Penentuan Gelar MotoGP 2026, Marc Marquez Harus Keluarkan Trik Andalannya di 3 Sirkuit Ini

Alex Marquez ungkap tiga sirkuit tempat sang kakak, Marc Marquez, harus keluarkan trik-trik andalannya demi memenangi perebutan juara dunia.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 Oktober 2026, 16:45 WIB
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, berselebrasi di podium setelah memenangi sprint race MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Sabtu (10/10/2026). (Sonny Tumbelaka/AFP)

Bola.com, Jakarta - Alex Marquez menilai kakaknya, Marc Marquez, perlu mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam tiga seri tersisa MotoGP 2026, yakni di Australia, Qatar, dan Portugal.

Ketiga sirkuit itu dinilai berpotensi menjadi tantangan bagi Marc dalam persaingan merebut gelar juara dunia.

Advertisement

Marc kini hanya terpaut dua poin dari Jorge Martin setelah GP Indonesia di Sirkuit Mandalika, akhir pekan lalu. Selisih itu sama dengan jarak kedua pembalap sebelum memasuki seri ke-17 musim ini.

Mandalika kembali menjadi lintasan yang sulit bagi Marc dan Ducati. Meski demikian, pembalap asal Spanyol itu berhasil memenangi balapan sprint dan finis keenam pada balapan utama.

Martin finis keempat pada sprint dan ketiga dalam balapan utama.

Hasil itu membuat persaingan gelar tetap terbuka menjelang lima seri terakhir. Marc masih memiliki peluang untuk terus menekan Martin yang membela Aprilia.


Keluarkan Trik Andalan

Marc Marquez beraksi di MotoGP Indonesia 2026 (AFP)

Alex mengakui kakaknya berhasil melewati akhir pekan yang sulit di Indonesia tanpa kehilangan banyak poin. Namun, ia memperkirakan Aprilia bakal tampil kuat di Australia, Qatar, dan Portugal.

"Marc berhasil menyelamatkan situasi, tanpa diragukan lagi. Saya tidak akan menyebutnya kemenangan, tetapi dia berhasil melewati sirkuit yang sulit baginya. Hasilnya seperti imbang, masing-masing meraih 22 poin," ujar Alex.

Menurut Alex, persaingan perebutan gelar masih sangat terbuka. Marc perlu menunjukkan kemampuan istimewanya ketika menghadapi tiga lintasan yang berpotensi menguntungkan Aprilia.

"Persaingan gelar masih sangat terbuka, meski kami akan menghadapi sirkuit seperti Australia, Qatar, dan Portimao, terutama karena Aprilia bisa tampil sangat baik di sana. Marc harus mengeluarkan trik-trik andalannya," kata pembalap Gresini Racing itu.

Selain persaingan di lintasan, kemungkinan penerapan instruksi tim atau team order juga mulai menjadi perhatian setelah GP Indonesia.


Terapkan Team Order?

Pembalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin, memimpin di depan pembalap Ducati Lenovo Team asal Spanyol, Marc Marquez, dalam balapan MotoGP Grand Prix Jepang di Mobility Resort Motegi, Motegi, Prefektur Tochigi, pada 4 Oktober 2026. (Toshifumi KITAMURA/AFP)

Aprilia memiliki dua pembalap di tiga besar klasemen, tetapi Marco Bezzecchi masih tertinggal 46 poin dari Martin dengan lima seri tersisa.

Aprilia memiliki beberapa pembalap yang mampu bersaing memperebutkan kemenangan. Situasi itu membuka peluang bagi tim untuk mengarahkan strategi demi membantu Martin dalam perburuan gelar.

Namun, Aprilia disebut masih ingin menunggu beberapa seri sebelum mengambil langkah.

Alex memperkirakan Ducati juga akan mempertimbangkan strategi serupa ketika persaingan memasuki tahap lebih menentukan. Meski begitu, ia menilai pembahasan mengenai instruksi tim masih terlalu dini.

"Aprilia sudah memiliki pandangan yang jelas. Mereka menginginkan gelar juara dan berbicara dengan semua pembalapnya," ujar Alex.

"Saya pikir waktunya akan tiba bagi Ducati untuk melakukan hal yang sama. Namun, sekarang masih terlalu dini. Ketika kami sudah berada dalam persaingan setiap hari Minggu, semuanya akan dievaluasi," tuturnya.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait