Bola.com, Jakarta - Mantan pemain Timnas Portugal, Ricardo Quaresma, ikut menanggapi perselisihan Cristiano Ronaldo dengan pelatih Selecao das Quinas, Jorge Jesus.
Ia menyampaikan sindiran kepada mantan rekan setimnya itu, tetapi menegaskan tidak ingin memihak salah satu pihak dalam kontroversi yang kini menjadi sorotan publik.
Perselisihan Ronaldo dan Jesus mencuat setelah sang megabintang meninggalkan pemusatan latihan Portugal menjelang pertandingan melawan Denmark di UEFA Nations League.
Keputusan itu diambil menyusul perselisihan mengenai peran dan waktu bermain.
Dalam pernyataan pada 6 Oktober, Ronaldo mengaku kecewa karena kesepakatan mengenai penjelasan sang pelatih kepada publik tidak dipenuhi.
Ia menilai kejujuran tetap menjadi hal terpenting dalam hubungan antarmanusia.
"Seberapa pun menyakitkannya, katakanlah yang sebenarnya," tulis Ronaldo.
Kronologi Perselisihan
Kendati merasa kepercayaannya kepada Jesus telah hilang, pemain berusia 41 tahun itu mengakui keputusannya meninggalkan pemusatan latihan sebagai sebuah kesalahan.
Ia juga meminta maaf kepada rekan-rekannya di Timnas Portugal dan menegaskan bertanggung jawab penuh atas tindakannya.
Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) kemudian membuka proses disipliner dan menjatuhkan penangguhan sementara selama kasus itu diperiksa.
Ronaldo juga menilai statusnya sebagai kapten tidak seharusnya menjadi alasan untuk meringankan hukuman.
Menurut peraturan disiplin federasi, meninggalkan kegiatan tim nasional tanpa alasan yang dapat dibenarkan bisa berujung larangan bermain selama 15 hari hingga tiga bulan, disertai denda bagi pemain profesional.
Rentang itu merupakan potensi sanksi, bukan hukuman final yang sudah dijatuhkan kepada Ronaldo.
Tanggung Konsekuensi
Quaresma menanggapi persoalan itu saat tampil dalam program hiburan "Passadeira Vermelha" di SIC Caras.
Ketika dimintai komentar mengenai konflik Ronaldo dan Jesus, mantan pemain sayap Portugal itu melontarkan sindiran singkat."
Terkadang, Anda harus menanggung konsekuensi dari perbuatan sendiri, bukan?" ujar Quaresma.
Meski komentarnya terdengar menyindir Ronaldo, Quaresma menegaskan hubungannya dengan sang pemain, Jesus, dan Presiden FPF, Pedro Proenca, tetap baik.
Quaresma Tak Ingin Memihak
Mantan pemain yang 15 tahun membela Portugal itu memilih tidak ikut campur karena tidak mengetahui secara langsung percakapan yang terjadi di antara pihak-pihak yang terlibat.
"Saya tidak suka membicarakan hal-hal seperti ini karena hubungan saya baik dengan Cris, pelatih tim nasional, maupun presiden federasi. Mereka yang berada di ruangan itu dan mereka yang tahu apa yang dibicarakan," katanya.
Quaresma lebih menyoroti keputusan para pihak membiarkan perselisihan itu menjadi konsumsi publik.
Menurutnua, persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan secara internal tanpa perlu menjadi perdebatan terbuka.
"Kami semua sudah dewasa. Persoalan ini sebenarnya bisa diselesaikan secara internal dan tidak perlu menjadi konsumsi publik," tutur Quaresma.
Sumber: World Soccer Talk