Bola.com, Jakarta - Marc Marquez memilih mengevaluasi dirinya sendiri setelah kesulitan bersaing dalam balapan utama MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Minggu (11/10/2026).
Pembalap Ducati Lenovo Team itu menolak menyalahkan setelan motor, meskipun Ducati terlihat kesulitan menandingi keunggulan traksi Aprilia sepanjang akhir pekan.
Sikap itu terlihat ketika manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menyarankan perubahan posisi tubuh Marquez sekaligus pengaturan motor untuk meningkatkan traksi.
Namun, juara dunia asal Spanyol itu justru merasa masalah utamanya berasal dari dirinya sendiri.
"Ini bukan soal setelan motor, ini saya. Saya tahu itu," ujar Marquez kepada Tardozzi, seperti dikutip dari Crash, Kamis (15/10/2026).
Pernyataan itu menarik karena Ducati memang menghadapi tantangan besar di Mandalika. Di tengah dominasi Aprilia pada balapan utama, Marquez harus puas finis di posisi keenam setelah menghabiskan sebagian besar lomba bertarung dengan pembalap KTM, Pedro Acosta.
Marc Marquez Akui Kesulitan Menemukan Traksi
Masalah traksi menjadi salah satu tantangan utama Ducati di Mandalika.
Aprilia terlihat lebih kompetitif dalam memaksimalkan cengkeraman ban, sementara Marquez kesulitan mempertahankan kecepatan secara konsisten.
Padahal, Marquez sempat menunjukkan sikap optimistis setelah sesi latihan Jumat.
Ia menilai kondisi lintasan yang semakin banyak dilapisi karet dari ban para pembalap seharusnya membantu karena gaya balapnya sangat bergantung kepada sudut kemiringan motor.
"Semakin banyak karet di lintasan, semakin baik bagi saya, karena saya sangat mengandalkan sudut kemiringan," ujar Marquez.
Namun, masalah itu belum sepenuhnya teratasi ketika memasuki Sabtu. Situasi itu membuat Tardozzi menyarankan evaluasi menyeluruh, termasuk posisi tubuh pembalap dan pengaturan motor.
Alih-alih menunjuk setelan Ducati sebagai penyebab utama, Marquez memilih mengakui dirinya belum menemukan cara terbaik untuk menghadapi karakter sirkuit tersebut.
Menang Sprint Race, tetapi Kesulitan di Balapan Utama
Akhir pekan Marquez di Mandalika memperlihatkan dua sisi berbeda. Pada Sabtu (10/10/2026), ia meraih kemenangan Sprint Race setelah melewati persaingan ketat dan sejumlah insiden yang melibatkan pembalap Aprilia.
Hasil itu menjadi kejutan karena Aprilia terlihat lebih cepat dalam sejumlah sesi. Marquez memanfaatkan situasi balapan dengan baik untuk mengamankan kemenangan, meski hasil itu tidak sepenuhnya mencerminkan keunggulan kecepatan Ducati atas rivalnya.
Pada balapan utama sehari kemudian, situasinya berbeda. Marquez tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing memperebutkan podium dan harus berjuang menghadapi Acosta.
Ia akhirnya finis keenam, terpaut 10,778 detik dari pemenang balapan, Marco Bezzecchi. Aprilia bahkan mencatat hasil bersejarah dengan menempatkan empat pembalapnya di posisi empat besar melalui Bezzecchi, Raul Fernandez, Jorge Martin, dan Ai Ogura.
Hasil itu memperlihatkan kemenangan Sprint Race tidak otomatis menjamin Marquez mampu mengulang performa serupa dalam balapan utama yang lebih panjang.
Sumber: Crash