Endrick Jadi Pembeda saat Real Madrid Comeback atas AS Roma, Tegaskan Ambisi Besarnya

Endrick membantu Real Madrid comeback 4-3 atas AS Roma di Liga Champions. Ia menegaskan komitmen untuk terus berjuang dan memenangkan semua kompetisi.

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 15 Oktober 2026, 10:20 WIB
Pemain Real Madrid Endrick merayakan gol ketiga timnya dalam pertandingan fase liga Liga Champions melawan AS Roma di Roma, Italia, Kamis (15/10/2026). (AP Photo/Alessandra Tarantino)

Bola.com, Jakarta - Endrick mengungkapkan kebahagiaannya setelah membantu Real Madrid membalikkan keadaan dan menundukkan AS Roma dengan skor 4-3 pada matchday kedua Liga Champions 2026/2027. Penyerang asal Brasil itu memberikan kontribusi penting setelah masuk dari bangku cadangan dalam pertandingan di Stadio Olimpico, Kamis (15/10/2026) dini hari WIB.

Kemenangan tersebut diraih Los Blancos melalui perjuangan hingga menit-menit akhir. Setelah tertinggal 1-3, Madrid berhasil mencetak tiga gol untuk mengamankan poin penuh di kandang lawan.

Advertisement

Pertandingan sempat berjalan sulit bagi Madrid setelah Marten de Roon membuka skor untuk Roma pada menit ke-20. Kylian Mbappe membalas lima menit kemudian, tetapi dua gol Donyell Malen pada menit ke-51 dan ke-58 kembali membawa tuan rumah unggul sebelum Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rudiger memastikan kebangkitan Madrid.

Endrick mulai bermain pada menit ke-59 dan ikut mengubah jalannya pertandingan. Ia berkontribusi dalam gol Carlos Espi, kemudian mencetak gol penyama kedudukan yang membuat Real Madrid kembali memiliki peluang untuk meraih kemenangan.


Endrick Bersyukur Mendapat Kesempatan Bermain

Selebrasi pemain Real Madrid saat mempermalukan Roma di Liga Champions (AFP)

Endrick mengaku masih merasakan emosi setelah melewati pertandingan yang menegangkan tersebut. Ia juga menceritakan momen ketika menunggu kesempatan bermain di bangku cadangan sambil berdoa sebelum akhirnya dipanggil untuk masuk ke lapangan.

Bagi Endrick, kesempatan itu sangat berarti karena ia bisa kembali melakukan aktivitas yang paling disukainya sekaligus membantu rekan-rekan setim. Ia menempatkan kemenangan Madrid sebagai prioritas utama, termasuk ketika dirinya mendapat kesempatan bermain yang terbatas.

"Saya masih merasakan emosi dari pertandingan ini. Saya berada di bangku cadangan sambil berbicara kepada Tuhan. Ketika melihat ke samping, Nuno memanggil saya. Saya masuk dan terus berbicara kepada Tuhan karena awalnya saya mengira tidak akan dimainkan secepat itu," kata Endrick.

"Saya masuk ke lapangan dan bisa melakukan hal yang paling saya sukai, yaitu bermain sepak bola. Di sinilah saya ingin berada, di lapangan, bermain dan membantu tim. Saya merasa bisa membantu semua orang, bukan hanya tim, tetapi juga pelatih. Hal terpenting adalah Real Madrid menang," lanjutnya.


Endrick Siap Berjuang Sepanjang Karier di Real Madrid

Fans AS Roma membentangkan spanduk Jose Mourinho pada laga Liga Champions lawan Real Madrid di Olimpico, Kamis (15/10) - AP Photo/Alessandra Tarantino

Endrick menegaskan bahwa kemenangan merupakan hal yang harus selalu diperjuangkan selama dirinya membela Real Madrid. Ia memahami bahwa bermain untuk klub sebesar Los Blancos membutuhkan kerja keras dan konsistensi setiap hari.

Ia bahkan menyatakan kesediaannya untuk meninggalkan klub apabila suatu saat tidak lagi mampu menjalankan tanggung jawab tersebut. Pernyataan itu memperlihatkan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi selama berkarier bersama Madrid.

"Real Madrid harus menang, dan itulah yang akan saya lakukan sepanjang hidup saya di Madrid. Jika saya tidak bisa melakukan itu lagi, saya akan menjadi orang pertama yang pergi," ujar Endrick.

"Bermain di Madrid itu sulit. Anda harus berjuang setiap hari, dan saya akan melakukan itu sepanjang karier saya," tegasnya.


Endrick Tegaskan Mentalitas Real Madrid Tak Boleh Menyerah

Reaksi penyerang Real Madrid Prancis #10, Kylian Mbappe. selama Liga Champions UEFA - pertandingan putaran pertama hari ke-2 antara AS Roma dan Real Madrid di Stadion Olimpiade di Roma pada 15 Oktober 2026. (Filippo MONTEFORTE/AFP)

Endrick mengakui bahwa situasi semakin rumit ketika Donyell Malen kembali mencetak gol untuk AS Roma. Ia sedang berbicara dengan Mourinho saat momen tersebut terjadi dan menyadari bahwa Madrid menghadapi tantangan besar untuk mengejar ketertinggalan.

Namun, Endrick menegaskan bahwa Real Madrid tidak akan berhenti berjuang hanya karena tertinggal dalam pertandingan. Ia juga menyebut sejumlah kompetisi yang masih menjadi target timnya, dengan ambisi untuk meraih gelar di setiap ajang yang diikuti.

"Sejujurnya, situasinya sulit. Saya sedang berbicara dengan Mourinho dan ketika kami melihat ke atas, Malen mencetak gol lagi. Awalnya gol itu dinyatakan offside, tetapi kemudian tidak, sehingga pertandingan menjadi sedikit lebih rumit," ungkap Endrick.

"Namun, kami adalah Real Madrid dan akan berjuang sepanjang pertandingan, berapa pun skornya. Kami melakukannya, berbalik dari tertinggal 1-3 menjadi menang 4-3, dan kami akan terus berjuang. Kami masih memiliki Liga Champions, Copa del Rey, LaLiga, dan Piala Super. Kami ingin memenangkan setiap kompetisi," lanjutnya.


Endrick Tak Mempermasalahkan Keputusan Pelatih

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. (Oscar Del Pozo / AFP)

Kontribusinya dalam kemenangan atas Roma memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan Endrick mendapatkan lebih banyak waktu bermain. Meski demikian, ia menyadari bahwa pelatih harus menentukan susunan pemain berdasarkan kebutuhan tim, bukan kepentingan individu.

Endrick memilih untuk tetap fokus meningkatkan kemampuannya dan mendukung tim dalam situasi apa pun. Ia bertekad terus bekerja keras, baik ketika menjalani latihan maupun saat mendapat kesempatan tampil dalam pertandingan.

"Saya tidak tahu, karena pelatih tidak akan melakukan sesuatu demi kepentingan satu pemain. Mereka akan melakukan yang terbaik untuk tim. Jika saya harus bermain, saya yakin dia akan memainkan saya. Jika saya tidak akan bermain, dia tidak akan melakukannya," kata Endrick.

"Saya akan terus berjuang dan bekerja setiap hari untuk membantu tim, dengan cara apa pun, baik saat latihan maupun dengan berjuang dan bekerja keras untuk mendukung mereka. Itulah yang akan saya lakukan sepanjang karier saya," pungkasnya.

Sumber: Real Madrid


Persaingan Sengit Di Liga Champions

Berita Terkait