Zinedine Zidane Kagumi Paul Scholes: Dia Gelandang Terbaik di Generasinya

Legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, pernah memberikan pujian setinggi langit kepada mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 18 Oktober 2026, 17:15 WIB
Pelatih Real Madird, Zinedine Zidane menyaksikan pemainnya bertanding melawan Manchester City pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Etihad Stadium, Inggris (7/8/2020). City menang tipis 2-1 dan melaju ke perempat final unggul agregat 4-2 atas Madrid. (Peter Powell/Pool Photo via AP)

Bola.com, Jakarta - Legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, pernah memberikan pujian setinggi langit kepada mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes. Bahkan, Zidane menyebut pemain asal Inggris itu sebagai gelandang terbaik di generasinya.

Zidane, yang dikenal dengan julukan Zizou, merupakan salah satu pesepak bola terbaik yang pernah menghiasi lapangan hijau. Sepanjang karier profesionalnya selama 17 tahun, ia memperkuat sejumlah klub besar, seperti Cannes, Bordeaux, Juventus, dan Real Madrid.

Advertisement

Mantan pemain Timnas Prancis itu mencetak 125 gol dalam 695 penampilan di level klub. Ia juga meraih sederet gelar bergengsi, termasuk trofi Serie A, La Liga, Liga Champions, serta Piala Dunia 1998 bersama Les Bleus.

Setelah gantung sepatu, Zidane melanjutkan karier sebagai pelatih. Ia sukses membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions sebanyak tiga kali sebelum dipercaya menangani Timnas Prancis, menggantikan Didier Deschamps.

Meski memiliki reputasi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa, Zidane ternyata menaruh kekaguman besar terhadap Scholes. Dalam sebuah wawancara yang diberitakan The Guardian pada 2009, ia menyebut legenda Manchester United itu sebagai lawan terberat sekaligus gelandang terbaik pada generasinya.

“Lawan terberat saya? Scholes dari Manchester. Dia adalah gelandang yang komplet. Scholes tidak diragukan lagi merupakan gelandang terbaik di generasinya,” ujar Zidane, seperti dikutip dari Give Me Sport, Minggu (18/10/2026). 


Pemain Komplet

Paul Scholes merupakan gelandang andalan Manchester United kala itu. Pemain berkebangsaan Inggris tersebut juga sering mencetak gol, termasuk di ajang Liga Champions. Scholes tercatat telah menorehkan gol sebanyak 24 kali dari 124 laga. (AFP/Andrew Yates)

Pujian tersebut bukan satu-satunya pengakuan Zidane terhadap kualitas Scholes. Dalam kesempatan berbeda, ia bahkan menyebut mantan pemain Timnas Inggris itu memiliki kemampuan yang sulit ditandingi.

“Bagi saya, tidak ada keraguan bahwa Paul Scholes masih berada di kelasnya sendiri. Kemampuannya nyaris tidak tersentuh. Saya tidak pernah bosan melihatnya bermain,” kata Zidane.

“Tidak banyak pemain yang benar-benar komplet. Namun, Scholes adalah sosok yang paling mendekati kesempurnaan itu. Salah satu penyesalan saya adalah tidak pernah mendapat kesempatan bermain bersama dengannya sepanjang karier,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa tingginya penilaian Zidane terhadap Scholes, yang dikenal memiliki visi permainan, akurasi umpan, dan kemampuan mengendalikan tempo pertandingan.

 


Kagumi Paolo Maldini

2. Paolo Maldini (AC Milan) - Saat sang legenda memutuskan untuk pensiun, saat itu pula nomor tiga diistirahatkan. Persembahan 26 trofi untuk klub kota Milan itu membuat I Rossoneri layak memberikan penghormatan tinggi untuknya. (AFP/Emilio Andreoli)

Meski pernah menyebut Scholes sebagai lawan terberatnya, Zidane ternyata juga memiliki penilaian lain ketika membahas pemain yang paling sulit dihadapi.

Dalam percakapan bersama Lionel Messi, mantan bintang Juventus dan Real Madrid itu menyebut legenda Italia, Paolo Maldini, sebagai pemain yang paling merepotkannya di lapangan.

Menurut Zidane, Maldini bukan sekadar pemain yang tangguh secara fisik. Bek legendaris AC Milan tersebut memiliki kecerdasan dan kemampuan membaca permainan yang membuat lawan kesulitan.

“Pemain yang paling sulit dihadapi? Bukan berarti dia paling tangguh, tetapi sulit dalam arti dia sangat bagus. Bukan sulit karena ingin memukul Anda, Anda tahu maksud saya?” ujar Zidane.

“Pemain yang paling sulit adalah Paolo Maldini karena dia sangat cerdas dan pintar di lapangan,” tuturnya.

Sumber: Give Me Sport 

 

Berita Terkait