Roy Keane Minta Pemain Man City Buang Medali ke Tempat Sampah, Joe Hart Beri Jawaban Menohok

Joe Hart menanggapi sindiran Roy Keane soal medali Premier League Manchester City.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 Oktober 2026, 21:30 WIB
Penjaga gawang Manchester City asal Inggris, Joe Hart. (AFP/Oli Scarff)

Bola.com, Jakarta - Joe Hart menolak anggapan Roy Keane yang meminta para pemain Manchester City membuang medali Premier League mereka ke tempat sampah.

Mantan kiper Man City itu menegaskan, kontroversi yang menimpa klub tidak akan mengubah kebanggaannya terhadap pencapaian selama berkarier di Etihad Stadium.

Advertisement

Man City sedang menghadapi persoalan setelah dinyatakan bersalah atas 115 dakwaan pelanggaran selama rentang delapan tahun.

Keputusan itu memicu perdebatan mengenai kemungkinan sanksi, dari denda, pengurangan poin, pengusiran dari Premier League, hingga pencabutan gelar.

Proses hukum kasus ini belum mencapai tahap akhir karena pemilik Man City mengajukan banding resmi.

Di tengah situasi itu, Hart menanggapi komentar Keane, mantan kapten Manchester United, yang menyarankan para pemain Man City membuang medali juara liga mereka.

"Bagus untuk dia. Dia mengatakan apa yang mungkin ingin dirasakan orang-orang. Namun, dia tidak berada dalam situasi ini dan belum pernah mengalaminya, jadi mudah untuk mengatakan hal seperti itu. Saya berada dalam situasi ini dan sama sekali tidak merasakan hal yang sama," kata Hart.


Tetap Bangga

Penjaga gawang Manchester City asal Inggris, Joe Hart. (AFP/Ben Stansall)

Hart, yang mencatatkan 348 penampilan bersama Man City pada 2006 hingga 2018, memilih menunggu proses banding sebelum memberikan komentar lebih jauh mengenai putusan kasus itu.

Meski demikian, ia memastikan persoalan ini tidak akan mengubah pandangannya terhadap karier maupun pencapaian bersama klub.

Ia bahkan pernah menolak undangan tampil di sebuah acara televisi di Amerika Serikat untuk membahas kemungkinan gelar Man City dicabut.

Hart mengaku tidak terlalu mempersoalkan apakah catatan gelar itu nantinya tetap tercantum dalam riwayat kariernya.

"Saya ditanya apakah nama saya akan tercatat dengan dua gelar liga. Apa yang bisa saya lakukan mengenai hal itu? Saya juga tidak pernah masuk ke ruangan sambil memamerkan medali. Saya tidak terlalu memikirkannya," ujar Hart.

Hart menegaskan dirinya tetap bangga dengan kerja keras yang telah dilakukan untuk meraih trofi bersama Man City.

Baginya, momen ketika medali dikalungkan setelah menjuarai kompetisi merupakan pengalaman yang tidak akan berubah hanya karena perkembangan kasus ini.

"Apa pun yang terjadi dalam beberapa bulan ke depan, hal itu tidak akan memengaruhi perasaan saya terhadap sepak bola dan karier saya. Saya sangat bahagia dan bangga dengan apa yang sudah saya capai. Namun, trofi bukanlah sesuatu yang mendefinisikan diri saya," tuturnya.

Manchester City. Serupa dengan Real Madrid, Manchester City sepanjang tahun 2022 juga berhasil mencetak 37 kemenangan dari total 54 laga di semua ajang domestik maupun Eropa. Klub asuhan Pep Guardiola tersebut hanya berhasil meraih satu trofi sepanjang tahun 2022, yaitu juara Premier League 2021/2022. (AFP/Oli Scarff)

MU dan Liverpool Berpotensi Diuntungkan

Give Me Sport melaporkan, jika gelar Premier League Man City dicabut, sejumlah klub lain berpotensi memperoleh pengakuan atas gelar yang sebelumnya gagal mereka raih.

Man City mengoleksi delapan gelar Premier League, hanya kalah dari MU yang memiliki 13 trofi.

MU berpotensi menambah koleksi gelarnya menjadi 16 jika tiga gelar Man City dialihkan.

Liverpool juga disebut bisa memperoleh tambahan tiga gelar, yang akan membuat Steven Gerrard berpeluang tercatat sebagai juara Premier League. Arsenal berpotensi mendapat dua gelar tambahan.

Dampaknya bisa meluas jika otoritas sepak bola Inggris turut mencabut gelar domestik Man City lainnya.

Man City pernah mengalahkan Stoke City dengan skor 1-0 pada final Piala FA 2010/2011 dan Watford 6-0 pada final musim 2018/2019.

Dalam skenario pencabutan gelar Piala FA, Stoke City dan Watford berpotensi memperoleh pengakuan sebagai juara. MU dan Chelsea juga disebut bisa menambah koleksi trofi Piala FA mereka.

Sementara itu, Chelsea, Sunderland, Aston Villa, dan Tottenham Hotspur berpotensi memperoleh gelar Piala Liga Inggris secara retrospektif jika keputusan pencabutan gelar juga mencakup kompetisi itu.

Namun, semua kemungkinan tersebut masih bergantung pada keputusan akhir otoritas terkait.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait