Bola.com, Jakarta - Mantan Presiden Barcelona, Joan Gaspart, akhirnya memberikan klarifikasi terkait kritik kerasnya terhadap Lionel Messi. Namun, ia belum bersedia meminta maaf kepada megabintang asal Argentina tersebut.
Gaspart, yang menjabat sebagai Presiden Barcelona pada Juli 2000 hingga Februari 2003, sebelumnya melontarkan kritik tajam kepada Messi dalam podcast ¡Sólo para Culés!.
Ia mengingatkan Messi agar berhati-hati dan menegaskan bahwa Barcelona lebih besar daripada individu mana pun.
"Saya mengatakan ini karena rasa sayang yang sudah lama saya miliki kepada pemain yang saya rekrut ketika berusia 13 tahun, saat saya masih menjadi Presiden Barcelona. Dia harus berhati-hati. Barcelona lebih besar daripada siapa pun," ujar Gaspart dalam pernyataan yang menjadi sorotan.
Gaspart juga menilai Messi seharusnya tetap datang ke Barcelona untuk berpamitan, siapa pun yang menjabat sebagai presiden klub saat itu.
"Siapa pun presidennya, Messi harus datang untuk berpamitan kepada Barcelona," katanya.
Ia bahkan menyatakan tidak akan menghadiri acara penghormatan untuk Messi apabila sang pemain baru datang setelah Joan Laporta tidak lagi menjabat sebagai presiden klub.
"Kalau Leo Messi datang untuk berpamitan bukan karena Laporta masih menjadi presiden, melainkan setelah Laporta tidak lagi menjabat, saya tidak akan datang ke acara penghormatan itu," ucap Gaspart, seperti dikutip Marca, Jumat (16/10/2026).
Alasan Tak Mau Minta Maaf
Beberapa hari setelah pernyataan tersebut ramai diperbincangkan, Gaspart mencoba menjelaskan maksud ucapannya. Ia mengakui telah berbicara terlalu jauh karena besarnya rasa sayang kepada Messi.
Meski demikian, Gaspart menegaskan tidak berniat meminta maaf kepada mantan bintang Barcelona tersebut.
"Apakah saya akan meminta maaf kepada Messi? Saya tidak pernah meminta maaf kepada anak-anak saya ketika menegur mereka atas sesuatu yang menurut saya terbaik bagi mereka," ujar Gaspart kepada Jota Jordi dalam podcast ¡Sólo para Culés!.
"Anda bisa menyayangi Messi sebesar saya, tetapi Anda tidak bisa menyayanginya lebih daripada saya," lanjutnya.
Sudah Kirim Pesan ke Messi
Gaspart kemudian mengungkapkan telah mengirimkan pesan kepada Messi untuk menjelaskan situasi tersebut.
"Saya mengirim pesan kepada Leo. Karena saya sangat menyayanginya, saya menjadi keterlaluan. Saya benar-benar keterlaluan," tuturnya.
"Seharusnya cukup dengan mengatakan, 'Kami sangat menyayangimu, tetapi Barcelona lebih besar daripada dirimu.' Itu saja sebenarnya sudah cukup," kata Gaspart.
Messi merupakan salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah Barcelona. Ia menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya bersama klub Catalan tersebut sebelum meninggalkannya pada 2021.
Sumber: Marca