Arab Saudi Hadapi Kendala Besar, Piala Dunia 2034 Bisa Bergeser ke 2035

Arab Saudi hadapi kendala besar, FIFA pertimbangkan perubahan jadwal Piala Dunia 2034.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 Oktober 2026, 08:30 WIB
Logo FIFA terlihat di kantor regional Afrika organisasi tersebut di Sale pada 5 Agustus 2026. Presiden Gianni Infantino mengadakan pembicaraan darurat dengan para direktur FIFA lainnya di Maroko pada 5 Agustus—menurut keterangan seorang sumber kepada AFP, di tengah gelombang kritik terkait rencananya yang kini telah dibatalkan untuk membuka Piala Dunia bagi investasi swasta. (Abdelmajid BZIOUAT AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA dikabarkan sedang mempertimbangkan perubahan jadwal Piala Dunia 2034 yang akan berlangsung di Arab Saudi.

Opsi yang dibahas mencakup kemungkinan menggelar turnamen pada Januari hingga Februari 2035 sehingga pelaksanaannya tidak sepenuhnya berada pada tahun yang direncanakan.

Advertisement

Menurut The Athletic, perubahan kalender menjadi satu di antara opsi yang dipertimbangkan FIFA di tengah sejumlah kendala cuaca, keagamaan, dan jadwal olahraga internasional.

Keputusan itu berpotensi berdampak pada kompetisi domestik, turnamen antarklub, hingga agenda penyiaran.

Arab Saudi resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034 pada Desember 2024.

Namun, persiapan menuju turnamen menghadapi tantangan dalam menentukan waktu pelaksanaan yang sesuai berbagai agenda di dalam maupun luar negeri.


Cuaca Panas dan Ramadan Jadi Pertimbangan

Ilustrasi cuaca panas. (dok. Charles Chen/Unsplash)

Suhu ekstrem pada musim panas menjadi satu di antara persoalan utama bagi Arab Saudi.

Temperatur di negara itu dapat melampaui 40 derajat Celsius pada Juni dan Juli, sehingga periode tersebut dinilai tidak ideal untuk menggelar pertandingan yang melibatkan pemain, ofisial, serta suporter dari berbagai negara.

Memindahkan turnamen ke bulan-bulan yang lebih sejuk sempat menjadi pilihan yang masuk akal.

Namun, Ramadan diperkirakan berlangsung pada November hingga Desember 2034. Kondisi ini menambah kerumitan dalam menentukan jadwal pertandingan.

Penyelenggaraan turnamen yang melibatkan 48 negara dan jutaan pengunjung internasional selama Ramadan membutuhkan pengaturan khusus.

Jadwal pertandingan, jam kerja, serta kebiasaan masyarakat setempat perlu menjadi pertimbangan. Pemain dan ofisial Muslim yang menjalankan ibadah puasa juga menghadapi pertimbangan fisik selama kompetisi berlangsung.

Situasi ini mengingatkan pada Piala Dunia 2022 di Qatar yang dipindahkan dari jadwal tradisional Juni hingga Juli ke November dan Desember.

Namun, kondisi yang dihadapi Arab Saudi berbeda sehingga penerapan jadwal serupa belum tentu memungkinkan.


Olimpiade Musim Dingin dan Asian Games Ikut Memengaruhi

Penonton menyaksikan atlet Jepang, Yusei Matsumoto, berlaga di final nomor senam trampolin putra pada Asian Games 2026 di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Prefektur Aichi, pada 27 September 2026. (MOHD RASFAN/AFP)

Selain Ramadan, FIFA harus memperhitungkan agenda olahraga internasional lainnya. Olimpiade Musim Dingin 2034 dijadwalkan berlangsung di Salt Lake City, Amerika Serikat, pada Januari dan Februari.

Waktu pelaksanaan yang berdekatan berpotensi menimbulkan persaingan dalam penyiaran, sponsor, dan perebutan perhatian penonton global.

Maret juga bukan pilihan yang mudah karena berdekatan dengan ibadah haji ke Makkah.

Jutaan umat Muslim dari berbagai negara mengikuti kegiatan tahunan itu, yang waktunya mengikuti kalender lunar Islam. FIFA tidak dapat mengubah jadwal haji demi kepentingan sepak bola.

Arab Saudi juga dijadwalkan menjadi tuan rumah Asian Games pada akhir 2034. Kehadiran sejumlah agenda besar dalam rentang waktu berdekatan membuat penentuan jadwal Piala Dunia semakin rumit.

talkSPORT menggambarkan situasi ini sebagai dilema penjadwalan yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Piala Dunia Dimulai pada 2034 dan Berakhir pada 2035?

Ilustrasi FIFA. (AFP/Sebastien Bozon)

Satu di antara opsi yang muncul adalah memulai Piala Dunia di antara Natal dan Tahun Baru, kemudian menuntaskan turnamen pada Januari 2035.

Alternatif lainnya ialah menggelar seluruh pertandingan pada Januari dan Februari 2035, sebagaimana dilaporkan dengan mengutip The Athletic.

Kedua pilihan itu akan menuntut FIFA menata ulang kalender kompetisi. Format yang melibatkan 48 tim mengharuskan penyelenggara menggelar 104 pertandingan selama beberapa pekan sehingga penentuan jadwal membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak.

Wacana menggelar Piala Dunia dengan 64 tim pada edisi mendatang juga sempat muncul. Jika format itu diterapkan, kebutuhan penjadwalan akan makin kompleks.

Perubahan waktu pelaksanaan juga berpotensi memengaruhi sepak bola Eropa. Liga domestik, Liga Champions, serta kompetisi antarklub kontinental lainnya perlu menyesuaikan kalender.

Klub-klub pun mungkin harus melepas pemain lebih awal atau memadatkan jadwal pertandingan di sekitar penyelenggaraan Piala Dunia.

 

Sumber: World Soccer Talk

Berita Terkait