Bola.com, Kediri - Nama Hilton Moreira pernah tenar di Indonesia. Ia menghabiskan masa aktifnya sebagai pesepakbola profesional di kompetisi Indonesia selama 11 tahun.
Selama itu pula, dia hanya memperkuat empat klub, yaitu Deltras Sidoarjo, Persib, Sriwijaya FC, dan Persipura. Dia sempat mondar-mandir di Deltras, Persib, dan Sriwijaya FC.
Ketika berkiprah di Liga Indonesia, Hilton Moreira mencatatkan 261 pertandingan dengan mencetak 120 gol. Sebuah catatan spektakuler untuk seorang pemain yang posisi naturalnya sebagai gelandang serang, meskipun juga sering diplot menjadi striker.
Hilton Moreira gantung sepatu di usia 39 tahun. Klub terakhirnya adalah Sriwijaya FC pada musim 2019/2020. Gegara pandemi Covid-19, dia pun balik ke Brasil. Darah sepak bola membuat Hilton alih profesi sebagai pelatih.
Dia harus memulai karir kepelatihannya dari nol. Di Brasil, Hilton Moreira tidak berpangku tangan. Dia kuliah S-1 dengan mengambil jurusan olahraga.
"Selama empat tahun saya masuk universitas jurusan olahraga. Di sela-sela itu, saya ikut kursus pelatih di CBF (Federasi Sepak Bola Brasil). Jadi sekarang saya punya lisensi pelatih. Berikutnya saya akan ambil lisensi pro di Brasil," katanya, Jumat (16/10/2026).
Pengalaman di China
Perjalanan karier Hilton Moreira cukup menarik. Setelah kuliah dan mengantongi lisensi pelatih, dia malah terbang ke China untuk melatih sebuah SSB di sana.
"Saya mulai melatih SSB di China. Di sana ada satu SSB kerja sama dengan Brasil. Tapi saya hanya melatih setahun, karena ada tawaran melatih klub profesional tier tiga di China. Kebetulan klub itu baru memecat pelatih mereka dan saya ditawari jadi pelatih baru," tuturnya.
Kini Hilton Moreira balik ke Indonesia sebagai asisten pelatih Ze Gomez di Madura United pada BRI Super League 2026/2027.
"Saya kembali ke Indonesia secara kebetulan. Agen saya di Portugal minta saya bantu coach Ze Gomez. Karena dia tak bisa bahasa Indonesia, maka saya jadi penerjemah sekaligus asisten pelatih dia," jelasnya.
Perubahan Sepak Bola Indonesia
Setelah enam tahun meninggalkan Indonesia, Hilton Moreira melihat sepak bola mengalami perubahan cukup signifikan, terutama pengelolaan klub dan penanganan pemain yang lebih baik.
"Sepak bola Indonesia banyak kemajuan. Di sini sudah pakai teknologi olahraga. Ada alat latihan bagus, juga ada tim analisis pertandingan. Saya lihat banyak anak-anak muda jadi staf pelatih di tiap klub," ujarnya.
Tapi satu hal yang membuat Hilton Moreira heran adalah animo penonton yang menurun dibandingkan saat dia masih bermain.
"Yang bikin saya kaget jumlah penonton tak ramai seperti dulu. Padahal kualitas pertandingan Super League sangat bagus. Saya lihat hanya klub-klub besar seperti Persib, Persija, dan Persebaya yang masih banyak ditonton orang. Mungkin satu lagi, Bali United juga banyak penontonnya," pungkasnya.