Bola.com, Jakarta - Pernyataan Thom Haye yang mengungkap kurangnya fasilitas bagi pemain Persib Bandung mengatur recovery di tengah jadwal pertandingan sangat padat, memantik berbagai reaksi.
Mayoritas setuju dengan Sang Profesor agar Persib khususnya, dan klub-klub Super League pada umumnya, harus memiliki fasilitas untuk pemain dalam menjaga kebugaran fisik.
Keikutsertaan Persib dan Borneo FC di turnamen level asia dengan jadwal spartan berdampak serius pada kebugaran pemain.
Dua turnamen internasional antarklub yang diikuti dua wakil Indonesia itu masih tahap awal penyisihan grup. Namun, keluhan kelelahan mulai mendera para pemain kedua tim.
Untuk sementara, Persib masih mampu menjalani agenda antarnegara itu dengan mulus.
Di ajang ACL Two 2026/2027, Marc Klok dkk. menang di kandang Seoul FC 1-0. Skor serupa diraih lagi saat menjamu The Cong Viettel di Bandung.
Begitu pula Borneo FC yang berhasil main tanpa gol melawan juara dua kali ASEAN Championship Cup, Buriram United, di Thailand.
Butuh Energi Besar
Namun, vitalitas para pemain menurun, ketika kedua tim tersebut pulang untuk bertarung di kompetisi domestik, BRI Super League 2026/2027.
Borneo FC yang telah menghabiskan waktu total hampir dua hari perjalanan pergi pulang antara Indonesia-Thailand dibekuk Java United 1-2 pada laga pekan keempat lalu.
Sementara Persib lebih beruntung karena mampu selamat dari kekalahan usai imbang 2-2 kontra Dewa United.
Dalam jeda empat hari setelah menaklukkan The Cong Viettel, pasukan Igor Tolic akan kedatangan Persik Kediri, tepatnya pada Minggu (18-10-2026).
Sedangkan dalam rentang 18-23 Oktober 2026, skuad Borneo FC akan memeras keringat dalam fase Grup D AFC Challenge League.
Kendati berstatus tuan rumah di Samarinda, bagaimanapun juga anak asuh Mauro Jeronimo tersebut harus mengeluarkan energi besar untuk tampil maksimal.
Beda dengan Klub Eropa
Situasi itu mendapat perhatian dari pengamat sepak bola nasional, Lukas Tumbuan Torona.
"Kalau bicara materi pemain, Persib masih aman. Meskipun jumlah pemain mereka tak sebanyak Borneo FC, yang sejak awal akan membagi skuadnya tampil di empat agenda sekaligus musim ini," kata Lukas Tumbuan Torona.
Seperti diketahui, musim ini Persib memiliki sebanyak 27 pemain, sedangkan Pesut Etam sejumlah 40 orang.
Lukas Tumbuan melihat Persib memiliki kedalaman tim bagus.
"Igor Tolic pasti merotasi skuadnya. Tapi, seberapa kuat pemain harus menghadapi jadwal yang sangat padat nanti karena semua event masih tahap awal. Jika kelelahan, pemain akan rawan cedera," ujar pelatih berdarah Manado yang berdomisili di Bandung itu.
Sebenarnya kepadatan jadwal ini tak hanya dialami Persib dan Borneo FC. Di liga-liga Eropa, pemain yang klubnya berkiprah di pentas antarklub lintas negara, juga punya pertandingan padat.
"Akan tetapi, kita beda dengan Eropa. Wilayah Indonesia sangat luas. Untuk pertandingan Super League saja butuh waktu perjalanan cukup panjang. Kalau di Eropa, jarak antarnegara berdekatan. Bahkan bisa ditempuh lewat darat. Lihat perjalanan panjang Borneo FC ke Thailand kemarin yang masih di wilayah ASEAN," ulas Lukas Tumbuan.
Solusi, Rotasi
Pelatih yang memiliki lisensi dari KNVB, Federasi Sepak Bola Belanda itu, berharap PSSI dan I.League sebagai operator kompetisi domestik mengatur jadwal laga wakil Indonesia agar lebih longgar.
"Federasi dan I.League harus lebih elok untuk memberikan waktu kepada pemain Persib atau Borneo FC dalam recovery karena Persib juga membawa nama Indonesia di kancah Internasional. Prestasi wakil Indonesia akan memengaruhi rangking liga kita di Asia," saran pelatih bertangan dingin yang melahirkan sejumlah pemain papan atas di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air tersebut.
Lukas Tumbuan menyatakan rotasi satu-satunya solusi untuk menjaga kebugaran pemain Persib.
Namun, rotasi ini harus diikuti dengan proses recovery yang tepat, seperti program fisik terencana baik, asupan nutrisi tinggi, hingga kedisiplinan para pemain menjaga waktu istirahat.
"Sebenarnya ini pembelajaran bagus untuk pemain. Terutama untuk pemain lokal. Tapi, klub pun harus menyediakan semua fasilitas pendukung recovery terbaik. Kasus Persib ini harus jadi pelajaran bagi klub lain. Jika ingin tampil di ajang internasional, segala sesuatunya harus benar-benar disiapkan matang. Era sekarang, klub tak bisa asal-asalan ikut kompetisi antarnegara seperti satu atau dua dekade yang lalu," ujar mantan pemain di era Galatama itu.