir laga. Terlepas dari kemampuan Real Madrid dalam situasi bola mati, kami bermain terlalu pasif, dan itu sangat disayangkan," tegas Gasperini.

Berita Terkait