Ricardo Quaresma Komentari Konflik Ronaldo dan Jorge Jesus di Timnas Portugal, Sindirannya Menohok

Cristiano Ronaldo disentil mantan rekan setim soal kisruh dengan Jorge Jesus di Timnas Portugal.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 Oktober 2026, 11:30 WIB
CR7 juga gagal mencatatkan gol, assist, maupun kreasi peluang dan dribel sukses. Tiga tembakan yang dilepaskannya nihil hasil, dengan dua tendangan pada menit ke-68 dan ke-73 melenceng ke kanan. (Lars Baron/Getty Images/AFP)

Bola.com, Jakarta - Mantan pemain Timnas Portugal, Ricardo Quaresma, ikut menanggapi perselisihan Cristiano Ronaldo dengan pelatih Selecao das Quinas, Jorge Jesus.

Ia menyampaikan sindiran kepada mantan rekan setimnya itu, tetapi menegaskan tidak ingin memihak salah satu pihak dalam kontroversi yang kini menjadi sorotan publik.

Advertisement

Perselisihan Ronaldo dan Jesus mencuat setelah sang megabintang meninggalkan pemusatan latihan Portugal menjelang pertandingan melawan Denmark di UEFA Nations League.

Keputusan itu diambil menyusul perselisihan mengenai peran dan waktu bermain.

Dalam pernyataan pada 6 Oktober, Ronaldo mengaku kecewa karena kesepakatan mengenai penjelasan sang pelatih kepada publik tidak dipenuhi.

Ia menilai kejujuran tetap menjadi hal terpenting dalam hubungan antarmanusia.

"Seberapa pun menyakitkannya, katakanlah yang sebenarnya," tulis Ronaldo.


Kronologi Perselisihan

Penyerang Portugal #07, Cristiano Ronaldo, melambai kepada para penggemar saat ia tiba untuk sesi latihan di stadion Parken di Kopenhagen, Denmark, pada 30 September 2026, menjelang pertandingan Grup A4 Nations League melawan Denmark. Kapten Portugal Cristiano Ronaldo mengumumkan bahwa dia telah meninggalkan kamp pelatihan tim di Denmark setelah konferensi pers oleh pelatih Jorge Jesus. (Liselotte Sabroe/Ritzau Scanpix/AFP)

Kendati merasa kepercayaannya kepada Jesus telah hilang, pemain berusia 41 tahun itu mengakui keputusannya meninggalkan pemusatan latihan sebagai sebuah kesalahan.

Ia juga meminta maaf kepada rekan-rekannya di Timnas Portugal dan menegaskan bertanggung jawab penuh atas tindakannya.

Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) kemudian membuka proses disipliner dan menjatuhkan penangguhan sementara selama kasus itu diperiksa.

Ronaldo juga menilai statusnya sebagai kapten tidak seharusnya menjadi alasan untuk meringankan hukuman.

Menurut peraturan disiplin federasi, meninggalkan kegiatan tim nasional tanpa alasan yang dapat dibenarkan bisa berujung larangan bermain selama 15 hari hingga tiga bulan, disertai denda bagi pemain profesional.

Rentang itu merupakan potensi sanksi, bukan hukuman final yang sudah dijatuhkan kepada Ronaldo.


Tanggung Konsekuensi

Cristiano Ronaldo dari Portugal bertepuk tangan saat diganti di laga semifinal UEFA Nations League kontra Jerman di Allianz Arena, Munich, Jerman, Rabu, 4 Juni 2025. (AP Photo/Martin Meissner)

Quaresma menanggapi persoalan itu saat tampil dalam program hiburan "Passadeira Vermelha" di SIC Caras.

Ketika dimintai komentar mengenai konflik Ronaldo dan Jesus, mantan pemain sayap Portugal itu melontarkan sindiran singkat."

Terkadang, Anda harus menanggung konsekuensi dari perbuatan sendiri, bukan?" ujar Quaresma.

Meski komentarnya terdengar menyindir Ronaldo, Quaresma menegaskan hubungannya dengan sang pemain, Jesus, dan Presiden FPF, Pedro Proenca, tetap baik.


Quaresma Tak Ingin Memihak

Pemain Portugal, Ricardo Quaresma (kiri) dan Cristiano Ronaldo merayakan gol ke gawang Iran pada laga grup B Piala Dunia 2018 di Mordovia Arena, Saransk, Rusia, (25/6/2018). Portugal dan Iran bermain imbang 1-1. (AP/Pavel Golovkin)

Mantan pemain yang 15 tahun membela Portugal itu memilih tidak ikut campur karena tidak mengetahui secara langsung percakapan yang terjadi di antara pihak-pihak yang terlibat.

"Saya tidak suka membicarakan hal-hal seperti ini karena hubungan saya baik dengan Cris, pelatih tim nasional, maupun presiden federasi. Mereka yang berada di ruangan itu dan mereka yang tahu apa yang dibicarakan," katanya.

Quaresma lebih menyoroti keputusan para pihak membiarkan perselisihan itu menjadi konsumsi publik.

Menurutnua, persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan secara internal tanpa perlu menjadi perdebatan terbuka.

"Kami semua sudah dewasa. Persoalan ini sebenarnya bisa diselesaikan secara internal dan tidak perlu menjadi konsumsi publik," tutur Quaresma.

 

Sumber: World Soccer Talk

Berita Terkait