Bola.com, Jakarta - Usia bukan penghalang untuk terus aktif berolahraga dan mengukir prestasi. Hal itu tergambar dalam penyelenggaraan 3rd Southeast Asia Aquatics Masters Swimming Championships 2026 di Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10/2026).
Kehadiran perenang berusia 86 tahun, baik putra maupun putri, menjadi salah satu hal menarik dalam kejuaraan ini.
Menurut Ketua Harian PB Akuatik Indonesia sekaligus Ketua Panitia 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026, Harlin E. Rahardjo, kejuaraan ini tidak menetapkan batas usia maksimal bagi peserta.
“Peserta termuda berusia 25 tahun karena kami menetapkan batas usia minimal 25 tahun, tanpa batasan usia maksimal. Jadi, kejuaraan Masters ini terbuka bagi semua usia di atas 25 tahun,” ujar Harlin.
Ia juga menjelaskan bahwa peserta dibagi ke dalam kelompok umur dengan interval lima tahun, mulai dari kategori 25–29 tahun, 30–34 tahun, 35–39 tahun, dan seterusnya.
“Kelompok umurnya dibagi setiap lima tahun, mulai dari 25–29 tahun, 30–34 tahun, 35–39 tahun, dan seterusnya,” tambahnya.
Sistem tersebut memungkinkan para peserta berkompetisi dengan perenang dari kelompok usia yang relatif setara.
Beragam Nomor Renang Dipertandingkan
Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo, juga menjelasakan jika kejuaraan 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026 menghadirkan beragam nomor perlombaan renang, mulai dari jarak 25 meter, 50 meter, hingga 100 meter untuk seluruh gaya.
Selain itu, terdapat nomor 200 meter gaya ganti dan 100 meter individual medley atau gaya ganti perorangan.
“Jumlah total nomor-nomor yang dipertandingkan meliputi 25 meter semua gaya, 50 meter semua gaya, 100 meter semua gaya, 200 meter gaya ganti, dan 100 meter individual medley, yaitu gaya ganti,” ujar Harlin E. Rahardjo.
Indonesia Ajukan Diri sebagai Tuan Rumah
Harlin E. Rahardjo menjelaskan bahwa Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah kejuaraan tersebut.
Keputusan ini didukung oleh perkembangan olahraga Masters Swimming di Tanah Air serta keberadaan Gelora Bung Karno (GBK) yang dinilai memiliki fasilitas memadai.
“Kebetulan, saya juga merupakan anggota komite eksekutif Southeast Asia Aquatics. Karena olahraga Masters Swimming sedang berkembang pesat di Indonesia dan kita memiliki GBK yang megah dan indah ini, mengapa kita tidak mengajukan diri sebagai tuan rumah?” ujar Harlin.
Dengan demikian, Penyelenggaraan 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026 di GBK diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong perkembangan olahraga Masters Swimming di Indonesia sekaligus memperluas partisipasi perenang dari berbagai negara.