Bola.com, Jakarta - Obsesi terhadap kemampuan mengumpan bukanlah hal baru dalam sepak bola. Ketertarikan terhadap cara pemain menguasai bola dan keunggulan mereka dalam mengalirkannya telah muncul sejak pertandingan internasional pertama pada 1872, jauh sebelum statistik penguasaan bola mulai digunakan.
Dalam pertandingan tersebut, Inggris secara mengejutkan ditahan imbang tanpa gol oleh Skotlandia di lapangan kriket West of Scotland, Partick.
Meski para pemain Inggris dinilai lebih tinggi, lebih cepat, dan lebih kuat, Skotlandia mampu menjaga gawang tetap aman berkat pola permainan pattern-weaving, yakni kombinasi umpan terstruktur untuk mempertahankan penguasaan bola.
Pendekatan ini menjadi salah satu cikal bakal perkembangan taktik berbasis operan, termasuk tiki-taka yang kemudian populer di sepak bola modern.
Dalam lebih dari 150 tahun berikutnya, sepak bola terus melahirkan maestro-maestro umpan dari berbagai penjuru dunia.
Mereka meneruskan warisan permainan kolektif yang diperlihatkan para pemain Skotlandia, sekaligus membuktikan bahwa kemampuan mengumpan merupakan elemen mendasar yang melampaui batas negara dan era.
Menurut laporan GiveMeSport, Kamis (15/10/2026), berikut lima pengumpan terbaik dalam sejarah sepak bola versi.
5. Michael Laudrup (1981–1998)
Michael Laudrup dikenal sebagai salah satu pemain dengan visi bermain terbaik dalam sejarah sepak bola. Legenda Denmark itu pernah membela klub-klub besar seperti Juventus, Barcelona, Real Madrid, dan Ajax.
Ia memiliki kemampuan membaca pergerakan rekan setim dan mengirimkan umpan akurat melalui celah sempit di pertahanan lawan. Michel Platini bahkan pernah memuji kualitasnya, meski menyoroti kecenderungannya lebih memilih memberikan umpan daripada menyelesaikan peluang sendiri.
Laudrup mencatatkan 671 penampilan dan 73 assist sepanjang karier. Statistik tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kontribusi kreatifnya, terutama karena pencatatan assist pada eranya belum sekomprehensif sekarang.
4. Paul Scholes (1993–2013)
Paul Scholes merupakan salah satu gelandang legendaris Manchester United yang dikenal karena visi bermain, akurasi umpan, dan kemampuannya mengendalikan tempo pertandingan.
Seiring perkembangan kariernya, ia bertransformasi dari gelandang pencetak gol menjadi pengatur permainan yang piawai mendistribusikan bola melalui umpan pendek maupun panjang.
Kualitas pemain asal Inggris itu mendapat pengakuan dari sejumlah legenda, termasuk Zinedine Zidane, Xavi Hernandez, dan Cristiano Ronaldo. Ia mencatatkan 779 penampilan dan 95 assist sepanjang kariernya, serta meraih 11 gelar Premier League bersama Manchester United.
3. Kevin De Bruyne (2008–sekarang)
Kevin De Bruyne dikenal sebagai salah satu kreator peluang paling berbahaya dalam sepak bola modern.
Gelandang asal Belgia itu mengandalkan visi, teknik, dan akurasi umpan untuk membongkar pertahanan lawan, terutama melalui umpan terobosan yang menjadi ciri khasnya bersama Manchester City.
Selain umpan mendatar dari sisi kanan, De Bruyne juga piawai mengirimkan umpan silang, mengubah arah serangan, dan menciptakan peluang melalui bola mati. Ia mencatatkan 320 assist dalam 807 pertandingan sepanjang kariernya dan termasuk pemain yang telah membukukan lebih dari 100 assist di Premier League.
2. Xavi Hernandez (1997–2019)
Xavi Hernandez menjadi simbol permainan berbasis penguasaan bola yang membawa Barcelona dan Timnas Spanyol meraih kesuksesan.
Ia tidak sekadar mengalirkan bola, tetapi juga menggunakan operan untuk mengatur tempo, menarik lawan keluar dari posisi, dan membuka ruang bagi serangan berikutnya.
Xavi mencatatkan 1.062 penampilan dan 241 assist sepanjang kariernya. Ia turut berperan besar dalam keberhasilan Barcelona meraih banyak trofi serta membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa dan Piala Dunia.
1. Lionel Messi (2003–sekarang)
Lionel Messi menempati posisi pertama dalam daftar pengumpan terbaik versi GiveMeSport. Selain produktif mencetak gol, bintang Argentina itu memiliki kemampuan luar biasa dalam menciptakan peluang melalui visi bermain, dribel, dan akurasi umpan.
Kontribusi kreatif Messi terlihat sepanjang kariernya, termasuk pada 2012 ketika ia mencetak rekor 91 gol dalam satu tahun kalender sekaligus membukukan 26 assist. Mantan rekan setimnya, Javier Mascherano, pernah menyoroti kemampuannya memulai sekaligus menyelesaikan serangan.
Mega bintang asal Argentina itu mencatatkan 466 assist dalam 1.180 pertandingan. Setelah membela Barcelona dan Paris Saint-Germain, ia melanjutkan kariernya bersama Inter Miami.
Sumber : GiveMeSport