Bola.com, Jakarta - Jorge Martin makin percaya diri menjalani persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026. Pembalap Aprilia itu merasa periode sulit yang sempat menghambatnya telah berlalu, dan optimistis bisa terus kompetitif dalam lima seri terakhir musim ini.
Jorge Martin kembali merebut posisi teratas klasemen setelah finis ketiga pada MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Minggu (11/10/2026).
Hasil itu membawanya unggul dua poin di atas pembalap Ducati, Marc Marquez, yang hanya mampu finis di posisi keenam.
Kepercayaan diri Jorge Martin meningkat setelah ia mampu menjaga konsistensi di tengah persaingan yang ketat.
Ia tercatat meraih podium dalam tiga balapan GP terakhir, termasuk kemenangan dan posisi kedua di Silverstone.
"Saya tidak merasa akan kesulitan lagi," demikian keyakinan Martin seperti dikutip dari Motorsport, Kamis (15/10/2026).
Pernyataan itu menjadi sinyal Jorge Martin siap menjalani fase penentuan musim dengan pendekatan yang lebih tenang.
Namun, ia tetap harus menjaga performa karena Marquez masih membayangi dengan selisih poin yang sangat tipis.
MotoGP Mandalika Jadi Bukti Konsistensi Jorge Martin
Akhir pekan di Mandalika memperlihatkan Jorge Martin masih mampu mendapatkan hasil penting meskipun bukan pembalap Aprilia tercepat.
Pada sesi latihan, ia sempat mengeluhkan masalah suhu ban depan yang membuatnya kehilangan kepercayaan diri saat memasuki tikungan.
Kondisi itu membuatnya kesulitan menyamai kecepatan rekan setimnya, Marco Bezzecchi, dan pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez.
Martin juga gagal memaksimalkan peluang pada Sprint Race. Ia sempat berada dalam posisi menjanjikan sebelum masalah tekanan ban dan kesalahan di lintasan membuatnya kehilangan kesempatan meraih kemenangan.
Namun, pembalap Spanyol itu bangkit pada balapan utama. Memulai lomba dari posisi keenam, ia mampu merangsek ke depan dan menyelesaikan balapan di urutan ketiga.
Hasil itu sangat berarti karena Martin berhasil mengamankan poin penting meskipun mengakui masih ada kekurangan dalam performanya.
Pendekatan seperti ini dapat menjadi pembeda dalam perebutan gelar yang berlangsung ketat.
Marc Marquez Masih Jadi Ancaman Utama
Meski optimistis, Jorge Martin belum bisa mengendurkan kewaspadaan. Marc Marquez tetap menjadi rival terdekatnya setelah tampil impresif sepanjang musim dan kembali menunjukkan kecepatannya bersama Ducati.
Marc Marquez sempat mengambil alih posisi teratas klasemen setelah memenangi Sprint Race di Mandalika.
Namun, hasil balapan utama mengubah kembali situasi persaingan: Jorge Martin finis ketiga, sedangkan Marquez berada di urutan keenam.
Martin pun kembali memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin. Jarak sekecil itu membuat setiap kesalahan, kegagalan finis, maupun perubahan posisi di podium bisa berdampak besar terhadap perebutan gelar.
Selain Marquez, Martin juga harus memperhitungkan kekuatan pembalap Aprilia lainnya, terutama Bezzecchi dan Fernandez, yang memperlihatkan kecepatan menjanjikan di Mandalika.
Lima Seri Terakhir Jadi Penentu Gelar
Dengan lima seri tersisa, Jorge Martin membutuhkan lebih dari sekadar kecepatan untuk bisa mempertahankan keunggulannya.
Konsistensi, kemampuan membaca situasi balapan, serta menghindari kesalahan akan menjadi faktor penting dalam perburuan gelar.
Martin membuktikan dirinya mampu bangkit setelah melewati periode sulit. Namun, tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan momentum tersebut ketika tekanan persaingan semakin tinggi.
Sementara di sisi lain, Marquez memiliki pengalaman panjang dalam perebutan gelar dan masih berada dalam jarak yang sangat dekat. Persaingan keduanya diperkirakan terus berlangsung hingga seri-seri terakhir.
Bagi Martin, keyakinan masa sulitnya telah berlalu menjadi modal psikologis yang penting. Kini, ia harus membuktikan optimisme itu dapat diterjemahkan menjadi hasil konsisten hingga akhir musim MotoGP 2026.
Sumber: Motorsport